Kisah Tragis Abu Lahab, Punya Segalanya Namun Hina Pada Akhirnya

Kisah Tragis Abu Lahab, Punya Segalanya Namun Hina Pada Akhirnya
sumber: unsplash

Adakah diantara sahabat yang mengetahui siapa itu Abu Lahab? Sosok paman Rasulullah SAW yang justru menentang dakwah beliau. Dan bahkan Abu Lahab memusuhi keponakannya, dan menjadi tokoh orang-orang musyrik yang memerangi Rasulullah SAW. Dari cerita Abu Lahab kita bisa belajar, bahwasannya kenikmatan yang ia miliki tiada satupun yang bermanfaat untuknya. Mengapa? Simak penjelasannya dibawah :

Paman Rasulullah SAW yang Tidak Beriman

Ada dua paman dari Nabi Muhammad SAW yang hingga akhir hayatnya tidak memeluk agam Islam. Yaitu Abu Thalib bin Abdul Muthalib dan Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Dibandingkan dengan Abu Lahab, Abu Thalib tidak menentang dakhwah Rasulullah SAW namun tidak menerima agama Islam yang Rasulullah bawa. Sedangkan Abu Lahab, ia menentang dan memusuhi Rasulullah SAW.

Mau berziarah dan menjelajah sejarah Nabi di Makkah-Madinah? yuk daftar segera disini

paket umroh jogja, umroh start jogja, umroh promo jogja, biro umroh jogja, travel umroh jogja, umroh jogja murah, umroh jogja terbaik, harga umroh jogja, umroh plus Cappadocia, umroh ramadhan 2019, biro umroh terbaik, paket umroh murah, travel umroh terbaik, travel umroh terpercaya, harga umroh murah, paket umroh syawal, harga paket umroh, umroh plus capadocia, umroh promo jogja, biro umroh jogja, travel umroh Surabaya, merancang umroh, biro umroh resmi, nur Ramadhan, paket umroh 2018, paket umroh 2019, paket umroh murah, biro umroh solo, paket umroh murah dari jogja, tour and travel turki, travel agent turki

Bagi penduduk Makkah jahiliyah, Abu Lahab adalah salah seorang sosok idaman, idola sekaligus panutan. Ia memiliki segalanya, harta hasil bisnisnya melimpah dan kedudukannya terhormat. Ia terlahir dari kalangan nasab (leluhur) pilihan. Selain pembisnis ulung, pemimpin idaman, Abu Lahab juga dikenal luwes bergaul.

Namun, semua itu tiada artinya tanpa keimanan. Allah SWT hinakan dia dengan mencatatnya sebagai seorang yang celaka. Dan dibaca oleh manusia hingga hari kiamat dalam surah Al-Masad. Dalam QS. Al-Lahab, Allah SWT berfirman “berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” (QS. Al-Lahab [111] – 2).

Abu Lahab dan Keluarganya

Nama lengkap dari Abu Lahab ialah Abdul Uzza bin Abu Muthalib. Namun mengapa ia dikenal dengan nama Abu Lahab? Hal ini karena kekafirannya, yang kemudian Allah SWT mengkekalkan nama Abu Lahab untuknya. Lahab sendiri berarti api. Yaitu karena ketika marah, rona wajah Abu Lahab berubah menjadi merah layaknya api.

Sebenarnya Abu Lahab adalah tokoh Makkah yang cerdas. Namun saying, kecerdasan dan kepandaiannya tidak bermanfaat sama sekali di sisi Allah, karena tidak ia gunakan untuk merenungkan kebenaran Syariat Islam yang lurus.

Baca juga :

4 Hal yang Perlu Kita Lakukan, Tatkala Musibah Datang Menimpa 

Jadikan Akhir Tahun Lebih Berkesan Dengan Pergi Umroh

Lalu bagaimana dengan anggota keluarga beliau? Tidak berbeda dengan Abu Lahab. Istrinya, Ummu Jamil Aura’ juga seorang kafir yang sangat kejam. Diceritakan pada suatu hari ia sengaja menaruh kayu dan tumbuhan berduri di jalan yang biasa dilewati oleh Rasulullah SAW, agar Nabi tersakiti. Sungguh biadab. Oleh karen itu, namanya diabadikan dalam surat al-Masad sebagai wanita pembawa kayu bakar.

Keburukan di dalam keluarag Abu Lahab pun sampai pula ke anak-anaknya. Suatu hari, Abu Lahab menyuruh dan mengacam kepada dua orang anaknya yang menikah dengan puteri Baginda Rasulullah SAW, untuk menceraikan istri-istrinya.

Salah seorang anak beliau yang bernama, Utaibah pun akhirnya datang kerumah Nabi untuk menceraikan anak beliau, Ummu Kultsum dan ia juga meludahi wajah Nabi. Namun malang, karena kemudian Allah binasakan Utaibah dengan diterkam singa.

Wafatnya Abu Lahab

Abu Lahab meninggal, 7 hari setelah Perang Badr. Ia menderita bisul-bisul di sekitar tubuh. 3 hari mayatnya terlantar, dan tak seorangpun yang mau mendekati bangkai si kafir itu. Karena malu, keluarganya lantas menggali lubang kemudian mendorong tubuh Abu lahab dengan kayu panjang hingga masuk ke lubang itu. kemudian mereka lempari makamnya dengan batu hingga jasadnya tertimbun. Ia pun mati dengan seburuk-buruknya kematian.

Dari cerita Abu Lahab kita dapat mengambil pelajaran, bahwasannya apa yang kita miliki di dunia, kekuasaan, harta benda, dan kenikmatan lainnya tidak berarti apabila kita mendustakan Allah SWT. Tak terkecuali dengan pasangan hidup. Pasangan seseorang itu tergantung dengan kualitas dirinya. Ia bagaikan cermin kepribadian.

So, berbahagialah kita yang hingga saat ini masih diberi iman Islam oleh Allah SWT. Dan tugas kita ialah menjaga keimanan kita ini hingga maut menjemput.

Info Paket Umroh Klik Disini

Sumber: kisah muslim

135 total views, 4 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini