Impian Unlogic, Pencapaian Logic Ala Pak Anom Adi Nugraha

Impian Unlogic, Pencapaian Logic Ala Pak Anom Adi Nugraha

Sobat Rihaal – Pada Kamis (3/10/19) lalu Rihaal mengadakan kegiatan upgrading untuk seluruh staff Rihaal yang materi kerennya diisi langsung oleh Bapak Anom Adi Nugraha. Banyak kisah menarik yang bisa kita ambil dari sosok Pak Anom dalam membangun usahanya. Berikut kisahnya…

Bapak Anom Adi Nugraha atau biasa akrab disapa Pak Anom sejak kecil sudah hobby develop dan senang melihat orang bertumbuh dalam hal positif. Bahkan sejak kelas 2 SD Pak Anom membantu teman agar nilainya bagus. “Saya senang develop. Saya tidak terlalu tertarik merekrut orang yang sudah expert. Saya suka orang yang tidak tahu apa-apa tapi mau belajar sama-sama. Saya senang saja melihat anak yang tidak tahu bisnis sama sekali, bertumbuh menjadi seseorang yang tahu memimpin tim bahkan bisa develop orang,” kisah Pak Anom.

Dalam dunia kerja tentu orang merasa memiliki limit dalam kerja. Bagaimana limit itu bisa tercipta?. “Setiap orang punya limit masing-masing. Tapi limit itu kita yang buat. Kita suka membuat limit diri sendiri. Padahal sejatinya manusia itu unlimited,” jelas Pak Anom. Pak Anom menganalogikan seperti gajah yang sejak kecil dikat dan di rantai kakinya. Namun gajah itu tidak bisa bergerak karena merasa kakinya diikat. Padahal walaupun kakinya di ikat, gajah itu mampu dan memiliki kekuatan untuk memaksa melepas rantai di kakinya dan bebas. Begitulah analoginya. “Manusia diciptakan Allah tidak ada limitnya. Manusia adalah makhluk yang paling mulia dan paling sempurna. Manusia diberi kewenangan untuk memilih untuk dirinya sendiri yang baik atau yang buruk. Berbeda dengan malaikat yang selalu baik, dan syaitan yang selalu jahat. Manusia memiliki kuasa mau jadi baik atau buruk,” lanjut Pak Anom.

Baca juga :

Meneladani Semangat Bu Zumaroh Menghafal Al-Qur’an

Umroh “Bonek” Bukan Hanya Mimpi – Kisah Bang Zainuddin

Impian Unlogic, Pencapaian Logic

Sobat Rihaal, jika kita ingin bertumbuh tentu harus punya goal apa yang ingin dicapai. “Manusia kalau ingin develope ya harus punya goal. Karena goal akan terus menerus punya pencapaian. Kita harus punya pencapaian dan impian. Impian unlogic, pencapaian harus logic. Kita harus yakin dengan impian kita,” ucap Pak Anom. Hmm… jadi sobat, walaupun impian kita tidak masuk akal, tapi dalam mencapai impian kita itu haruslah masuk akal ya! Kita harus challange diri kita untuk menyelesaikan proses yang sudah kita mulai. “Yang membuat kita tidak bertumbuh adalah ketika kita memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan challange proses. Kita harus percaya sama Allah,” terang Pak Anom.

Pak Anom dan Isteri saat melaksanakan umroh

Ada kisah menarik saat Pak Anom beserta keluarga Rihlah Dunia ke Singapura pada September 2019 lalu. “Saya di Singapura menangis di kamar mandi. Malu sama Bapak dan Ibu. Saat disana menginap di Singapura, Ibu mendapat hotel yang viewnya bagus sekali di lantai atas. Sambil menikmati suasana, Ibu saya bilang ‘makasih ya, ini istilahnya menepati janji’,” cerita Pak Anom. Ternyata ada alasan kenapa sang Ibu mengucapkan terima kasih. “Ketika saya SMP, Ibu saya pamitan kepada kami satu keluarga mau jadi TKW di Singapura. Karena secara ekonomi saat itu kita lagi nggak beres. Bahkan saya makan ayam dulu setahun sekali waktu lebaran. Minum sirup setahun sekali. Saya dulu pernah jawab ‘Bu, jangan lah jadi TKW. Besok kalau kesana jangan jadi TKW. Besok kesana saya antar tapi untuk liburan'” kenang Pak Anom. Walaupun Pak Anom sudah lupa jika pernah mengucapkan kalimat itu. Ternyata sang Ibu tidak lupa. Hingga akhirnya kalimat tersebut diceritakan lagi oleh sang Ibunda dan membuat Pak Anom pamit ke kamar mandi dan menangis. “Bisa ke Singapura dulu rasanya nggak mungkin. Saya itu dulu waktu ke kota berjarak 13 km jalan kaki. Lumayan biayanya ngirit bisa buat beli bakso. Banyak hal dalam perjalnaan hidup saya dan sudah ketemu sama keajaiban-keajaiban. Sesuatu yang ada banyak limit. Apa sudah selesai prosesnya? Belum. Ada banyak impian yang harus saya selesaikan. Sampai kapan? Ya sampai mati (meninggal). Karena kita sebagai manusia harus meninggalkan kebermanfaatan bagi banyak orang,” kisah Pak Anom.

 

Bagi Pak Anom, jika kita sudah memiliki mimpi maka harus divisualisasikan dan percaya bahwa Allah bisa mengabulkan. Usaha untuk visualisasikan mimpi itulah yang dapat menggerakkan kita. Pak Anom memandang rezeki cukup menarik. “Rezeki itu bukan soal banyaknya uang. Rezeki itu seperti hujan. Hujan datang banyak sekali. Cara menangkapnya orang beda-beda. Ada yang menyiapkan ember, galon, gelas, dan bahkan ada yang menyiapkan danau. Jadi menampungnya beda-beda. Jadi fokus kita bukan dari mana rezeki kita. Tapi dari mana kompetensi kita. The mother of passion is growth. Bohong kalau passion tapi tidak ada pertumbuhannya,” jelas Pak Anom. Menurut Pak Anom, satu-satunya aset yang tidak bisa dicuri orang adalah adalah kompetensi. “Punya emas bisa diambil orang. Tapi kalau ilmu dibagi akan semakin besar”, tutup Pak Anom.

Umroh Kemuliaan Al-Quran

Info Paket Umroh & Wisata

138 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini