Mukjizat Nabi Musa a.s., Tongkat Menjadi Ular Hingga Terbelahnya Laut

Mukjizat Nabi Musa a.s., Tongkat Menjadi Ular Hingga Terbelahnya Laut

Sobat Rihaal – Perjalanan kisah Nabi Musa a.s. dan Bani Israil menjadi kisah yang mendominasi isi Al-Qur’an. Tidak hanya satu surah, tetapi banyak kisah Nabi Musa di surah yang lainnya. Seperti apa kisah Nabi Musa? Mari kita simak bersama…

Nabi Musa disebutkan 136 kali dalam Al-Qur’an. Jumlah itu tentunya lebih banyak daripada nama Nabi Isa yang hanya disebut 25 kali dan Nabi Nuh disebutkan 43 kali. Hal ini tentunya banyak kisah menarik dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Musa a.s. Allah menginginkan kita meneladani sifat Nabi Musa yang sabar dalam berdakwah serta menghadapi ujian yang bertubi-tubi.

Tongkat Menjadi Ular

Nabi Musa diutus oleh Allah untuk menyelamatkan Bani Israil dari Firaun. Melihat upaya Nabi Musa dalam berdakwah yang cukup baik dalam mengajak untuk menyembah Allah, tentunya ini menjad kekhawatiran bagi Firaun. Firaun takut kekurangan bahkan kehilangan pengikut, maka Firaun mengadakan satu pertandingan antara kaum sihirnya dengan Nabi Musa. Nabi Musa berdo’a dan memohon kepada Allah agar diberi perlindungan oleh Allah.

Pertandingan pun di mulai. Para ahli sihir memulainya dengan melemparkan tongkat ke tanah dan seketika tongkat itu menjadi ular. Semua yang melihat tertegun dengan keahlan para sihir dari Firaun. Nabi Musa juga melakukan hal yang sama. Beliau melemparkan tongkatnya seketika tongkat tersebut menjadi ular. Namun ular yang ada adalah ular yang besar dan lapar sehingga memakan ular-ular sihir lainnya. Seketika mereka ahli sihir itu tertegun dan beriman kepada Allah.

“Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun””. (Q.S. Al-A’raf : 121-123)

Terbelahnya Laut

Firaun merasa marah dengan mulai banyaknya pengikut Nabi Musa. Maka Firaun mengancam dan mengejar Nab Musa dan pengikutnya untuk dihabisi. Tibalah di sebuah laut yang kita kenal dengan Laut Merah. Nabi Musa dan pengikutnya terjebak pada jalan yang dihadapannya adalah laut. Sedangkan Firaun dan pasukannya terus mengejar. Maka Allah mewahyukan :

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (Q.S. Asy-Syu’ara’ : 63)

Mereka menyeberangi belahan laut itu sambil dikejar Firaun dan tenteranya yang seterusnya ditenggelamkan Allah sebagaimana firman-Nya :

“Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.” – (Q.S. Taha : 78)

Sobat Rihaal, demkianlah kisah Nabi Musa. Masih banyak lagi cerita kisah Nabi Musa yang lebh lengkap di Al-Qur’an. Makam Nabi Musa diyakini terletak 11 km di sebelah selatan Jericho atau 20 km di timur Yerusalem dan menjadi bagian dari wilayah Yordania. Makam Nabi Musa AS terletak di salah satu ruang masjid yang berdiri di atas bukit wilayah tersebut.

61 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini