Sudah Sampai Manakah Kualitas Puasa Kita?

Sudah Sampai Manakah Kualitas Puasa Kita?

Assalamua’alaikum warohmatullah wabarokaatuh..

Sahabat Rihaal yang dimuliakan Allah subhaanahu wata’aalaa. Alhamdulillahirobil’alamin kita telah sampai kita di bulan Rajab. Sehingga hanya bulan Sya’ban lah yang memisahkan kita dari kedatangan bulan Ramadhan yang senantiasa kita rindukan, rindu akan suasana syahdu dalam ibadah, rindu akan ampunan Allah subhaanahu wata’aalaa dan pahala dariNya yang tak terkira

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah subhaanahu wata’aalaa berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. (HR Muslim)

Lalu, sudah sejauh mana kita mengevaluasi belasan atau puluhan Ramadhan yang telah melewati kita? Sebenarnya apa sih yang bisa kita jadikan patokan sekaligus cermin untuk berkaca sampai mana usaha kita menghidupkan dan memperbaiki ibadah puasa Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya?

Tiga golongan manusia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan

Imam Ghazali rahimahullah menjelaskan beberapa kriteria seorang muslim dalam menjalani ibadah Ramadhan. khususnya ibadah puasa yang memiliki kedudukan sebagai salah satu penopang agama islam menjadi tiga golongan:

  1. Puasa orang kebanyakan (shoumul ‘umuum)

Adalah ketika seseorang melaksanakan puasa Ramadhan terbatas hanya menahan syahwat perut dan kemaluan saja (كَفُّ الْبَطْن وَالْفَرْجِ عَنْ قَضَاءِ الشَّهْوَةِ)

  1. Puasa orang-orang tertentu (shoumul khushush)

Adalah puasa seseorang yang tidak terbatas hanya menahan lapar, haus dan syahwat kemaluan saja, lebih dari itu menahan segala kemampuan dan bagian tubuh kita baik pendengaran, penglihatan, ucapan, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya dari berbuat keburukan dan dosa.

  1. Puasa khusus dari orang-orang tertentu (shoumu khushushil khushush)

Secara umum puasa dalam kategori ini adalah gabungan dua puasa sebelumnya dan ditambahkan dengan puasa hati dalam menahan diri dari berpikir sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Allah subhaanahu wata’aalaa, hari akhir, serta sesuatu yang tidak ada kebaikan ukhrowi didalamnya, sehingga ketika seseorang berpikir tentang hal-hal duniawi maka puasanya telah batal, kecuali hal-hal duniawi yang dipikirkan untuk kebaikan akhirat maka tidak batal Karena hal tersebut termasuk bekal akhirat bukan serta merta harta dunia.

Sahabat Rihaal yang dimuliakan Allah subhaanahu wata’aalaa

Maka pertanyaan terakhir: termasuk golongan mana kita dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan yang telah kita lewati? Apa yang akan kita lakukan untuk membuat Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya? Tentu semua jawaban dikembalikan kepada sahabat-sahabat semua.

Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh..

Baca Juga:

Hutang Puasa Ramadhan Belum Dibayar, Apa Konsekuensinya?

Saatnya Persiapkan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Darimana Asal Mula Penamaan Bulan Ramadhan?

 

Info Paket Umroh & Wisa

478 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini