Mengajarkan Membaca dan Menghafalkan Al Quran Sedari Dini

Mengajarkan Membaca dan Menghafalkan Al Quran Sedari Dini

Saya bunda Rita Rihaal, Alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah untuk mendampingi tujuh orang anak yang masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri. Dari ke tujuh anak tersebut ada yang cowok ada yang cewek, ada yang anteng ada yang rame, ada yang cepet nangkep, ada yang mesti diulang beberapa kali. Ada yang kinestetik, ada yang auditori, ada yang introvert, ada yang extrovert, ada yang insting, ada yang feeling, ada yang sensing. Ada yang besar, ada yang kecil, ada yang gampangan, ada yang moody, ada yang input, ada yang wow, ada yang achiever, ada juga yang full emphatic. Ada yang semangat kalo habis maem, ada yang males kalo pas bangun tidur, ada yang seneng belajar di kamar, ada yang hobi belajar sambil main mobil-mobilan, dan banyak macam sifat anak lainnya.

Nah dari berbagai macam sifat anak tersebut, saya ingin berbagi pengalaman dalam mendampingi mereka belajar membaca dan menghafalkan Al Quran, semoga dapat menginspirasi ayah dan bunda sekalian.

1. Kenali Pribadi Setiap Anak

Kenali putra-putri ayah dan bunda sekalian, monggo menggunakan pendekatan ilmu psikologi manapun. Saya percaya kepada kelekatan dan insting orang tua pada anaknya. Semakin lekat, Semakin kenal akan semakin mudah penanganannya.

2. Niat dan Tujuan

Membekali anak-anak dengan Al Quran adalah warisan utama keluarga, hal tersebut harus dipahami sebagai dasar dalam niat dan tujuan dalam mendidik anak. Sehingga kita pun akan rela banting tulang untuk mencapai tujuan tersebut, istilahnya bahkan kalo perlu kepala jadi kaki, kaki jadi kepala karena saking seriusnya.

Ada kabar gembiranya lho ayah dan bunda.. mengajar Al Quran itu sederhana mawon: cukup sehabis sholat fardlu , kalo bisa minimal 30 menit, kalo gak ya sepuluh menit saja, istiqomah dan konsisten tanpa beda, tanpa alasan dimana saja kita berada. Karena sejak dhuhur sampai dengan ashar berada di kantor, dan sehabis isya anak anak langsung bobok, maka saya biasa mempraktekkannya sehabis subuh dan sehabis magrib.

3. Meningkatan interaksi dengan Al Quran 

Berikut cara saya untuk meningkatkan interaksi anak-anak dengan Al Quran:
1. Membaca
2. Menghafalkan
3. Mentadabburi maknanya
4. Mengamalkan
5. Mengajarkan dan mendakwahkan

Dari ke lima urutan tersebut maka mengajari anak membaca Al Quran menjadi hal yang paling pokok karena Al Quran ditulis dalam huruf dan bahasa Arab, maka kita perlu secara khusus mempelajari dan mengajarkannya. Apalagi bagi kita yang tinggal di Indonesia, jika tidak buka buku Iqro atau Al Quran maka kita akan asing saat menemui huruf arab kan? Beda dengan huruf latin dan bahasa indonesia mudah ditemui di semua media.

4. Peran Serta Orang Tua

Masih terkait dalam tataran niat dan tujuan, peran kita selayaknya ayah dan bunda adalah menyediakan berbagai tools untuk belajar membaca dan menghafalkan Al Quran yang banyak. Iya, banyak dan mudah ditemui di setiap sudut rumah. Saran saya jangan pelit membeli berjilid-jilid buku Iqro atau Al Quran warna warni yang bagus dan menarik. Tools yg saya pakai saya jelaskan di caption picture ya.

Selain menyediakan tools untuk di rumah, sebaiknya antarkan pula anak-anak kita ke taman belajar Al Quran, baik itu di masjid atau pun pada guru mengaji. Serta jangan lupa infaq terbaik buat mereka.

Selanjutnya tentang metode membaca al Quran: saya rasa semua bagus dan semua bisa dipakai. Gunakan saja yang paling nyaman dan mudah untuk anak-anak sesuai usia dan sesuai tahapan belajar Al Quran nya. Ada iqro , Qiroati, ummi, Yanbua, wafa , baghdadi, turutan, dan lain lain, semuanya OK.

Baca Juga: https://sekolahumroh.com/cerita-sukses-pebisnis-muda-dalam-melatih-kemandirian-anak/

Kunci pokok dalam belajar Al Quran Adalah FUN, happy, bahagia, seneng, antusias, santai, involvement, with heart, nyaman, curiosity, continue. Kalau saya, sebaiknya fokus untuk menciptakan suasana tersebut tinimbang metode atau target belajar al Quran nya sendiri. Jika sudah nemu suasana yang pas setiap harinya, kita tinggal repetisi dan berpikir tahapannya.

Tentang tahapan usia, kapan sih waktu terbaik dalam belajar membaca dan menghafalkan Al Quran? Sejak dalam kandungan donk. Ayo ayah dan bunda musti bisa, lancar, rajin dan punya jadwal rutin tilawah quran. Sebenarnya anak itu gak usah disuruh ngaji, coba dikasih contoh saja, dimotivasi jika masih kecil dibawah 10 tahun, insya Allah gampang.

Lalu, bagaimana dengan anak yang gedean? Sudah 10 tahun atau lebih atau bahkan sudah baligh namun belum lancar juga? Diskusi dan buat rencana program Quran bareng dengan mereka adalah jawabannya.

Tahapan Belajar Mengaji Sesuai Usia Anak:

Baby: Emaknya yang ngaji sembari menyusui, ngelonin, nyuapin, mijit, pakai baju, jalan jalan, apa lagi ya? Maha Besar Allah yang sudah menciptakan sistem auditori dan sistem syaraf otak mampu bekerja bahkan sebelum debay lahir. Maka dari itu tinggal kita maksimalkan dan optimalkan saja, jika di bawah usia satu tahun, Al Quran akan membentuk sambungan milyaran neuron otak yang akan mencerdakan kelak. Lalu tinggal dilanjutkan mengaji bersama baby hingga dia usia 2-3 tahun.

Usia 3-5 tahun: Di tahapan awal pengenalan, jangan suruh anak duduk manis ya, apa lagi ngadep buku iqro yg kecil kecil itu. Ajak mereka bermain, mewarnai, poster gede, happy happy. Kunci di sini adalah kreatifitas orang tua dalam menyediakan sarana, pola dan metode mengaji yang bikin nagih dan penasaran anak tumbuh, seperti “bunda ini Huruf apa ? Bunda ngaji yuuks”.

Usia 5-10 tahun: Selanjutnya tersisa untuk melanjutkan dua tahapan usia di atas. Jika anak sudah siap duduk mengaji menghadap guru, lakukan, jadilah guru Al Quran pertama buat anak anak kita.

Bagaimana Dengan Menghafalkan Al Quran?

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyak sekali cara dan metode, tapi kalau saya fokus pada dua cara:

  1. Membaca lancar dan membuat anak betah duduk membaca al Quran
  2. Mendengarkan dan talaqqi berulang kali

Tentang Media Belajar:

  1. Tahap perkenalan gunakan media besar, jangan buku kecil ya, sebaiknya ngeprint sendiri saja. Saat ini sudah banyak software huruf hijaiyah, kita tinggal download dan print
  2. Print yang murah saja menurut ayah dan bunda, jadi kalo sobek dan rusak emaknya tdk merengut
  3. Bikin warna warni biar anak seneng
  4. Gunakan postering, cek di dinding rumah tempelan apa yg ada? Jangan cuma foto atau lukisan ya
  5. Banyak dan sebar di semua sudut rumah
  6. Gunakan audio di rumah dan di mobil dengan murotal

 

 

 

 

 

 

Urutan Metode Belajar Huruf Hijaiyah yang Saya Pakai:

1. Pengenalan huruf fathah
2. Huruf sambung fathah
3. Kasroh dan Dzomah
4. Fathahtain, kasrohtain, dzomahtain
5. Huruf panjang
6. Huruf mati
7. Kombinasi 1-6
8. Tajwid dan Al quran

Ini adalah metode utrujah, yang mau file printablenya boleh minta ke: materi.rihaal@gmail.com

 

Sekian dari saya, sebenarnya ini belum komplit dan masih terbatas, masih ada cerita lika liku dari ketujuh anak dalam membaca dan menghafal Al Quran, insya Allah next ya. Semoga barokah dan manfaat menyebar luas.

7,546 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini