Tingkatan Dalam Membaca Al-Quran, Kamu Yang Mana?

Tingkatan Dalam Membaca Al-Quran, Kamu Yang Mana?

Sobat Rihaal – Iqra atau dalam Bahasa Indonesia bacalah. Surah pertama, wahyu pertama kunci pertama yang Allah turunkan kepada nabi Muhammad. Membaca merupakan kunci pembuka sumber ilmu dan pengetahuan.

Mari kita renungkan perintah membaca dalam surah Al-Alaq ayat 1 – 5 berikut ini:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Berdasarkan surah diatas, dapat kita pertanyakan apa yang harus ditanya? Tidak ada keterangan yang menjelaskan hal tersebut. Karena itu secara gamblang Allah menyampaikan bahwa: “Bacalah dengan nama Sang Pencipta.” Proses membaca yang bermanfaat yang mendorong pada keimanan kepada Sang Pencipta. Kegiatan membaca yang efektif adalah membaca yang dimulai dengan keberkahan iman kepada Allah. Allah yang menciptakan manusia. Allah merupakan sumber ilmu. Allah yang dengan murah hati memberikan karunia-Nya kepada hamba-Nya. Sangat banyak hal yang dapat dibaca. Karena yang paling penting adalah proses dalam membaca tersebut.

Al-Quran adalah sumber bacaan terbaik. Sumber tuntunan kehidupan manusia. Kualitas bacaan selalu ditentukan oleh siapa sumber yang menciptakan tulisan tersebut. Seperti analogi bacaan yang berasal dari seorang pakar tentunya jauh bermanfaat dibandingkan tulisan yang dikarang oleh orang awam. Lalu bagaimana dengan bacaan yang langsung berasal dari Sang Pencipta Alam Semesta? Sudah tidak perlu kita tanyakan lagi jawabannya, semua pasti sudah tahu.

Keelokan Al-Quran tentunya harus diiringi dengan cara membaca yang baik dan benar agar keelokan dari Al-Quran itu semakin indah dan dapat diteladani kandungan bacaannya. Ada empat level dan tingkatan dalam membaca Al-Quran, semuanya baik, namun semakin tinggi level membaca seseorang, maka semakin besar pula manfaat yang beroleh.

Baca Juga : 

Beruntungnya Mereka Yang Gemar Membaca Al Quran Setiap Hari

Kiat Anak Hafal Al-Quran Di Usia Belia , Yang Bisa Sahabat Coba

Tingkat Pertama : Mengucapkan Al-Quran Dengan benar

Al-Quran adalah kalam illahi. Sumber bacaan dari Sang Maha Indah. Oleh karena itu kita harus mengucapkan setiap kata dalam Al-Quran dengan benar. Kesalahan pengucapan tentunya akan merusak arti dan makna dari Al-Quran itu sendiri. Karena kalimat dalam Al-Quran itu tentunya merupakan pedoman dan tuntunan hidup manusia. Kita harus memperhatikan adab-adabnya seperti suci, menutup aurat, membaca dengan khusyu, memperindah semampunya dan memperhatikan tajwidnya.

Namun bukan berarti orang yang terbata-bata tidak boleh membaca Al-Quran. Mereka justru akan diganjar dengan dua pahala, yaitu pahala membaca Al-Quran dan juga pahala menghadapi kesulitan. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW:

 “Orang mahir membaca al-Qur’an, bersama dengan malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca al-Qur’an terbata-bata dan mengalami kesulitan (mengucapkannya) dia mendapatkan dua pahala.” (HR Muslim)

Tingkat Kedua : Membaca dengan Pemahaman

Allah Menurunkan Al-Quran tidak hanya untuk dibaca, namun juga dipahami. Al-Quran bukan sebatas bacaan atau mantera-mantera yang diucapkan. Al-Quran merupakan petunjuk. Maka tentunya kita harus paham apa kandungan dari Al-Quran. Karena percuma kita hanya membaca, namun tidak tahu makna yang terkandung didalamnya.

Untuk memahami al-Qur’an tentu saja perlu mempelajari bahasanya. Bagi yang tidak mengetahui bahasa Arab, membaca terjemahan atau tafsir berbahasa Indonesia bisa dijadikan pengganti. Namun tetap mengerti Bahasa arab lebih utama, karena terjemahan hanya berdasarkan pemahaman dari penerjemahnya.

Tingkat Ketiga : Membaca dengan Tadabbur

Tadabbur sendiri merupakan berfikir mendalam, merenungi, memperhatikan secara mendalam, menggali hakikat yang terkandung dibalik kata. Hal ini karena apa yang terkandung di dalam setiap kata Al-Quran memiliki makna yang sangat mendalam. Tidak dapat hanya diterjemahkan kata per kata saja.  Untuk mentadabburi Al-Quran diperlukan hati yang bersih dan pemikiran yang tajam. Hati yang penuh hawa nafsu tidak akan mampu melihat secara jernih karena akan mengendalikan hati orang tersebut.

Tingkat Keempat : Membaca dengan Khusyu

Apakah masih ada yang lebih tinggi dari tadabbur? Tentu saja. Allah terus mendorong manusia untuk mencapai tingkatan tertinggi ini. Tingkatan tertinggi adalah membaca Al-Quran dengan Khusyu. Khusyu disini adalah suatu keadaan hati seseorang berupa ketenangan, ketundukan, rasa takut, kerendahan diri di hadapan Allah swt yang nantinya akan memunculkan sikap dalam bentuk fisik, baik berupa ketundukan, kerendahan diri, menundukkan pandangan dan merendahkan suara.

Itulah tingkatan dalam membaca Al-Quran. Sudah dimanakah kita? Semoga anda dan kita semua mencapai tingkatan yang tertinggi.    

Info Paket Umroh & Wisata

116 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini