(Part 2) 4 Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji

(Part 2) 4 Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji

Masih membahas tentang Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji, poin ketiga yang menjadi rahasia agar kita menjadi seorang yang di “mampukan” oleh Allah SWT untuk berangkat ke Tanah Suci adalah sebagai berikut: 

MEMINTA “APAPUN” KEPADA ALLAH MESKIPUN ITU TIDAK MUNGKIN

Diantara kebiasaan yang dilakukannya juga adalah selalu meminta apapun kepada Allah disetiap kesempatan. Kalaupun kita tidak memiliki apapun dari segi materi, kita punya Allah yang bisa selalu kita mintakan apapun kepada-Nya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”(QS. 2 : 186)

Jangan ditanya lagi berapa kali beliau berdo’a disetiap harinya. Waktu favoritnya adalah berdo’a diantara azan dan iqamah di setiap shalat lima waktu. Untuk yang satu ini, beliau selalu berusaha bisa bersiap shalat sebelum azan dikumandangkan, subhanallah.

Allah Tidak Memanggil yang Mampu, Namun Allah Memampukan Mereka yang Mau, yang Rindu dan Yakin!! Bismillah Umroh Tahun ini.

SELALU IKHLAS

Ikhlas adalah kunci sukses ibadah kita kepada Allah SWT. Lurusnya ibadah atau amal yang kita kerjakan terletak pada ikhlasnya amal yang kita kerjakan. Nah, beliau ini selalu menempatkan ikhlas sebagai salah satu resep suksesnya. Dimana beliau selalu mudah memenuhi seruan Allah tanpa maksud apapun bahkan menunaikannya di awal waktu selagi kebanyakan orang sibuk dengan aktifitasnya.

Keikhlasannya juga ditunjukkan bagaimana dia menjalani hidup dengan selalu bersyukur atas karunia yang Allah curahkan kepadanya. Meskipun menurut ukuran manusia kebanyakan hidupnya dipenuhi keterbatasan.

Baca juga :

Jadikan Akhir Tahun Lebih Berkesan Dengan Pergi Umroh

Ikuti Tips Berikut Agar Umroh Tak Sekedar Wisata Hati

Jadi, bukan besar kecilnya kekayaan yang menyebabkan orang itu sukses ataupun bisa menunaikan ibadah haji. Tapi, faktor “keberkahan” itu menjadi sesuatu yang penting untuk bisa kita upayakan. Menurut istilah yang dikemukan oleh Imam Al Ghazali, berkah (barakah) artinya ziyadatul khair, yakni “bertambahnya kebaikan”. Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak dan usia.

Dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi disebutkan, berkah memiliki dua arti. Pertama, tumbuh, berkembang atau bertambah. Kedua, kebaikan yang berkesinambungan. Masih menurut Imam Nawawi, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”. Dalam keseharian kita sering mendengar kata “mencari berkah”, bermaksud mencari kebaikan atau tambahan kebaikan. Baik kebaikan berupa bertambahnya harta, rezeki maupun berupa kesehatan, ilmu dan amal kebaikan (pahala). Wallahu a’lam…

Bismillah Haji, insyaallah besok giliran kita semua. Aamiin

 

*) Kisah ini ditulis kembali oleh Arif Prasetyo Aji seperti penuturan “Bapak” dalam cerita ini yang diceritakan kepada seorang Ustadz di forum pengajiannya. Foto hanyalah ilustrasi.

Info Paket Umroh Klik Disini

89 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini