Petra, Kota Bebatuan dan Teknologi Irigasi Peninggalan Peradaban Manusia

Petra, Kota Bebatuan dan Teknologi Irigasi Peninggalan Peradaban Manusia

Sobat Rihaal – Pernah terbayang kota yang bangunannya terbuat dari batu diantara tebing-tebing besar? Hmmm bukan di film! Ternyata kota batu tersebut benar ada di kehidupan nyata dan pernah masuk dalam peradaban manusia lho! Dimana ya? Yuk simak!

Adalah Petra yang terletak di negara Yordania. Petra dalam bahasa Yunani berarti batu. Petra berjarak sekitar 233 km atau berkendara lebih kurang 3 jam dari Amman, ibukota Yordania. Petra terletak di tengah antara Teluk Alba dan Laut Mati di ketinggian 800-1396 meter di atas permukaan laut. Petra mulai dikenal dikalangan turis semenjak tahun 2007 diakui sebagai tujuh keajaiban dunia. Keajaiban Petra salah satunya terletak pada arsitektur yang dipahat di bebatuan dan sistem pengairannya. Menariknya, beberapa literatur mengatakan bahwa Petra dibangun pada awal tahun 312 sebelum masehi. Petra masuk dalam situs warisan UNESCO sebagai salah satu peninggalan kultural yang paling penting dalam peradaban manusia.

Salah satu bangunan yang ada di kawasan Petra, Yordania. (Sumber : Rihaal Media)

Teknologi Pengairan yang Rumit

Lokasi Petra yang tersembunyi diantara tebing-tebing menjadikannya memiliki pertahanan kota yang kuat. Selain itu terletak di tengah teluk dan laut membuatnya menjadi kota yang memiliki sistem teknologi pengairan atau irigasi yang rumit. Pada masa itu belum ada teknologi semacamnya. Namun hingga saat ini sistem pengairan tersebut masih bisa digunakan. Hal ini sangat memungkinkan pada masa itu Petra sebagai kota yang mandiri. Sobat Rihaal perlu ketahui bahwa dulunya Petra ini menjadi ibukota Nabath yang sudah ada pada 132 sebelum masehi. Suku Nabatea adalah suku asli Petra. Petra menjadi tempat pemberhentian jalur perlintasan khafilah dan jalur perdagangan yang menghubungkan Mesir dengan Suriah dan Arab Selatan dengan Mediterania.

Indah Dikala Matahari Terbit

Petra adalah kota yang dibangun di antara bebatuan. Diukir dan dipahat di zamannya. Petra sempat dihuni hingga 20.000 jiwa. Kota ini sangat menarik untuk Sobat kunjungi di kala matahari terbit. Hal ini sangat tampak dari dinding-dinding bangunan mengeluarkan spektrum warna kota batu yang sangat indah dan membuat siapa pun yang melihatnya menjadi takjub. Sayangnya kekuasaan Petra pada masa itu harus menjadi sejarah semenjak dikuasai oleh bangsa Romawi. Hingga terlantar begitu saja karena bangsa Romawi setelahnya fokus pada menguasai Konstantinopel.

Baca juga : 

Jembatan Allenby, Jalur Internasional Lintas Negara Yordania – Palestina

Amman, Ibu Kota Yordania yang Aman untuk Kunjungan Wisatawan

Menyusuri Gua Ashabul Kahfi, Yordania

Worth It untuk Dikunjungi

Tiket masuk kawasan Petra 50 JD atau sekitar 700 ribu rupiah. Menjadi destinasi favorit wisatawan pada November 2017 turis yang mengunjungi hingga 521.000 orang. Jika Sobat lelah berjalan mengelilingi Petra, jangan khawatir. Disana tersedia penyewaan unta dan pemandunya. Gunung Harun menjadi tempat tertinggi di Petra. Banyak orang mempercayai bahwa diatas Gunung Harun tempat dimana Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa as. Petra sangat worth it untuk dikunjungi. Jadi kapan nih mau mengunjungi Petra? Yuk kunjungi bersama Rihlah Dunia!

Info Paket Umroh & Wisata

98 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini