Haji dan Umroh itu, Panggilan, Dipanggil atau Terpanggil?

Haji dan Umroh itu, Panggilan, Dipanggil atau Terpanggil?

Sahabat, seperti yang kita ketahui jika Haji dan Umroh merupakan ibadah yang bersifat mahdhoh atau yang erat membutuhkan harta benda. Namun bukan berarti hanya orang yang mampu saja yang dapat kesana. Ketahuilah, jika Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah.

Bila sobat pernah membaca artikel saya tentang, seorang takmir masjid yang diberangkatkan umroh oleh Kapolres Sleman, kemudian ada seorang ibu yang mendapat umroh gratis karena rajin solat berjamaah di Masjid, dan lain sebagainya, ini menandakan bahwa Allah memanggil dan memberi kesempatan kepada siapa saja. Menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Lalu Bagaimana Dengan Anda?

Ada beberapa alasan, yang menjadikan seseorang belum diberi kesempatan untuk ke Tanah Suci. Misalnya, anda orang yang mampu namun tidak sempat, anda orang yang mempunyai waktu namun terkendala biaya, atau ada juga yang mampu, sempat namun tidak tergerak hatinya untuk umroh/haji, dan lain sebagainya.

Jadi apa sebetulnya makna dari Panggilan, Dipanggil atau Terpanggil itu?

Coba kita sandingkan kata “panggilan, dipanggil, terpanggil” dengan “daftaran, didaftar, terdaftar”. Untuk jadi “Terdaftar”, kita harus daftar terlebih dahulu setelah kita tahu adanya pengumuman pendaftaran dan kita juga harus pastikan bahwa kita sudah ada didaftar. Begitu juga sebelum kita jadi “Terpanggil” tentu kita harus merespon panggilan agar kita bisa dipanggil dan masuk datar terpanggil.

Bingung libur akhir tahun mau kemana? ajak keluarga, sahabat, dan teman anda lebih mendekat kepadanya di Baitullah

Allah SWT telah menyebarluaskan panggilan atau undangan haji / umroh kepada seluruh umat manusia sejak ribuan tahun lalu. Lewat Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW, Allah SWT memerintahkan mereka “Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. “ (QS. Al-Hajj : 27)

Baca juga :

Berdoalah, Insya Allah Pasti Allah Mengabulkannya

Manakah Bumi  yang paling Allah Sayangi?

Makna Sebenarnya

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. “Barang siapa mengingkari (kewajibab haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imran [3] : ayat 96-97)

Jadi, bisa dikatakan bahwa : Allah MEMANGGIL, kita DIPANGGIL tetapi hanya “SEBAGIAN” saja dari kita yang “TERPANGGIL”. Itu semua semua tergantung respon kita setelah menerima panggilan tersebut.

Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Jika anda adalah seorang yang sudah mempunyai keinginan kuat untuk berangkat haji / umroh, langkah selanjutnya ialah memperkuat niat dan keinginan kita dengan mewujudkan dalam sebuah tindakan. Berdoa setiap waktu dan mengerahkan segenap tenag dan usaha kita untuk bisa pergi ke Baitullah. Seperti, datang ke Sekolah Umroh Rihaal, menyisihkan gaji kita untuk tabungan ke Baitullah, dan memperbanyak amal sholeh lainnya.

Bismillah… kecilkan jarak perkuat niat. Jemput segera tiket surga anda

Info Paket Umroh Klik Disini

sumber : abdul halim

 

 

167 total views, 4 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini