Halal Story : Alhamdulillah, Kode Jodoh dari Allah Saat Umroh

Halal Story : Alhamdulillah, Kode Jodoh dari Allah Saat Umroh

Sobat Rihaal – Jodoh memang rahasia Allah. Siapa sangka niat hati untuk melaksanakan ibadah umroh justru mendapatkan rezeki jodoh oleh Allah. Benar-benar tidak dicomblangi oleh siapapun selain Allah.

Setidaknya itu yang dirasakan oleh Imas Adriyanto Ahmad, alumni jamaah Rihaal trip 23 April 2019. Padahal selama umroh bersama Rihaal, Imas tidak pernah berfikir bahwa Yushinta Putri Adelia akan menjadi jodohnya. Bahkan pertama kali ngobrol dengan Shinta justru saat perjalanan pulang dari bandara Jeddah ke Jakarta. Saat itu ngobrol membahas tentang otomotif hingga mendapatkan nomor kontak Shinta. “Saat itu mengalir saja tidak ada apapun dan setelah pulang sampai rumah kita wajar dan tidak ada kontak-kontakan sama sekali. Komunikasi saat itu hanya sekedar say hallo saja,” kisah Imas.

Kode dari Allah

Kode-kode justru murni datang dari Allah seperti masuk ke dalam pikiran. Tidak terbayang untuk menjadi jodoh karena pertemuan yang hanya sekali saat kepulangan trip umroh. Akhirnya sampai rumah Imas merasakan hal yang berbeda karena sempat mendapatkan kode-kode tentang Shinta yang masuk ke hati dan pikiran. “Saya tanya ke Shinta apakah merasakan hal yang sama? Karena takutnya saya saja yang merasakan hal tersebut dan sumbernya dari setan yang mengganggu manusia. Tapi ternyata Shinta juga mengalami hal yang sama dengan merasakan seperti apa yang saya rasakan,” cerita Imas. Alhamdulillah selang satu minggu Imas memberanikan diri silaturahmi ke keluarga Shinta dan mengungkapkan kepada kedua orangtua Shinta. “Alhamdulillah berjalan sesuai rencana dan langsung acc,” senyum Imas.

Jamaah Rihaal trip 23 April 2019 saat keberangkatan dari Bandara Adisucipto. (Source : Rihaal Media)

Uniknya transportasi bis yang digunakan Imas dan Shinta berbeda. Tidak bersama dalam satu bis. Perjumpaan hanya sekedar ketika kumpul bersama, makan, dan sebagainya selayaknya seperti jamaah lain. Namun memang ketika perjalanan umroh, Imas berdo’a kepada Allah meminta jodoh.

“Yang membuat saya semakin yakin bahwa kode tersebut berasal dari dua arah yakni Shinta pun berdo’a untuk meminta jodoh. Jadi tujuannya sama-sama do’a keatas saat umoh dan dipertemukan pada saat kembali. Nah mungkin logikanya seperti itu,” jelas Imas yang rencananya insya Allah akan melaksanakan resepsi pada 5 Oktober 2019.

Nekad dan Berani

Menariknya sebelum berangkat umroh, Imas sempat pernah mengikuti komunitas taaruf atau ajang pencarian jodoh secara Islami. “Mungkin karena belum jodohnya, meskipun sudah kenal dan kirim cv, tapi tidak ada yang nyantol. Malah ini setelah pulang dari umroh dapat jodohnya,” cerita Imas. Imas bercerita silaturahmi pertama kali ke rumah keluarga Shinta dilakukan pada hari Senin tepat seminggu setelah kepulangan. Pertama datang langsung berniat untuk melamar Yushinta. Bahkan kedua orangtua Shinta sempat terkejut karena langsung saja tidak ada basa-basinya seperti perkenalan. Baru ketemu di umroh, pulang langsung melamar. “Saya senekad itu karena saya berpandangan bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali, makanya saya harus memaksimalkan kesempatan yang saya peroleh. Sehngga kesempatan itu saya ambil dan memutuskan untuk melamar Shinta,” tegas Imas. Selang beberapa minggu kemudian, Imas datang bersama keluarga dengan konsep yang sangat sederhana, simple, dan mengalir saja seperti semua sudah dikehendaki oleh Allah. MasyaAllah…

Info Paket Umroh & Wisata

Kisah Umroh

Imas merasa sangat bersyukur sekali dapat kesempatan oleh Waroeng SS untuk melaksanakan umroh. Awalnya ia tidak menyangka bahwa akan berangkat umroh. Hal ini karena ada banyak teman-teman yang lebih senior dan lebih tinggi jabatannya yang bsa umroh duluan.

“Jadi suatu kebanggaan dan keberkahan bisa berangkat. Alhamdulillah yang basanya saat kita sholat hanya bisa membayangkan Ka’bah, saat itu bisa langsung melihat Ka’bah. Disana semangat ibadah sangat tinggi meskpun bangun dini hari sekitar jam dua pagi tapi tidak ada rasa mengantuk dan senantiasa semangat beribadah,” kenang Imas.

Imas juga memiliki pengalaman saat beribadah di raudhah cukup lama dekat dengan mimbar imam namun tidak di husir oleh petugas keamanan. Kondisi cuaca saat umroh sangat panas namun ketika memasuki Masjidil Haram suasana dan hawa menjadi dingin. “Selain itu banyak sekali burung merpati berterbangan tapi tidak dijumpai kotoran burung disana. Jadi kalau dipikir secara logika tidak mungkin, namun bagi Allah itu menjadi sangat mungkin,” kisah Imas. Imas saat ini ingin menjaga kemabruran umroh dan berencana mendaftar umroh bersama istri. Kita doakan dlancarkan dan menjadi keluarga samawa ya sobat! Insya Allah aamiin…

Baca juga : 

Dakwah to Jannah Melalui Hotel Syariah – Great Big Story

[MUALAF] Ketika Hidayah Islam Datang Kepadaku

1,784 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini