Rumus Kehidupan

Rumus Kehidupan

Seni dari sebuah kehidupan

Sahabat rihaal yang dimuliakan Allah subhaanahu wa ta’aalaa

Kata orang hidup bagaikan naik roller coaster. Ada tanjakannya, ada turunannya, ada yang takut lalu berteriak histeris dan menangis. Ada pula yang tidak takut bahkan suka dan menikmatinya.

Dalam islam, kita dikenalkan dengan perubahan alur kehidupan, kita diajarkan bahwa segala yang kita inginkan tidak serta merta selalu kita dapatkan. Dan kita pun tidak mengetahui apa yang akan menimpa kita di masa depan. Itulah yang kita sebut dengan qadha dan qadar, yang tanpanya tidak sempurnalah sebuah keimanan.
Allah subhaanahu wata’aalaa berfirman :

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ () ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. ” (Yunus : 62-63)

Rumus kehidupan

Untuk meredam takut dan sedih, maka caranya telah Allah berikan. Senantiasa beriman dengan “sempurna” serta bertakwa (amal soleh) sebagai ejawantahnya.

Iman adalah harta paling berharga. Tanpanya kita menjadi cela. Dan dengannya hanya kebaikanlah yang menjadi akhir pekara. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7692)

Maka syukur dan sabar adalah kunci, menjadi bahagia dikehidupan ini dan beruntung di alam nanti (akhirat). Syukur dengan mengembalikan fungsi fasilitas hidup sebagai sarana untuk menyembahNya. Dan sabar dengan menahan diri dari mendurhakaiNya.

Kesempatan melakukan keduanya (syukur dan sabar) tak pernah tertutup. Selama cahaya iman dalam hati tak redup. Kita tahu itu tidak mudah. Tapi, bukankan kita yakin Allah melihat proses kebaikan yang dilakukan dengan susah payah?.

Baca juga :

Reaksi Kaum Muda Arab Terhadap Krisis COVID-19 Melalui Seni

Merangkul Musibah dengan Istirjaa’

Meningkatkan Keimanan di Masa Social Distancing

Panjatkan Doa Terbaikmu di Taman Surga Dunia

Sahabat rihaal,

Saya sampaikan sebagai pembelajaran diri, dan untuk sahabat yang saya cintai. Jagalah iman kita. Sekalipun corona melanda. Sekalipun ujian menjumpa. Perbanyak perbendaharaan kebaikan untuk kita jalani, kenali banyak keburukan untuk dijauhi. Semoga Allah mencatat kita sebagai hambanya yang selalu dan senantiasa berusaha berbakti. Yang menjadi sebab rahmatNya turun kepada kita tiada henti. Aamiin

Info Paket Umroh & Wisata

988 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini