Sudahkah Kita Berbakti Kepada Orang Tua? Berikut Hal Yang Perlu Kita Lakukan

Sudahkah Kita Berbakti Kepada Orang Tua? Berikut Hal Yang Perlu Kita Lakukan
foto by adarmaulana

Sobat Rihaal – Selain Trip Umroh plus Mesir, di bulan Maret ini Rihaal juga memberangkatkan Trip Umroh Reguler pada tanggal 05 Maret kemarin. Didampingi oleh Ustadz Siswo, Trip Umroh Reguler tersebut mengangkat tema  “Birrulwalidain” atau “Berbakti kepada orangtua”. Seperti yang sudah disampaikan oleh abu Hurairah jika, berbakti kepada orangtua bisa menjadi sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga.

Pengertian Birrul Walidain

Berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain) adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma’siat) dan mendoakannya apabila keduanya telah wafat. Sebagaimana telah dijelaskan di dalam Firman Allah SWT yang berbunyi:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali”.

Macam-Macam Birrul Walidain

Setelah kita mengetahui kewajiban kita sebagai anak untuk berbakti kepada orangtua, lalu hal apa sajakah yang wajib dilakukan? Berikut ada beberapa hal yang wajib kita lakukan terkait dengan birrul walidain:

  1. Mentaati Perintahnya, Selama Perintah Itu Tidak Melanggar Perintah Allah

Bagi anak, mentaati perintah orangtua hukumnya adalah wajib. Entah itu perintah kecil seperti membuang sampah, membeli bumbu masak di warung, dan lain sebagainya. Perintah seperti apapun wajib kita lakukan. Khususnya perintah untuk beribadah atau yang berhubungan dengan perintah allah SWT.

Akan tetapi perlu diingat juga, jika perintah orang tua mendurhakai perintah Allah, maka kita berhak untuk tidak menjalankannya tanpa perlu mendebat orangtua. Seperti firman Allah berikut: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesutau yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya” (QS. Luqman:15)

  1. Berbicara Dengan Lembut di Hadapan Mereka

Seringnya ketika kita sedang dalam keadaan lelah, dan orangtua menyuruh kita melakukan sesuatu, tanpa disengaja terkadang kita membantah perintah mereka dan ada juga yang berakhir dengan perdebatan. Padahal Allah SWT berfirman:

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al-Israa’ : 23)

  1. Mendahulukan Berbakti Kepada Ibu Daripada Ayah

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab: “Ibumu” , lalu laki-laki itu bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu” Laki-laki itu kembali bertanya: “Lalu siapa lagi?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu” Lalu siapa lagi? Tanyanya: “Ayahmu” jawab beliau (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Hadits diatas tidak bermaksud untuk lmemerintahkan lebih mentaati ibu daripada ayah. Akan tetapi lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu, yaitu lebih bersikap lemah-lembut, lebih berperilaku baik, dan memberikan sikap yang lebih halus daripada ayah. Hal ini apabila keduanya berada diatas kebenaran.

Ketiga hal diatas merupakan hal-hal yang perlu kita lakukan kepada orangtua kita yang masih hidup. Lalu bagaimana jika orangtua kita sudah meninggal? Berikut hal-hal yang perlu kita lakukan:

  1. Mendoakan Kedua Orangtua

Hal pertama yang wajib kita lakukan setelah orangtua meninggal dunia adalah mendoakan mereka. Ketika anak mendoakan kdua orangtuanya, niscaya kebaikan mereka berdua akan semakin bertambah, berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang mendoakan dirinya” (HR. Muslim no. 1631 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

  1. Menunaikan Hutang dan Janji Orangtua

Jika kedua orangtua kita telah meninggal, hendaknya kita sebagai walinya menunaikan wasiat kedua orangtua dan melanjutkan secara berkesinambungan amalan-amalan kebaikan yang dahulu pernah dilakukan keduanya. Sebab, pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amalan kebaikan yang dulu pernah dilakukan dilanjutkan oleh anak mereka. Selain itu, membayarkan hutang kedua orangtua baik berupa harta maupun puasa nadzar. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ، صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Barangsiapa yang meninggal dan masih menanggung hutang puasa, maka walinya yang menunaikannya” (HR. Bukhari Muslim, dll)

1,316 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini