5 Tips Agar Tidak Cepat Haus Saat Puasa di Tanah Suci

konsumsi air putih yang cukup merupakan solusi tidak mudah haus saat puasa

Puasa, terutama selama bulan Ramadhan, adalah momen sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia. Terlebih jika Sahabat berkesempatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tanah suci. Tentu kesempatan tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin karena tidak semua orang dapat merasakannya.

Akan tetapi, cuaca di Saudi dengan di Indonesia tentu berbeda jauh. Jazirah arab dikenal dengan cuacanya yang panas dan kering, serta suhunya yang bahkan bisa mencapai 40 derajat celcius lebih.

Oleh karena itu, untuk menjaga diri agar tidak cepat merasa haus ketika menjalankan ibadah puasa disana tentu menjadi tantangan tersendiri. Berikut kami rangkum beberapa tips yang dapat membantu Sahabat agar tidak cepat haus selama berpuasa di Tanah Suci :

1. Konsumsi Air yang Cukup saat Berbuka dan Sahur

Saat berbuka puasa dan sahur, penting untuk mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang selama seharian berpuasa. Disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas air dalam waktu yang terbatas untuk menghidrasi tubuh secara optimal. Takaran ini dapat Sahabat konsumsi dalam rentang waktu ketika berbuka puasa hingga menjelang waktu imsak saat sahur. Perlu dicatat juga, sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein atau gula berlebihan, karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

2. Batasi Konsumsi Minuman Berkafein dan Berkarbonasi

Minuman seperti kopi, teh, dan minuman bersoda sebaiknya dihindari selama bulan Ramadhan. Kafein yang terkandung dalam minuman ini memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan dehidrasi. Sebagai alternatif, pilihlah air putih atau jus buah segar yang lebih baik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Baca Juga : 3 Tradisi Unik di Saudi yang Hanya Bisa Dijumpai Ketika Ramadhan

3. Pilih Makanan yang Kaya Air

Saat sahur dan berbuka puasa, prioritaskan konsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan segar dan sayuran. Buah-buahan seperti semangka, timun, jeruk, dan stroberi mengandung tingkat air yang tinggi dan dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain itu, makanan ringan yang mengandung air, seperti sup sayuran atau salad, juga dapat menjadi pilihan yang baik.

4. Hindari Aktivitas Fisik yang Berlebihan

Hindari melakukan aktivitas fisik yang berat atau berlebihan di bawah terik matahari selama berpuasa di Tanah Suci. Aktivitas yang berlebihan dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan. Sebaiknya, pilihlah untuk beristirahat di dalam ruangan dan menjaga tubuh tetap sejuk agar dapat mengurangi risiko terkena panas dan dehidrasi.

5. Gunakan Penyemprot Air atau Kain Basah Selama Berkegiatan

Selama beribadah di luar ruangan, bawa penyemprot air atau kain basah untuk menyegarkan diri dan menjaga suhu tubuh tetap stabil. Semprotkan air pada wajah dan tubuh atau letakkan kain basah di leher atau kepala untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mengurangi risiko terkena panas dan dehidrasi.

Dengan menerapkan tips di atas, Sahabat dapat menjaga diri agar tidak cepat merasa haus dan tetap menjalankan ibadah puasa dengan penuh kenyamanan di Tanah Suci. Kami berharap semoga pengalaman ibadah Sahabat menjadi lebih bermakna walaupun berada jauh dari tanah air. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amalan ibadah puasa Ramadhan kita ya Sahabat!

30 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *