[MUALAF] Ketika Hidayah Islam Datang Kepadaku

[MUALAF] Ketika Hidayah Islam Datang Kepadaku

MUALAF – ada beberapa pengertian tentang Mualaf. Namun yang banyak dikenal oleh masyarakat ialah seorang (non muslim) yang baru saja masuk Islam. Ada cerita menarik, pada salah satu jemaah Umroh Rihaal. Ialah Bapak Sakri dan Ibu Natalia. Beliau berdua ini merupakan seorang pasangan suami-istri (mualaf) yang sedang dalam proses belajar tentang Islam. Mau tahu kisah dibalik ke mualafan mereka? simak kisahnya dibawah yaa..

Apakah Anda Seorang Mualaf?

Saat saya menerima manifest jama’ah Rihaal Umroh trip 3-11 desember 2018, saya langsung tertuju pada sebuah nama dengan nama depan Natalia. Saat datang ke One Day Training, saya tunggu kehadirannya. Dan memang benar dugaan saya, Bu Natalia bersama putranya yang masih balita ternyata berwajah oriental. Dan pastinya beliau mualaf, batin saya saat itu.

Kemarin waktu berangkat, beliau berdua datang terlambat 1,5 jam dari jadwal. Kami terus menghubunginya untuk memastikan tidak terjadi apa-apa. Saat sampai di Bandara kemudian sambil saya bantu mengaktifkan paket data umroh mengalirlah cerita dari beliau berdua. “Hari ini kami mendapatkan ujian Ustadz, anak kami tiba-tiba menangis tidak mau ditinggalkan. Saya antarkan anak dulu ke tempat saudara dan alhamdulillah jalanan macet karena hujan”, ujar Pak Sakri, suami Bu Natalia.

“Maaf, ibu mualaf?”, tanya mas Hamzah. Sebelum Bu Natalia menjawab pertanyaan Mas Hamzah, Pak Sakri menyela duluan, “Saya juga mualaf mas”. Iya memang beliau berdua ini mualaf. Bu Natalia, keturunan Tionghoa dan beragama Katholik. Sedangkan Pak Sakri, keturunan Jawa dan beragama Hindu. Keduanya baru saja menikah dan rencananya sepulang umroh nanti baru diadakan resepsi. Anak balita yang dibawa Bu Natalia saat ODT adalah anak dari pernikahan sebelumnya.

Baca juga :

Lengkap!! Proses dan Cara Mendaftar Umroh

Cerita Sahabat Merancang Umroh Sendiri

Umroh Plus Turki

paket umroh jogja, umroh start jogja, umroh promo jogja, biro umroh jogja, travel umroh jogja, umroh jogja murah, umroh jogja terbaik, harga umroh jogja, umroh plus Cappadocia, umroh ramadhan 2019, biro umroh terbaik, paket umroh murah, travel umroh terbaik, travel umroh terpercaya, harga umroh murah, paket umroh syawal, harga paket umroh, umroh plus capadocia, umroh promo jogja, biro umroh jogja, travel umroh Surabaya, merancang umroh, biro umroh resmi, nur Ramadhan, paket umroh 2018, paket umroh 2019, paket umroh murah, biro umroh solo, paket umroh murah dari jogja, tour and travel turki, travel agent turki

Bagaimana Hidayah itu Datang?

Sahabat, begitu mahalnya hidayah karenanya kita yang sudah memeluk Islam sejak lahir, pun perlu berdo’a agar hidayah itu tetap Allah berikan kepada kita. Dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijrah menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya”.

“Apa motivasi Bapak untuk menunaikan ibadah umroh ini?”, tanya kami lagi. Kata Pak Sakri, “Kami ini kan baru hijrah dengan memeluk agama Islam, sehingga kami ingin akselerasi untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya”. Sambil terus menjawab, terlihat mata beliau berkaca-kaca dengan buliran air bening lembut yang mengalir di pipinya. “Ternyata ada ya mas sarana bagi kami untuk mendulang pahala dari Allah SWT. Kan shalat di Masjid Nabawi pahalanya seribu kali dibandingkan di Masjid biasa. Sedangan shalat di Masjidil Haram pahalanya seratus ribu kalinya daripada di Masjid biasanya”.

“Makanya dengan umroh ini kami ingin mengejar ketertinggalan kami. Disamping kami juga ingin taubat atas kesalahan dan dosa yang pernah kami perbuat. Kami ingin menjadi orang baik dihadapan-Nya”, jawab Pak Sakri. Tak terasa obrolan kami lumayan panjang dan hatus kami sudahi karena udah waktunya masuk gate untuk melanjutkan penerbangan ke Madinah.

Rasulullah SAW bersabda seperti yang diriwayatkan Nasa’i, “Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya”.

Pict : Pak Sakri & Bu Natalia di Bandara Juanda sebelum melanjutkan penerbangan ke Madinah.

Wassalam
Arif Prasetyo Aji

103 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini