Sepulang Umroh Apa yang Harus Kita Lakukan? – KH. Syatori Abdurrauf

Sepulang Umroh Apa yang Harus Kita Lakukan? – KH. Syatori Abdurrauf

Sobat Rihaal – Sering kita mendengar orang mengucapkan “semoga umroh atau haji-nya mabrur ya”. Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan haji mabrur? Seperti apa sebenarnya haji mabrur itu? Penasaran kan? Yuk simak!

Tulisan ini disadur dari kajian KH. Syatori Abdurrauf, Al Hafidz di Sekolah Umroh Rihaal. Sobat Rihaal, siapapun orangnya yang melaksanakan ibadah Haji atau Umroh. Pasti ingin Haji dan Umroh-nya mabrur. Mabrur artinya diterima oleh Allah SWT. Siapapun orangnya yang ketika berhaji berumroh mabrur balasannya disebutkan oleh Nabi kita Muhammad SAW, “Haji Mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga”.

 

Siapa orang yang tidak menginginkan syurga? Terus seperti apakah Haji yang mabrur itu? Adalah beliau Hasan Al Basri, seorang ulama yang pernah ditanya tentang Haji yang mabrur itu. Beliau mengatakan :

“Haji mabrur adalah Hajinya orang-orang yang pada saat dia kembali ke kampung halamannya, kembali ke tanah airnya, jadi orang yang dia menyebutnya sebagai sosok yang zahidun fiddunya rohibun fil akhiroh”.

Yang secara bahasa artinya orang yang zuhud terhadap dunia dan orang yang punya rasa cinta dan rindu kepada akhirat. Itulah pengertian zahidun fiddunya rohibun fil akhiroh. Dan inilah pengertian orang yang hajinya orang yang umrohnya mabrur di sisi Allah SWT. Artinya sahabat Rihaal, ibadah haji dan ibadah Umroh itu sejatinya adalah ibadah yang mendidik jiwa manusia serta mendidik jiwa siapapun menjadi jiwa yang zuhud kepada dunia dan cinta serta rindu kepada akhirat. Inilah makna dan tujuan daripada melaksanakan ibadah Umroh atau ibadah Haji. Kita menjadi orang yang zuhud, menjadi orang yang rahibah, menjadi orang yang cinta kepada akhirat yang kemudian dimanifestasikan dalam bentuk menjadikan apapun yang ada dalam hidup kita yang mempunyai nilai akhirat. Dunia bukan lagi untuk dunia, tetapi dunia untuk akhirat.

Baca juga : 

3 Syarat Agar Ibadah Umroh Diterima

Mengajarkan Membaca dan Menghafalkan Al Quran Sedari Dini

Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jum’at, Kapankah Itu?

Tentang ini ada satu pelajaran berharga yang itu kita bisa temukan di Tanah Suci. Kenapa kemudian kita harus menjadi pribadi yang zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Alkisah ada suami isteri jamaah Haji yang dia bisa juga jamaah umroh yang tempatnya katakanlah di Misfalah kira-kira 1 km dari Masjidil Haram. Berangkat ke Masjidil Haram jam 9 pagi ketika ditanya mau kemana? Jawabnya mau dzuhuran di Masjidil Haram. Berangkatlah kedua beliau ini jam 9 untuk sholat Dzuhur ke Masjidil Haram. Tapi semua kita tahu bahwa siapapun yang berangkat ke Masjidil Haram pasti akan melewati pertokoan. Nah disinilah masalahnya. Disetiap toko kedua beliau ini mampir, mampir, mampir, kita bisa pastikan pada saat adzan Dzuhur berkumandang, keduanya belum sampai. Mengapa belum sampai? Ini gambaran karena hatinya masih cinta kepada dunia. Orang-orang yang hatinya masih cinta kepada dunia hampir bisa dipastikan hidupnya tidak akan pernah sampai. Hidupnya tidak akan pernah sampai.

UMROH MURAH

Mau Info Paket Umroh & Wisata Klik Disini ya

Inilah yang kita inginkan bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat karena inilah yang membuat hidup kita insyaAllah mencapai pada tujuannya. Dan proklamasi bahwa kita telah menjadi pribadi yang zuhud terhadap dunia. Maklumat bahwa kita sudah menjadi pribadi yang zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat itu dimanifestasikan dalam bentuk kita melaksanakan tahalul. Tahalul adalah gambaran betapa Umroh kita telah selesai. Tahalul adalah gambaran bahwa hidup kita sudah selesai dan selesainya hidup pada saat kita telah menjadi pribadi yang zuhud terhadap dunia dan cinta kepada akhirat. Menjadikan apapun yang ada dalam hidup kita semuanya mempunyai nilai akhirat. Mudah-mudahan tahalulnya kita waktu melaksanakan ibadah Umroh tidak hanya tahalul fisik tapi itulah gambaran betapa jiwa yang zuhud terhadap dunia cinta terhadap akhirat, sudah tertanam sangat kuat terhadap diri kita yang insyaAllah itu sudah pertanda kehidupan kita sesudah itu adalah kehidupan yang diwarnai jalan menuju ke syurga.

 

325 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini