Mengenal Konya, Kota Tokoh Sufi Dunia

Mengenal Konya, Kota Tokoh Sufi Dunia

Masjid dan Museum Mevlana, Konya (source: Google)

BismillahDear sobat Rihaal. Jika sobat berencana liburan ke Turki, jangan sampai lewatkan keunikan dan sejarah peradaban Islam di kota ini. Kota dengan julukan kota santri-nya Turki. Hmm, di mana tuh? Ada yang bisa nebak?

Yup .. betul, Konya, populer juga dengan sebutan kota sufi.

Konya merupakan sebuah kota kecil yang terletak di tengah-tengah Provinsi Anatolia, wilayah Turki yang masuk di benua Asia. Tidak jauh dari wilayah Kurdistan dan dekat dengan perbatasan Suriah dan Irak.

Menurut sejarah, Konya merupakan ibukota Dinasti Seljuk pada abad ke 11. Lokasinya yang berada di tengah-tengah padang tandus Anatolia, membuat kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Jalur Sutera. Tanahnya yang subur di sekitar kota menjadikan Konya pusat industri gandum di Turki, dengan skala industri pertanian yang besar.

Jika kita telusuri jejaknya jauh ke belakang lagi, Konya mulai dihuni manusia mulai dari 3000 Sebelum Masehi dan termasuk salah satu kota tertua di dunia. Konya dulu dikenal dengan nama Ikonium (bahasa Latin). Selama Kekaisaran Yunani, di bawah kekuasaan kaisar Claudius, kota ini berganti nama menjadi Claudioconium dan selama pemerintahan kaisar Hadrianus menjadi Colonia Aelia Hadriana.

Setelah kematian Alexander Agung pada tahun 330 SM, kerajaan Romawi terpecah. Kemudian kota ini jatuh ke kekuasaan Seleukos I Nikator. Lalu selama periode Helenistik (periode jatuhnya Alexander the Great), kota ini diperintah oleh raja-raja Pergamon. Raja terakhir Pergamon yang bernama Attalus III menjelang kematiannya menyerahkan kerajaannya kepada Republik Romawi.

Selama pemerintahan Kekaisaran Bizantin, Konya sempat hancur beberapa kali oleh pasukan muslimin di masa Kekhalifahan Bani Ummayah-Abbasyiah (abad ke 7-9). Kota ini sempat menjadi pusat penyebaran agama Kristen sebelum datangnya Bani Seljuk Turki di tahun 1069 hingga kemudian menjadi bagian dari Turki Utsmani di tahun 1487.

Hmm, begitulah sejarah Konya di masa lampau. Kembali ke masa kini ya sobat…

Sobat tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Jalaluddin Rumi (1207-1273). Tokoh sufi terkemuka di dunia inilah yang membuat Konya menjadi sangat terkenal. Di sinilah tokoh tasawuf dan kesusastraan itu menghabiskan sebagian besar usianya hingga wafat.

konya-mevlana-museum-and-semah-show-from-istanbul-by-plane-7

Pertunjukkan Tarian Darwis (source: turkeytravelbazaar.com)

Jalaludin Rumi atau dikenal pula dengan sebutan Mevlana (sebutan singkat bagi Rumi yang dalam Bahasa Turki yaitu Mawlana Jalal ad-Din Muhammad Balkhi-Rumi) adalah seorang pujangga sekaligus filsuf atau ahli tasawuf; sufi dari Persia. Begitu banyak karya puisi yang dihasilkannya. Puisi tersebut disusun dengan berbagai bahasa seperti bahasa Persia, Turki, Arab bahkan Yunani. Kumpulan buku-buku karya Rumi banyak menginspirasi para pujangga di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beliau lah penemu Whirling Dervish atau Tarian Darwis (tarian berputar ke arah terbalik jarum jam sambil mengucapkan kalimatullah). Tarian ini dianggap simbolisasi ajaran Sufisme Rumi, juga ritual khas untuk tarekat Mevlevi (sebutan bagi pengikut Mevlana) yang menggambarkan perpaduan kosmis yang artistik-dramatis.

Sepeninggal Rumi, barang-barang dan karya-karyanya disimpan di mausoleum (monumen makam yang ia bangun untuk ayahanda dan guru sufinya) yang telah dijadikan museum sejak tahun 1926, saat Attaturk berkuasa di Turki. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai pemondokan para darwis. Hingga sekarang masih menjadi pusat pembelajaran dan pengajaran sufi dan salah satu atraksi wisata utama yang wajib dikunjungi.

konya-gezilecek-yerler-3

Patung lilin darwis yang dipamerkan di museum Mevlana (source: rotatensin.com)

Di museum Mevlana (yang juga berfungsi sebagai masjid) ini, sobat bisa menyaksikan beberapa makam yang sangat terawat dengan baik. Bahkan sobat bisa melihat Al Qur’an kuno dengan tinta emas yang mengagumkan. Puisi-puisi Mevlana dalam tulisan Arab disimpan didalam kotak kaca. Selain itu, di beberapa bangunan museum juga terdapat patung lilin yang dibuat menyerupai para sufi waktu itu dengan tarian sufinya. Menarik sekali ya sobat….

Nah, mungkin demikian dulu ya sobat sedikit pemaparan tentang ‘sesuatu’ dari kota Konya. Jika berkesempatan main ke Konya, jangan lupa bagikan kebaikan apa saja yang sobat dapat di sana. Don’t miss it…

593 total views, 8 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini