Tahalul, Kesaksian Abadi dan Hikmah yang Tersembunyi

Tahalul, Kesaksian Abadi dan Hikmah yang Tersembunyi

Sobat Rihaal – Mungkin kita tidak asing dengan kata ‘Tahalul’ dalam ibadah haji maupun umrah. Ya, perlu diketahui bahwa tahalul merupakan salah satu rukun haji atau umrah yang dilakukan dengan mencukur rambut kepala bagi laki-laki maupun perempuan, Bagi laki-laki, mencukur rambut kepala seluruhnya lebih baik daripada mencukur tiga helai rambut. Sedangkan bagi perempuan, Tahalul cukup dengan mencukur rambut minimal tiga helai. 

Makna Tahalul

Pelaksanaan tahalul berada di akhir pelaksanaan haji atau umrah, yakni setelah melakukan berbagai amalan dan manasik yang berarti pertemuan, dialog, pernyataan dan lai-lain. juga ketika ihram, mabit di Muzdalifah, melontar dan segala muatan arti atau pesan, doa, pernyataan, dan lain-lain. Tahalul ini dilaksanakan oleh jamaah haji setelah melontar jumrah aqobah di Mina, pada tanggal 10 Dzulhijjah dan setiap jamaah umrah setelah selesai thawaf dan sa’i di baitullah pada sepanjang tahun.

Sebagai rangkaian penutup ibadah Haji dan Umrah, tahalul mempunyai makna lebih dari sekadar mencukur rambut saja, dibalik hal sederhana itulah terdapat pesan atau hikmah yang dapat kita semua petik untuk dijadikan perenungan dan pelajaran. Pencukuran ini dapat memberikan arti bahwa rambut yang terletak dibagian paling atas tubuh merupakan letak posisi yang paling mulia. Disamping itu, rambut juga merupakan bagian tubuh yang terus aktif, tumbuh tidak berhenti. Rambut merupakan saksi hidup, menyaksikan terus pertumbuhan, dan perjalanan hayat seseorang.

Tahalul

Jamaah Rihaal trip 7 Oktober 2019 selepas melaksanakan tahalul. (Sumber : Rihaal Media)

Tanda tangan atau persaksian

Menyikapi arti dari pencukuran rambut saat tahalul, yakni bahwa hal itu merupakan “tanda tangan” atau “persaksian” terhadap lembaran-lembaran yang telah diisi dalam bentuk pernyataan, pengakuan, dan permohonan pada semua manasik haji dan umrah sebelumnya. Seperti halnya bila ada suatu pertemuan penting yang biasanya terdapat lembaran pernyataan yang ditandatangani, maka pelaksanaan tahalul ini dapat diidentikkan dengan penandatanganan atau persaksian terhadap apa yang dijanjikan kepada Allah selama haji atau umrah itu. Pelaksanaan tahalul merupakan pamungkas dari berbagai pekerjaan haji dan umrah. Ia laksana “tanda tangan” yang dibubuhkan pada lembaran-lembaran peristiwa dan pernyataan serta berbagai amaliah haji dan umrah.

Kita tahu bahwa apa-apa yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat, hal ini juga menunjukkan bahwa anggota tubuh kita sendiri menjadi saksi atas perbuatan kita, terutama di hari akhirat. Allah SWT telah memberitakan peristiwa yang akan menimpa kita di akhirat nanti dan bagaimana persaksian seluruh anggota tubuh kita. firman Allah SWT dalam surah An-Nur ayat 24 yang artinya: “Pada hari (ketika), lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (An-Nur: 24).

Dalam firman-Nya, Allah SWT juga memberitakan bahwa kulit kita akan ikut berbicara sebagai saksi anggota tubuh kita yang lainya, bahkan bisa berdialog, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surah Fushishilat ayat 21 yang artinya:

“Dan mereka berkata kepada kulit mereka, ‘mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?’ kulit mereka menjawab, ‘Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata, telah menjadikan bumi pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptaan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kami dikembalikan.” (Fushishilat: 21).

Disini jelas bahwa rambut merupakan salah satu bagian dari saksi-saksi itu. Ia merupakan bagian dari kulit yang menutupi tubuh. Rambut kepala terletak pada bagian yang penting. Pantaslah ia menjadi “saksi utama”. Ketika manusia di dalam kubur, rambut lebih bertahan lama dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Ia merupakan “saksi abadi”, terus tumbuh selama hayat, tetap berada mewakili anggota tubuh yang lain.

Baca juga :

Apa Itu Umrah? Bagaimana Hukumnya? Yuk Simak!

Apa Munajatmu? Dimana Munajatmu ? Kepada Siapa Munajatmu?

Dapat kita pahami bersama bahwa tahalul mengandung makna pembersihan diri, penghapusan cara-cara berfikir yang kotor baik yang berangkat dari pemikiran dalam kepala maupun bagian tindakan lainya dan pamungkas dari perjalanan suci seseorang setelah melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Dengan adanya tahalul ini semoga kita semakin meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Alah, senantiasa bermuhasabah dan bersyukur kepada Allah, semakin yakin dan sadar bahwa amal, sikap, ucapan, dan janji yang diucapkan akan selalu dinilai oleh Allah SWT.

Mentoring Keluarga

Info Paket Umroh & Wisata

Sumber: Haji & Umrah Keagungan dan Nilai Amaliahnya oleh  Dr. H. Muslim Nasution.

Artikel Ini ditulis oleh M Nur Hidayat. Mahasiswa Fakultas Dakwah, Program Studi Manajemen Dakwah, Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta.

136 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini