Marwan bin Muhammad, Khalifah Terakhir Dinasti Umayyah

Marwan bin Muhammad, Khalifah Terakhir Dinasti Umayyah

Sobat Rihaal – Marwan bin Muhammad atau Marwan II. Itulah nama terakhir yang berkuasa dan memimpin Dinasti Umayyah setelah Dinasti tersebut berkuasa selama 89 tahun sejak Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Marwan II sendiri berkuasa selama 6 tahun dari tahun 744 – 750 M.  Dia dijuluki Himar atau keledai, konon ini sebagai ungkapan sanjungan atas kesabarannya menghadapi pemberontakan di masa pemerintahannya.

Awal Mula Marwan II Menjadi Khalifah

Sebelum menjadi khalifah, beliau merupakan gubernur Armenia. Dia tidak terima ketika Khalifah al-Walid II dibunuh oleh pasukan Yazid III. Namun Marwan mengurungkan niat untuk menyerang karena dibujuk dengan konsesi politik. Tetapi ketika Khalifah Yazid III wafat, dan digantikan oleh Khalifah Ibrahim, pasukan Marwan II segera memasuki ibu kota negara di Damaskus. Ibrahim takluk dan kemudian melarikan diri. Kekuasaan menjadi kosong atau vakum.

Marwan II meminta pasukannya memeriksa kondisi kedua anak Al-Walid II yang bernama Hakam dan Utsman. Ternyata kedua orang itu telah dieksekusi. Lalu Marwan meminta jenazah keduanya dikubur secara layak. Pada awalnya Hakam dan Utsman merupakan calon pengganti khalifah berdasarkan wasiat al-Walid II. Itu sebabnya Yazid III yang mengambil alih kekuasaan dari al-Walid II juga menghabisi kedua orang tersebut.

Lalu siapakah yang menjadi khalifah selanjutnya setelah kevakuman kepemimpinan? Sufyani mengatakan bahwa sebelum Hakam bin al-Walid II wafat, yang bersangkutan telah membuat syair yang isinya berpesan bahwa penerus tampuk kepemimpinan adalah Marwan bin Muhammad. Keadaan yang genting saat itu membutuhkan legitimasi kekuasaan yang cepat. Tidak sempat lagi diverifikasi kebenaran puisi wasiat itu.

Situasi saat Zaman dinasti umayyah

Ilustrasi Keadaan dan situasi saat kekuasaan dinasti Umayyah. Sumber: bincangsyariah.com

Baca Juga : 

Story of Andalusia, Zaman Kejayaan Hingga Zaman Kehancuran – Part I

Ibnu Batuta : Sang Legenda Muslim Penjelajah Dunia

Berakhirnya Kekuasaan Dinasti Umayyah

Selama berkuasa, Marwan II berusaha keras menyatukan kembali negara yang porak poranda ini. Namun pemberontakan demi pemberontakan berlangsung terus menerus. Khawarij di Yaman semakin membesar kekuasaannya sehingga berani terang-terangan naik haji ke tanah suci. Khawarij lantas memberontak di Mosul, tapi berhasil dipatahkan Marwan II. Nama-nama pemimpin Khawaij yang dikalahkan di antaranya Dahhak bin Qays dan Syaiban Abdul Azis.

Walaupun memperoleh kemenangan pada awalnya, ia akhirnya dikalahkan secara meyakinkan oleh Abul Abbas As-Saffah dari Bani Abbasiyah dalam pertempuran di bantaran Sungai Zab. Hanya dalam pertempuran itu, lebih dari 300 anggota keluarga Umayyah terbunuh.

Marwan kemudian pergi mencari perlindungan menyusul kekalahannya. Berharap menemukan perlindungan di barat, ia lalu pergi ke Mesir. Namun ia tertangkap saat melintasi Sungai Nil dan terbunuh. Kematiannya menandai berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah di timur, dan hampir saja mengakhiri keberadaan Bani Umayyah. Pembunuhan massal Bani Umayyah segera saja dilakukan oleh Bani Abbasiyah. Hampir seluruh keturunan Bani Umayyah terbunuh, kecuali Abdurrahman bin Muawiyah yang melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan pemerintahan Islam di Al-Andalus.

                                                                                                          Umroh Thaif

Info Paket Umroh & Wisata

Sobat Rihlah, itulah cerita mengenai Khalifah terakhir Dinasti Umayyah Marwan bin Muhammad atau Marwan II. Semoga dengan adanya cerita beliau dapat menjadi ilmu pengetahuan dan meningkatkan iman kita kepada Allah SWT. 

123 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini