Mempersiapkan Diri Menjadi Haji yang Mabrur

Mempersiapkan Diri Menjadi Haji yang Mabrur

Sobat Rihaal – 14 abad yang lalu, ketika melihat kondisi kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji saat itu, Umar bin Khattab pernah berkata : “Yang (sungguh-sungguh) berhaji sangatlah sedikit, yang banyak adalah para pelancong”. (Umar bin Khattab)

Fenomena Haji Sekarang

Mungkin secara jumlah bertambahlah kaum muslimin yang berhaji, tetap di saat yang sama, kualitas haji yang jauh dari sempurna. Sungguh, apakah yang dikatakan sahabat yang termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijamin surga ini, ketika melihat fenomena haji sekarang ini? Yang jumlahnya konon lebih dari dua juta orang itu?

Sekali lagi, pernyataan ini sungguh diluar dugaan saya. Tapi setidaknya bisa menggugah kesadaran saya dan kaum muslimin semuanya agar bisa mempersiapkan ibadah hajinya sebaik mungkin. Hingga predikat Haji Mabrur itu betul-betul melekat dalam diri setiap muslim yang usai berhaji. Karena Haji Mabrur adalah predikat yang diperoleh oleh seseorang yang benar-benar melaksanakan haji dengan sebaik-baiknya. Betapa ruginya kita yang sudah mengeluarkan pengorbanan yang begitu besar, baik harta maupun jiwa, tapi kita tidak mendapatkan kemuliaan dengan sempurnanya ibadah haji yang kita tunaikan.

Jamaah Rihaal selesai melaksanakan tahalul. Source : Rihaal Media

Makna Haji Mabrur

Dilihat dari segi bahasa, “mabrur” berasal dari Bahasa Arab yang artinya “menjadi baik”. Kata ini berakar dari kata “barra” yang berarti “berbuat baik” dan “berbakti”. Dari akar kata ini juga muncul kata “birrun” atau “al birru” yang artinya “kebaikan”. Jadi, “Haji Mabrur” adalah haji yang melahirkan banyak kebaikan. Maka, dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang hakikat Haji Mabrur, beliau menjawab dengan menyebut beberapa contoh kebaikan yang mestinya lahir dari seseorang yang sudah berhaji.

Beliau menyebutkan bahwa diantara tanda kemabruran itu adalah dengan member makan kepada yang membutuhkan, dan menyebarkan salam kepada siapapun. Dalam riwayat lain dikatakan, serta berkata yang baik dengan cara yang baik pula. Karena itu, para ulama sepakat, bahwa indikasi penting yang menunjukkan seseorang mendapat predikat Haji Mabrur adalah apakah terjadi perubahan yang baik dalam kehidupan seseorang sepulang dari ibadah haji. Kalau sebelum berangkat haji dia adalah seorang yang kurang baik, maka sepulangnya maka dia akan menjadi orang yang baik.

Perubahan ini tentu bukan merupakan hasil otomatis atas pasti didapatkan bagi setiap orang yang berhaji. Tidak! Sikap dan perilaku yang baik atau bahkan lebih baik dari seseorang yang telah berhaji, merupakan hasil usaha yang sungguh-sungguh mulai dari persiapan berangkat haji, selama pelaksanaan haji, sampai sekembalinya dari Tanah Suci ke tanah air.

Baca juga :

5 Tanda Jika Seseorang Memperoleh Predikat Haji Mabrur

3 Tahap Meraih Kesempurnaan dalam Melaksanakan Haji

Keutamaan Haji Mabrur

Abu Hurairah meriwayatkan,

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang berhaji dan tidak melakukan perbuatan kotor dan kefasikan, maka ia telah kembali dari haji seperti seorang bayi yang baru dilahirkan ibunya”. (HR. Bukhari & Muslim)

Seluruh keutamaan ibadah haji di atas tersimpulkan dalam sebuah hadist,

Rasulullah SAW bersabda, :“Tidak ada balasan Haji Mabrur kecuali surga”. Atau dalam bahsa lain diungkapkan, “Tidak ada balasan yang pantas bagi seseorang yang memperolah Haji Mabrur kecuali surga”. (HR. Bukhari & Muslim)

Jadi, keutamaan Haji Mabrur itu tidak hanya berupa balasan dalam kehidupan akhirat, tetapi juga mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan dunia. Seorang Haji Mabrur akan mengubah cara hidupnya menjadi yang lebih baik lagi setelah sekembalinya dari menunaikan ibadah haji.

Sebagai pengingat, jika nanti Anda berdiam di Padang Arafah, maka ingatlah bahwa kelak Anda akan berdiri dihadapan Allah pada Hari Kiamat bersama seluruh umat lainnya. Ketika itu mereka berada dalam rasa takut yang amat sangat seraya menunggu keputusan yang akan mereka terima, surga ataukah neraka. Demikian pula orang-orang yang berada di Padang Arafah, mereka menunggu sesuatu yang akan dibagikan kepada mereka. Yaitu apakah mereka diterima bersama orang-orang yang berbuat baik, ataukah ditolak. Yaitu malah bersama orang-orang yang gemar melakukan kemaksiyatan, Na’uzubillahimindzalik.

Bagi yang akan berangkat ibadah haji, ataupun yang punya keinginan ibadah haji, bisa melakukan wirid harian dengan membaca Qur’an Surat Al-Baqarah, Ayat 128,

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima taubat, Maha Penyayang”.

Terakhir, kepada seluruh jama’ah haji Indonesia yang berangkat di tahun 2019 atau 1440 hijriyah ini, semoga Allah berikan kesehatan, kemudahan dalam setiap aktifitas dan amal ibadahnya serta Allah berikan gelar istimewa sebagai Haji Mabrur. Aamiin.

Surabaya, 11 Juli 2019 / 8 Dzulq’dah 1440 H

Penulis : Arif Prasetyo Aji

Editor : Rihaal Media

Info Paket Haji Plus, Umroh & Wisata

215 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini