Nikmat Waktu Mana Yang Sering Anda Lupakan?

Nikmat Waktu Mana Yang Sering Anda Lupakan?

Sungguh Allah Maha Besar atas karunianya atas ”waktu” yang dianugerahkan kepada kita. Al Qur’an dan Sunnah sangat menaruh perhatian terhadap waktu dari berbagai aspek dan dengan bentuk-bentuk yang beragam. Perhatian ini menunjukkan betapa pentingnya waktu dan untuk mengungkap besarnya nikmat Allah didalamnya.

Sering sekali kita mendengarkan ungkapan seperti halnya,”waktu adalah pedang” atau juga ”waktu adalah uang” dan mungkin sebutan-sebutan lainnya. Apalagi saat ini kita selalu merasa bahwa putaran waktu terasa begitu cepat. Tiba-tiba sudah sore, tiba-tiba sudah hari senin lagi, tiba-tiba sudah tanggal tua lagi he..he.

Dia yang Menundukkan Matahari dan Bulan Bagimu

Dalam rangka menjelaskan karunia dan besarnya anugerah Allah kepada manusia, Al Qur’an menuturkan dalam surat Ibrahim ayat 33-34, “Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya), dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya”.

Dalam menjelaskan aspek pentingnya waktu ini, Allah SWT telah bersumpah pada permulaan berbagai surat dalam Al Qur’an yang turun di Makkah dengan berbagai macam bagian dari waktu. Misalnya bersumpah : demi waktu malam, demi waktu siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha dan demi masa. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT yang tampak dalam surat-surat Al Qur’an berikut ini.

”Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang.”

(Al Lail : 1-2)

”Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (Al Fajr : 1-2)

”Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (Adh Dhuha : 1-2)

”Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.” (Al Ashr : 1-2)

Yukk manfaatkan waktu dan sisa umur kita untuk beribadah ke Tanah Suci. Jangan sampai waktu kita terbuang untuk hal yang sia-sia

Menurut pengertian yang populer di kalangan para mufassirin dan juga dalam perasaan kaum muslimin, apabila Allah bersumpah dengan sesuatu dari ciptaan-Nya, maka hal itu mengandung maksud agar kaum muslimin memperhatikan kepada-Nya dan agar hal tersebut mengingatkan mereka akan besarnya manfaat dan impressinya.

Empat Hal yang Akan Ditanyakan di Akhirat

Tentang hal tersebut telah diriwayatkan oleh Mu’adz Bin Jabal ra, bahwa Nabi SAW telah bersabda, ”Tiada tergelincir kedua telapak kaki seorang hamba di hari kiamat, sehingga ditanya tentang empat hal, yaitu tentang umurnya dimana ia habiskan, tentang masa mudanya dimana ia binasakan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya.” (HR. Al Bazzar dan Ath Thabrani)

Sahabat, waktu yang kita miliki saat ini akan kita gunakan untuk apa? Semua pilihan terbentang luas karenanya selalu bertanyalah ke dalam diri masing-masing. Sambil memegang dada, katakan pada diri sahabat sekalian, ”Untuk apakah saya hidup dan kemana jalan yang akan saya tempuh?” Semoga kita menemukan sebaik-baik tempat kembali. Al Qur’an Surat Al Fajr ayat 28-30 mengingatkan kepada kita, ”Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku”.

Bismillah, Semoga Allah anugerahkan kita sebagai ahli surga.

*) ditulis Arif Prasetyo Aji, diambil dari berbagai sumber

Info Paket Umroh Klik Disini

90 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini