Tips Haji: Awas Udara Panas, Begini Caranya Agar Tidak Dehidrasi

Tips Haji: Awas Udara Panas, Begini Caranya Agar Tidak Dehidrasi

Bismillah

Sahabat, musim haji sudah tiba nih… Salah satu fenomena di muka bumi yang terjadi setiap tahun di mana jutaan penduduk di berbagai belahan dunia datang, berkumpul dan beribadah dalam rangka menunaikan taqwanya. Yuuk, doakan saudara-saudara kita yang berangkat ke tanah suci baik jamaah maupun petugas yang mendampingi khususnya dari Indonesia, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kesehatan hingga kembalinya ke tanah air nanti. Yang belum semoga kelak segera menyusul. Aamiin yaa Rabbal’alamiin.

Welcome to the moslem holy land in the world, kota suci umat Islam, Mekkah Al Mukarromah. Musim haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi. Perkiraan cuaca di Mekkah dan Madinah untuk bulan Juli hingga September 2017 rata-rata antara 39-43 derajat Celcius. Masyaa Allah, bisa kita bayangkan bagaimana panasnya jika dibandingkan dengan suhu normal di Indonesia yang biasanya tidak lebih dari 30 derajat Celcius.

Dengan melihat kondisi cuaca ini, diharapkan para calon jamaah haji sekalian mempersiapkan diri sebaik-baiknya terutama kebugaran tubuh agar maksimal menjalankan prosesi ibadah haji. Prosesi ibadah haji lebih banyak dari ibadah umroh. Selain lebih banyak dari segi aktivitas, jumlah jamaah pun berkali lipat banyaknya sehingga memerlukan konsentrasi dan energi yang lebih agar tidak berdesak-desakan dengan jamaah lainnya.

Seperti yang kita ketahui, 75 % tubuh kita terdiri dari cairan, sehingga menjadi hal yang wajib dilakukan untuk memastikan cairan tubuh kita tercukupi. Tubuh kita membutuhkan setidaknya 2 liter dalam sehari. Jangan sampai ibadah haji terganggu karena mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Calon jamaah haji sekalian perlu mengetahui tingkat keparahan dehidrasi agar . Dehidrasi terbagi menjadi 3 tingkat keparahan yakni dehidrasi ringan, sedang dan berat.

Dehidrasi ringan yaitu saat tubuh kekurangan cairan mencapai 10 % (1500 mililiter), gejala umumnya muncul rasa haus. Adapun dehidrasi sedang ketika tubuh mengalami kekurangan cairan hingga 20 % (3000 mililiter), gejala yang muncul dari kondisi ini yaitu nyeri di kepala atau bahkan pingsan. Sedangkan dehidrasi berat sudah memasuki tingkat yang berbahaya karena cairan tubuh berkurang hingga 30 % (4000 mililiter), kondisi ini dapat berakibat kematian.

Jika ditinjau dari segi waktu, dehidrasi dikategorikan menjadi dehidrasi akut dan dehidrasi kronis. Dehidrasi akut yaitu dehidrasi yang terjadi dalam waktu singkat dan mendadak. Sedangkan dehidrasi kronis yaitu dehidrasi yang terjadi secara perlahan-lahan namun tubuh tidak merespon seperti dehidrasi akut karena tubuh perlahan mengadaptasi kondisi ini. Jika diabaikan dalam jangka panjang akan mengakibatkan kondisi yang fatal seperti kerusakan sistem tubuh (jantung, otak, dan ginjal).

Adapun tanda-tanda fisik yang dirasakan seseorang yang mengalami dehidrasi antara lain:

  • Bibir kering
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Cepat lapar
  • Merasa lemas
  • Tekanan darah yang rendah
  • Sulit menelan makanan kering
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Air seni berwarna kuning hingga coklat
  • Konstipasi atau sembelit
  • Sering merasa cemas
  • Tidak fokus

Ini hanya beberapa tanda umum yang muncul saat dehidrasi. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan carian lebih hingga benar-benar dehidrasi.

Beberapa cara yang bisa dilakukan jamaah haji sekalian untuk menghindari dehidrasi yaitu sebagai berikut:

  • Minum air putih minimal 8 gelas sehari
  • Kurangi asupan kafein atau gula dalam minuman. Kafein cenderung menghalangi manfaat air dan menghilangkan kelembapan dalam tubuh.
  • Makan buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka, tomat, apel
  • Konsumsi sayuran 3 porsi dalam sehari
  • Pastikan untuk membawa botol yang berisi air putih saat berada di luar ruangan
  • Gunakan aplikasi di gadget untuk mengontrol kebutuhan cairan tubuh harian

Jika sudah mengalami dehidrasi, hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Segera minum air putih, jus buah atau minuman yang mengandung gula rendah
  • Makan buah-buahan yang kaya air seperti semangka
  • Tempelkan kain basah ke area tubuh pada leher, wajah, punggung, dada atau perut
  • Letakkan pendingin, es atau minuman sehat dengan jarak yang dekat agar mudah dijangkau
  • Segera hubungi dokter jika tubuh mengalami gejala-gejala: muntah, diare, atau demam yang berlangsung lebih dari 24 jam; warna urin yang sangat gelap; tidak buang air kecil banyak selama lebih dari 12 jam; pusing saat berdiri, atau meningkatnya denyut jantung

Nah, demikian sahabat dan jamaah haji sekalian yang dimuliakan Allah sedikit bahasan tentang dehidrasi. Mungkin terlihat sepele, namun jika dibiarkan akan berakibat fatal. Jangan sampai lalai dengan hal-hal kecil termasuk menjaga kecukupan cairan tubuh. Semoga proses ibadah hajinya dimudahkan oleh Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur. Semoga manfaat.

Wallahu’alam bishowab

1,006 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini