WAJIB DIKETAHUI! LARANGAN-LARANGAN IHRAM DAN DENDANYA

WAJIB DIKETAHUI! LARANGAN-LARANGAN IHRAM DAN DENDANYA

Mengenal larangan ihram serta dam/dendanya

Mengenakan Ihram ketika Umroh menandakan bahwa manasik akan segera dimulai. Yang juga berarti kita harus menjadi lebih aware dengan larangan-larangan selama berihram. Karena larangan ihram yang kita langgar memiliki konsekuensi yang cukup membuat ibadah kita sedikit terganggu.

Melanggar salah satu larangan ihram mengharuskan kita untuk membayar dam atau denda yang berbeda. Tergantung larangan apa yang kita terabas. Dan hukum membayar dam ketika melanggar larangan ihram adalah wajib. Atau jika kita tidak menunaikannya, akibatnya bisa mengurangi pahala ibadah umrah kita. Atau di dalam kasus tertentu malah bisa membatalkan manasik kita.

Ihram dan niat adalah rukun dalam berumrah dan haji. Yang dimaksud dengan rukun adalah apabila kita tidak melakukannya maka umrah kita batal tanpa harus membayar dam. Jadi jika kita ingin melaksanakan ibadah umrah namun tidak berihram dan tidak juga berniat maka umrah kita batal. Namun jika kita sudah berniat untuk umrah namun lupa untuk berihram di miqat maka kita harus kembali ke miqat atau jika tidak harus membayar dam.

Baca juga :

Penting Diketahui! Pengertian Ihram dan Tata Cara Memakainya

Wajib Tahu!! Tips Agar Mudah Menghafal Letak Pintu Masjidil Haram

Bekal Ilmu Apa Saja Sebelum Pergi Umroh? Belajar Di Sekolah Umroh Yuk!

Pembagian dam atau denda

Sedangkan dam dibagi menjadi dua yaitu dam nusuk atau dam yang dikenakan bagi jamaah haji tamatu’ atau haji qiraan. Lalu ada dam isa’ah yaitu dam yang dikenakan pada orang yang melanggar ihram ketika umrah atau haji.

Nah, yang akan kita bahas sekarang adalah tentang dam isa’ah bagi jamaah umrah atau haji yang berihram. Dam ini dibagi menjadi tiga jenis denda yang dibayar sesuai kemampuan jamaah.

Denda yang pertama berupa sembelihan kambing yang harus dibagikan untuk kaum fakir di Haram. Yang kedua adalah memberikan 3 sha’ makanan untuk 6 fakir miskin Makkah. Dan yang ketiga adalah puasa selama 3 hari.

Larangan-larangan dalam ihram

Bagi seorang yang sedang dalam keadaan berihram, maka mereka tidak diperbolehkan untuk melakukan beberapa hal. Seperti mencukur/mencabut rambut, memotong kuku, menutupi kepala dan mengenakan baju berjahit bagi laki-laki, mengenakan kaos tangan dan burqa’ atau cadar bagi wanita, menggunakan parfum di badan maupun di pakaian, berburu hewan, melakukan akad nikah, jima’ atau mencumbu istri, dan sebagainya.

Dan seorang muhrim bisa jadi melakukan larangan-larangan diatas karena beberapa hal. Pertama, jika dia melakukannya karena lupa, terpaksa, atau tidak sadar. Maka tidak ada konsekuensi apapun bagi dirinya sebagaimana pendapat Syaikh ‘Utsaimin dalam fatwanya.

Kedua, bagi yang melakukan larangan tersebut secara sengaja, namun karena adanya faktor yang membuat dia diperbolehkan untuk melakukannya. Maka dia tidak menanggung konsekuensi dosa, namun diwajibkan bagi dia dam.

Ketiga, bagi siapa yang melakukan larangan ihram diatas secara sengaja tanpa adanya udzur syar’i. Maka dia mendapatkan dosa dan harus membayar fidyah diantara tiga pilihan diatas. Namun pengecualian bagi yang melakukan akad nikah dan bagi yang ber-jima’ dengan pasangannya. Bagi pelaku akad nikah, tidak diwajibkan baginya dam apapun. Hanya perlu  bertaubat dan memohon ampunan Allah ta’ala.

Info Paket Umroh Klik Disini

Konsekuensi berjima’ (hubungan suami istri) saat umrah/haji

Sedangkan bagi pelaku jima’ dengan pasangannya secara sengaja, maka apabila dia berihram untuk haji, batallah hajinya. Namun dia harus tetap melanjutkan ibadah hajinya dan harus membayar dam. Jika dia ber-jima’ sebelum melakukan tahalul awal, maka dia dikenai fidyah mughaladah yaitu denda yang berat berupa unta. Akan tetapi jika dia ber-jima’ setelah tahalul awal (sudah lempar jamarat dan cukur rambut) maka baginya denda kambing.

Untuk para muhrim ibadah umrah, bagi yang melakukan jima’ sebelum thawaf dan sa’i, maka umrahnya batal. Namun dia tetap melanjutkan ibadah umrahnya sampai selesai, kemudian menggantinya dengan umrah lain. Dan dia harus membayar denda kambing lalu membagikannya untuk fakir miskin di Haram.

Akan tetapi jika dia melakukan jima’ setelah thawaf dan sa’i namun belum ber-tahalul maka umrahnya tidaklah rusak. Namun dia harus membayar denda. Karena tahalul bukan bagian dari rukun umrah. Sedangkan bagi yang bercumbu dengan pasangannya dan belum sampai ber-jima’ maka baginya denda. Wallahu ta’ala a’lam wa ‘ilmuhu ahkam.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai larangan-larangan ihram dan apa saja dendanya. Jadi ketika sudah berniat umrah dan sudah berihram, sahabat Rihaal kudu pada hati-hati, yaa!

1,332 total views, 5 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini