Piagam Madinah, Konstitusi Tertulis Pertama di Dunia

Piagam Madinah, Konstitusi Tertulis Pertama di Dunia

 

Sobat Rihaal – Tahukah Sobat bahwa Piagam Madinah menjadi salah satu loncatan besar pemikiran modern dan konstitusi pertama di dunia yang dibuat oleh Baginda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Mengapa demikian? Mari kita simak bersama…

Konstitusi Modern Tertulis Pertama di Dunia

Awal mula Piagam Madinah dibuat seiring dengan hijrah atau kepindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatsrib (kemudian bernama Madinah). Piagam Madinah tidak hanya sebuah perjanjian biasa. Namun sebagai konstitusi atau undang-undang modern yang ada pada zamannya. Hal ini menjadi suatu loncatan besar bagi manusia dalam tatanan sosial modern. Piagam Madinah berisi perjanjian antara penduduk Madinah yang berbeda-beda suku dan agama. Piagam Madinah menjadi konstitusi tertulis pertama di dunia. Walaupun sudah ada konstitusi Athens di Yunani tapi tidak ada bukti sahih. Hanya laporan keberadaannya tanpa bukti tertulisnya.

Jamaah Rihaal trip 16 September 2019 di Masjid Nabawi – Madinah. (Sumber : Rihaal Media)

Ketika Rasulullah hijrah ke Yatsrib, umat Yahudi dan suku-suku Arab politeis menjadi kelompok mayoritas. Sensus yang dilakukan pada masa Rasulullah terlihat bahwa non-Muslim lebih dominan berbanding Muslim. Pada masa itu penduduk Madinah berjumlah 10.000 orang. Muslim sebanyak 1.500 orang, Yahudi 4.000 orang, dan sisanya suku-suku Arab. Saat itu Yatsrib sering terjadi perang suku sehingga suku ‘Aus dan Khadraj memilih Rasulullah sebagai orang luar kota Yatsrib sebagai mediator konflik. Kesempatan tersebut digunakan oleh Rasulullah untuk melebarkan lokasi dakwah. Karena pada masa itu Makkah sudah tidak kondusif untuk meneruskan dakwah dengan baik. Sehingga Rasulullah perlu meneruskan rumah baru untuk dakwah. Sehingga Rasulullah menyiapkan hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah).

Baca juga : 

Keutamaan-Keutamaan Dibalik Keistimewaan Masjid Quba Madinah

Museum Kereta Api Anbariya. Tempat Paling Legendaris di Kota Madinah

Rasulullah mendatangi satu per satu suku yang ada di Madinah untuk mengetahui apa yang mereka inginkan guna merumuskan Piagam Madinah. Piagam Madinah disepakati pada 12 Ramadan tahun 1 Hijriyah. Piagam ini menjadi tata politik dan sosial baru dibawah otoritas Rasulullah dimana Madinah menjadi negara berasas hukum Islam. Mu’minun sebagai satu unit politik dan Rasulullah sebagai penengah utama. Piagam Madinah menyatakan bahwa warga Muslim dan non Muslim (Madinah) adalah satu bangsa. Yahudi, Kristen, dan non-muslim lainnya dilindungi secara hukum dari bentuk penistaan dan gangguan lain. Mereka harus saling bergabung untuk pertahanan bersama apabila ada serangan dari kaum Quraisy.

 Info Paket Umroh & Wisata

Pelanggar Piagam Madinah

Piagam Madinah berjalan seperti biasa hingga pada akhirnya kaum Yahudi dari Bani Qainuqa melanggar perjanjian itu hingga terjadi peperangan. Namun pada akhirnya Rasulullah memerintahkan mereka untuk keluar dari kota Madinah. Hingga akhirnya orang-orang Bani Qainuqa meninggalkan Madinah dan menuju Syam. Di dalam Al-Quran berkali-kali disebutkan bahwa watak kaum Yahudi di masa lalu adalah gemar berkhianat terutama dalam mengingkari janji. Sedari awal mereka tidak serius dalam dalam Piagam Madinah yang dibuat. Karena bagi mereka meneken Piagam Madinah berarti tunduk pada pendatang dari Makkah yaitu Rasulullah. Hmm… jadi Sobat jangan sekali-kali mengingkari janji ya!

sumber : Ensiklopedia Peradaban Islam Madinah oleh Dr. M. Syaii Antonio, M.Sc dan Tim Tazkia.

244 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini