Empat Golongan Manusia Ketika Menghadapi Musibah

Empat Golongan Manusia Ketika Menghadapi Musibah

Sobat Rihaal – Tahun baru masehi 2020 baru saja berjalan dua bulan, namun kabar tidak menyenangkan terjadi dimana-mana, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Mulai dari muncul dan merebaknya virus corona yang menjadi perhatian seluruh dunia, hingga berbagai bencana alam yang terjadi di dalam negeri. Kira-kira apa yang harus kita lakukan saat menghadapi kondisi seperti ini?

Tak ada satu orang pun yang merasa bahagia saat musibah menghampiri. Sebagaimana fitrahnya seorang manusia, kita tidak ingin menghadapi hambatan dalam hidup. Padahal adanya hambatan, rintangan, dan kesulitan yang terjadi dalam hidup pasti akan sepaket dengan datangnya solusi serta hikmah di akhirnya. Kebahagiaan dan kemudahan dalam hidup pun akan terasa lebih bermakna setelah ketika kita telah berhasil menghadapi kesedihan dan kesulitan.

Menurut Ibnul Qayyim Al-Zauziyah dalam kitabnya Uddatus Shobirin wa Dzakhiratus Syakirin (Bekal Orang-Orang Sabar dan Perbendaharaan Orang-Orang yang Bersyukur) ada empat golongan manusia saat menghadapi musibah: (1) Golongan orang-orang lemah, (2) Golongan orang-orang sabar, (3) Golongan orang-orang ridho, dan (4) Golongan orang-orang bersyukur.

1. Golongan orang-orang yang lemah

Golongan pertama ini bukan lah orang-orang yang memiliki lemah fisik, akan tetapi mereka yang lemah iman, akal, serta hatinya. Mereka yang memiliki kondisi lemah hati dan lemah iman seperti ini, biasanya menyalahkan keadaan dan tidak memiliki gairah dalam hidup. Ia berkeluh kesah namun tidak kepada Allah SWT. Sepanjang hari mereka habiskan untuk meratapi keadaan. Golongan tersebut cenderung menyalahkan takdir atas segala hal yang menimpanya.

2. Golongan orang-orang yang bersabar

Golongan yang kedua adalah mereka yang sabar saat mendapat musibah. Sesakit apapun musibah yang mereka terima, mereka tetap berprasangka baik terhadap ketentuan Allah SWT. Mereka yang termasuk golongan orang-orang bersabar ini menghadapi musibah dengan senantiasa berdoa agar Allah menyingkirkan dan meringankan musibah yang menimpanya. Selain itu mereka meningkatkan rasa sabar tersebut dengan mendirikan salat sebagai bentuk pengaduan dan memohon pertolongan dari Allah SWT. Beratnya ujian yang diterima, biasanya semakin membuat mereka bersemangat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

3. Golongan orang-orang yang ridho

Selanjutnya, golongan yang ketiga adalah mereka yang ridho atas ketentuan Allah SWT. Mereka meyakini setiap ujian dan cobaan yang Allah SWT berikan tidaklah percuma karena pasti ada hikmah dibaliknya. Saat mereka memperoleh cobaan atau musibah, maka saat itu juga mereka ridho atas ketetapan Allah SWT. Baginya, ketika ditimpa musibah, mereka seolah-olah dia tidak merasa mendapat musibah. Sikap ridho saat menghadapi musibah ini tentu lebih tinggi tingkatannya dari mereka yang hanya sikap sabar. Perbedaan tingkatan ketiga ini dengan tingkatan sebelumnya nampak jelas karena mereka tidak hanya sabar saja, namun juga ridho dan menerima dengan ikhlas.

4. Golongan orang-orang yang bersyukur

Terakhir, ada pula golongan orang-orang yang bersyukur saat menghadapi cobaan. Mungkin sobat merasa aneh mendengarnya, apakah benar ada orang yang ditimpa musibah kok malah bersyukur? Ditimpa musibah kok malah berterima kasih?  Kenyatannya ada orang yang seakan menikmati berkeluh kesah dengan Tuhannya di saat tertimpa musibah yang bagaimanapun bentuknya. Golongan orang yang bersyukur ketika diberi ujian dan cobaan seperti ini adalah segolongan orang yang paling mulia. Mereka sangat menyadari dengan memiliki sikap syukur, Allah pasti akan melipatgandakan ganjaran bagi hamba tersebut.

Baca juga:

Enam Nasihat Luqman Al-Hakim Kepada Anaknya

Ketika Kerja Kerasku Disertai Ridho-Mu

Ridho Ibu Membawaku ke Surga

Berikut adalah empat golongan orang-orang saat menghadapi musibah ataupun diuji oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Nah, kira-kira kita masuk kelompok yang mana ya sobat? Na’udzubillah, jangan sampai jika kita termasuk golongan pertama yang memiliki iman lemah. Ingatlan pesan al-Quran dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6:

Fa inna ma’al ‘ushri yusra, inna ma’al ‘ushri yusra.” 

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.

Info Paket Umroh & Wisata

2,457 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini