Penting Diketahui! Pengertian Ihram dan Tata Cara Memakainya

Penting Diketahui! Pengertian Ihram dan Tata Cara Memakainya

Apa sih pengertian pakaian ihram itu?

Ihram dalam bahasa Arab diambil dari kata hurmah atau haram, yang berarti larangan atau penekanan. Bisa juga diartikan sebagai permulaan larangan yang kuat untuk suatu hal yang sebelumnya diperbolehkan. Sedangkan secara istilah di dalam hukum fiqih, ihram dapat diartikan sebagai permulaan dari suatu amalan tertentu. Maka dari itu dalam shalat terdapat rukun takbiiratu l ihraam dimana kita tidak diperbolehkan mengerjakan apapun setelahnya selain gerakan shalat.

Meanwhile dalam umrah dan haji, ihram adalah penanda bahwa seluruh manasik dan rukun-rukun umrah atau haji harus mulai dikerjakan. Dan harus meninggalkan larangan-larangan yang ada di keduanya. Karena jika kita melanggar salah satu dari larangan ihram tersebut, konsekuensinya adalah dengan membayar dam atau denda.

Sebelum mengenakan pakaian ihram, dianjurkan untuk mandi dan wudhu terlebih dahulu. Setelah mandi dan wudhu, dianjurkan juga untuk mendirikan shalat sunnah. Lalu mulai melafadzkan niat diatas kendaraan yang akan kita kendarai selama perjalanan umroh (bus).

Pakaian ihram bagi laki-laki

Pakaian ihram yang syar’i bagi laki-laki adalah dua lembar kain izaar putih bersih yang dapat menutup aurat secara sempurna. Dan tidak diperbolehkan juga bagi laki-laki untuk mengenakan pakaian sudah terjahit, seperti kemeja, gamis, kaos/celana dalam, dan semisalnya. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar dalam shahihain:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنَ الثِّيَابِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ يَلْبَسُ الْقُمُصَ وَلاَ الْعَمَائِمَ وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ وَلاَ الْبَرَانِسَ وَلاَ الْخِفَافَ إِلاَّ أَحَدٌ لاَ يَجِدُ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ وَلاَ تَلْبَسُوا مِنَ الثِّيَابِ شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ أَوْ وَرْسٌ (متفق عليه)

Dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma seorang laki-laki telah bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. “Wahai Rasulallah, pakaian apakah yang seharusnya dikenakan oleh seorang yang berihram (muhrim)?”. Rasulullah menjawab, “(agar) tidak mengenakan kemeja, imamah (sorban), celana, peci/kupluk, dan tidak juga khifaf (khuf/stiwel). Kecuali ada satu orang diantara kalian yang tidak memiliki sandal maka ia mengenakan stiwel dengan memotong keduanya hingga di bawah mata kaki. Dan janganlah mengenakan pakaian yang sudah terkena za’faran atau wars (sejenis wewangian)”. Hadist muttafaq ‘alaih.

Baca juga: 3 Tahap Meraih Kesempurnaan Dalam Melaksanakan Haji

Cara berihram bagi laki-laki

Langkah pertama yang dilakukan untuk berihram bagi laki-laki adalah menutupi bagian bawah tubuh menggunakan lembar kain pertama. Dengan cara menyarungkan kedua ujung kain ke sebelah kanan. Lalu menyatukan kedua ujung kain tersebut dan kemudian melipatnya secara bersamaan ke arah kiri. Dan yang terakhir mengencangkan ikatan di pinggang serta menggulungnya sebagaimana menggulung kain sarung. Jika kain tersebut masih belum cukup kencang, maka diperbolehkan untuk menggunakan sabuk sebagai pengikat agar tidak melorot.

Langkah kedua adalah menutupi tubuh bagian atas dengan lembar kain kedua. Dengan cara menyelipkan ujung kain sebelah kiri pada gulungan kain di pinggang sebelah kanan. Lalu kita selendangkan ujung kanan kain ihram untuk menutupi bagian atas badan.

Pakaian ihram bagi wanita

Sedangkan pakaian ihram wanita kurang lebih sama halnya dengan pakaian mukena yang biasa digunakan untuk shalat. Baju ihram wanita harus menutup seluruh bagian tubuh wanita kecuali muka dan telapak tangan. Tidak diperbolehkan bagi wanita untuk menutup mukanya dengan cadar atau mengenakan baju berbahan tipis yang dapat membentuk bentuk tubuh. Dan the most noteworthy, tidak ada larangan bagi wanita untuk mengenakan pakaian ihram yang berjahit.

Berihram bagi wanita menjadi lebih simpel. Karena tidak ada larangan untuk mengenakan baju berjahit, maka diperbolehkan bagi wanita mengenakan pakaian apapun. Dengan syarat harus menutupi aurat, tidak ketat atau tipis, tidak mencolok, dan tidak mengundang syahwat lawan jenis. Disunnahkan bagi wanita untuk mengenakan berihram dengan pakaian berwarna putih.

Untuk lebih mudahnya lagi, kami sudah siapkan visual post di bawah ini:

Nah, demikianlah tulisan singkat mengenai pengertian pakaian ihram dalam umroh dan haji. Semoga bermanfaat, ya!

 

157 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini