Puasa 17 Hari Lagi, Berikut Beberapa Rekomendasi Latihan Puasa yang Dapat Kalian Pilih!

gambaran orang latihan puasa yang berbuka di siang hari

Kurang dari sebulan, tepatnya 17 hari lagi, kita akan menyambut bulan yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia. Sudahkah Sahabat latihan puasa?

Bulan Ramadhan 1445 H akan datang dalam tiga minggu lagi. Itu artinya, sebentar lagi kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk puasa selama satu bulan penuh.

Puasa ramadhan merupakan salah satu kewajiban utama seorang muslim yang tercantum dalam rukun islam. Namun, selain puasa wajib ini, terdapat berbagai jenis puasa lain yang dapat kalian pilih sebagai ajang latihan sekaligus menjadi ladang pahala tambahan.

Bukan sembarang latihan, selain akan membiasakan diri kita menahan hawa nafsu selama sehari penuh, kita juga akan mendapat keberkahan dari beberapa puasa sunnah yang kita lakukan.  

Lalu, puasa sunnah apa saja yang dapat kita jadikan latihan sebelum puasa ramadhan tiba? Dalam artikel ini, kami rangkumkan beberapa puasa alternatif yang dapat Sahabat lakukan di luar bulan Ramadan.

1. Puasa Ayyamul Bidh

Sama seperti puasa ramadhan, puasa ini memiliki syarat khusus perihal waktu pelaksanaannya. Berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13,14, dan 15 di tiap bulan hijriah.

Dalil yang menjelaskan tentang ketentuan waktu puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk berpuasa dalam satu bulannya sebanyak tiga hari, ayyamul bidh: tanggal 13, 14, dan 15” (HR. An-Nasa’i). 

Jika kita sudah terbiasa melakukan Puasa Ayyamul Bidh, niscaya kita tidak akan merasa kesulitan ketika nanti sudah tiba waktunya puasa Ramadhan. Selain mendapatkan pahala yang melimpah dari Allah, puasa ini juga bermanfaat bagi kesehatan karena memberi jendela waktu makan selama tiga hari di tengah bulan bagi kita yang sering makan sembarangan.

2. Puasa Senin-Kamis

Seperti namanya, puasa ini memiliki ketentuan waktu pelaksanaan setiap hari Senin dan Kamis di tiap minggunya. Berdasarkan ketentuan waktu tersebut, maka puasa ini dapat lebih sering dilaksanakan dibandingkan dengan puasa Ayyamul Bidh.

Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah menyampaikan bahwa Nabi senantiasa puasa di hari Senin dan Kamis. “Nabi ﷺ selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).

Lebih sering puasa artinya jadi lebih apa? Lebih banyak keberkahan yang akan kita dapat dan lebih terbiasa pula kita terbiasa. Selain itu, bisa jadi lebih hemat juga kan Sahabat? Hehehe…

Baca Juga : 4 Rekomendasi Oleh-Oleh Umroh Anti Mainstream!

3. Puasa Sya’ban

Berbeda dari dua puasa sunnah yang dapat dilakukan di tiap bulan hijriah, puasa sunnah yang satu ini sedikit berbeda. Momen puasa ini hanya dapat dilakukan di bulan Syaban, satu bulan sebelum bulan Ramadhan tiba.

Keutamaan puasa di bulan Syaban tidak main-main, dalam sebuah riwayat, pernah disebutkan bahwa Rasulullah memperbanyak puasa di bulan ini. Riwayat yang menjelaskan keutamaan tersebut adalah dalil berikut.

“Aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban.” (Muttafaqun ‘Alaih. H.R. Muslim).

4. Puasa Daud

Puasa sunnah terakhir dan menjadi pamungkas adalah puasa Daud. Ketentuan puasa ini adalah dilakukan dengan pola satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa. Ketentuan ini diambil dari kebiasaan Nabi Daud AS, sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Quran.

Tingkat kesulitan puasa sunnah ini berada satu level diatas puasa-puasa sunnah yang lain. Hal ini disebabkan karena intensitas pengerjaannya yang sangat sering. Namun, jika kita berbicara tentang pahala yang akan kita dapatkan, puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibandingkan puasa sunnah yang lain.

“Puasa yang lebih utama adalah puasanya Nabi Daud as., yaitu sehari berpuasa sehari tidak.” (H.R. Tirmidzi, Nasa’I, dan Ahmad).

Dengan pola puasa satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa, maka setiap muslim yang melaksanakannya dapat merasakan pengalaman puasa yang berbeda dari puasa Ramadhan. Bukan hanya akan menjadi latihan, puasa Daud ini merupakan bentuk ikhtiar untuk memperkuat kedisiplinan spiritual dan kontrol diri terhadap segala ujian dan godaan dari Allah SWT.

Selain puasa Ramadan, umat Islam memiliki banyak pilihan jenis puasa sunnah yang dapat Sahabat laksanakan. Puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, puasa Syaban, hingga puasa Daud adalah beberapa contoh puasa sunnah di luar bulan Ramadhan. 

Dengan menjalankan puasa-puasa ini, umat Islam dapat memperkuat disiplin spiritual, meningkatkan kesadaran diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga artikel ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi Sahabat, selamat menyambut Ramadhan dalam 17 hari lagi!

178 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *