Intip biaya akomodasi Ibadah Haji Suami Istri 

Ibadah haji adalah impian semua umat islam, bahkan sampai diwajibkan karena termasuk dalam pilar rukun islam. Jika sudah baligh, maka tidak ada yang membatasi keinginan seseorang  berangkat ke tanah suci mekkah untuk beribadah haji. Tercatat dalam sejarah, Indonesia melakukan pemberangkatan haji pertama kali pada tahun 1948. Tiga tahun setelah indonesia merdeka yang dikenal sebagai Misi Haji I Republik Indonesia. Sejak saat itu, pemerintah Indonesia selalu berupaya guna memberikan pelayanan terbaik bagi umat islam mulai dari persiapan saat masih berada di tanah air maupun di arab saudi. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah pendaftar dari tahun ke tahun, biaya haji juga terus mengalami kenaikan. Membicarakan tentang biaya ibadah haji memang menegangkan. Sebab berangkat ke tanah suci memerlukan biaya yang tidak sedikit seperti biaya penerbangan, visa, akomodasi di mekah dan madinah serta biaya yang tak terduga. Terlebih jika berangkat bersama pasangan karena harus mempersiapkan biaya dua kali lipat dari semestinya karena biaya akomodasi ibadah haji suami istri disebut lebih besar dibanding biaya perseorangan.  

Tapi ada beberapa yang harus kamu persiapkan sebelum memikirkan biaya ibadah haji

  1. Niat 

Hal pertama yang sangat penting untuk diperhatikan adalah niat dalam beribadah haji. Niat yang jelas akan mengantarkan kamu kepada apa yang kamu tuju sehingga tujuan yang jelas akan dilakukan dengan kesadaran diri. Maka penting sekali untuk memperbaiki niat. Seseorang yang niatnya baik akan menunaikan rukun dan syarat haji dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Itu menjadikan Allah SWT sebagai alasan satu-satunya dalam beribadah haji. Menepis tujuan lain seperti berwisata, jalan-jalan, berdagang atau bahkan pamer semata. 

  1. Finansial yang baik

Bermimpi beribadah di tanah suci adalah hak semua orang tapi ada baiknya apabila mimpi tersebut diiringi dengan usaha. Seseorang yang mendambakan beribadah depan ka’bah dengan niat dan tujuan karena Allah SWT akan berusaha untuk memperbaiki finansial. Mencari rezeki yang halal kemudian menyisihkan sebagian untuk tabungan haji. Yakinlah bahwa rezeki yang dicari untuk memenuhi panggilan Allah, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya. 

  1. Fisik yang sehat

Apa jadinya jika finansial dan dana haji sudah terkumpul tapi fisik kamu tidak memungkinkan berangkat haji. Maka perlu selalu menjaga kesehatan, pastikan mengonsumsi makanan yang sehat dan selalu berolahraga karena menunaikan rukun haji menguras banyak tenaga. 

Mengetahui perbedaan Haji Reguler, Khusus dan Furada memudahkan kamu mengetahui lebih rinci biaya akomodasi ibadah haji suami istri. 


Haji Reguler adalah Program haji yang diatur resmi oleh pemerintahan Indonesia. Program ini memiliki keterbatasan kuota setiap tahunnya sehingga bagi pendaftar haji melalui program haji reguler akan mendapatkan masa tunggu atau antre yang sangat lama sekitar 30 tahun. 

Haji Khusus atau Plus adalah program haji yang juga diatur oleh pemerintah tapi memiliki masa tunggu yang terbilang singkat atau antri hanya beberapa tahun saja. Selain itu memiliki pelayanan yang lebih baik dibanding haji reguler. 

Haji Furoda adalah program haji yang mendapatkan undangan dan visa resmi dari pemerintah arab saudi. Program haji ini tidak memiliki masa tunggu yang lama, artinya akan berangkat haji di tahun yang sama saat undangan diterima.

Diantara ketiga program haji tersebut memiliki perbedaan:

  1. Penginapan


Program Haji Reguler dan haji plus akan mendapatkan penginapan yang sangat layak dan nyaman. Tapi tentu akan ada perbedaan. Haji plus akan menginap di hotel yang berjarak lebih dekat ke masjidil haram dan berbintang 5 yang diisi penghuni maksimal 2- 3 orang. Sedang peserta haji reguler akan menginap di hotel bintang 3 atau 4 yang diisi maksimal 5 orang peserta haji.

  1. Penerbangan


Program haji reguler biayanya melakukan transit beberapa kali untuk sampai ke mekah. Sedangkan program haji plus tanpa transit sehingga penerbangan dari Indonesia bisa tiba secepatnya ke arab saudi. 

  1. Durasi di tanah suci


Peserta program haji reguler membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan ibadah haji sekitar 30-40 hari dibandingkan peserta haji plus yang bisa menyelesaikan rangkaian ibadah haji maksimal 30 hari. Ini disebabkan juga karena pembagian tim dari reguler cenderung banyak, biasanya satu tim akan diisi oleh 11 orang sehingga menyita waktu yang cukup lama. Sedangkan peserta haji plus maksimal dalam satu tim diisi 2-3 orang saja. 

  1. Biaya


Program haji reguler memang memiliki masa tunggu yang lama tetapi biaya yang dibutuhkan lebih sedikit sekitar 40 juta rupiah per orang, sedang program haji plus membutuhkan biaya 150 juta rupiah per orang sampai 300 juta rupiah dengan masa tunggu yang singkat dan fasilitas yang lebih baik. 

Kamu mungkin belum bisa mengetahui secara gamblang bagaimana perkiraan biaya haji termasuk biaya akomodasi ibadah haji suami istri karena belum tahu program haji apa yang hendak dipilih. Solusi yang tepat adalah mengunjungi sekolahumroh.com, website yang bisa menjawab segala pertanyaan yang bersarang di kepala mengenai finansial, paket haji dan umroh hingga biaya ibadah haji dan umroh. Tunggu apa lagi? kunjungi sekolahumroh.com sekarang!

43 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *