BEDA E-PASPOR DAN PASPOR BIASA YANG KAMU WAJIB TAHU!

BEDA E-PASPOR DAN PASPOR BIASA YANG KAMU WAJIB TAHU!

Jenis-jenis paspor di Indonesia

Paspor adalah device mutlak bagi setiap traveller. Kita juga tidak akan bisa keluar masuk negara manapun tanpa ada paspor di tangan. Mau negara kecil maupun negara yang besar, semua mensyaratkan paspor dan visa sebagai dokumen mutlak sebelum masuk ke teritori mereka. Jadi ibaratnya kita mau masuk Zimbabwe pun, ya harus punya paspor. Hehe.

Nah, kalau di Indonesia kita memiliki dua jenis paspor yang berbeda. Yang pertama adalah paspor biasa dan yang kedua adalah paspor elektronik atau e-paspor.

Apa sih bedanya paspor biasa dan e-paspor?

Dari segi administrasi pembuatan, paspor biasa bisa diurus di semua jenis kantor imigrasi baik kelas satu ataupun dua. Sedangkan e-paspor hanya bisa diurus di kantor imigrasi kelas satu di Indonesia, seperti Jakarta, Batam, dan Surabaya.

Sedangkan dari segi kelengkapan data, untuk paspor biasa hanya dilengkapi dengan data pribadi, kode paspor dan negara, dan lain-lain. Sementara e-paspor dilengkapi dengan microchip yang berisikan seluruh data biometrik si pemilik paspor. Seperti data hasil pemindaian wajah dan juga sidik jari. Ini yang membuat e-paspor juga biasa disebut paspor biometri. Karena dengan validitas data yang dimiliki, membuat jenis paspor ini menjadi sangat sulit untuk dipalsukan.

Baca juga :

Info Terbaru! Catat Syarat, Biaya dan Prosedur Pembuatan Paspor

Tips Terbaik Untuk Mendapatkan Vaksinasi Meningitis

Penting!! Berikut Panduan Pendaftaran Rekam Biometrik Untuk Umroh

Data-data biometrik yang tercakup dalam e-paspor ini sudah menjadi standar bagi International Civil Aviation Organization (ICAO). Yang juga dipergunakan untuk paspor negara-negara seperti Amerika Serikat, Swedia, Inggris, Australia, Jepang, Malaysia, dan negara lainnya.

Oiya, microchip yang tertanam dalam paspor ini sangat sensitif, maka sahabat perlu untuk ekstra hati-hati. Karena paspor ini tidak boleh ditekuk, terkena air, terkena hawa panas atau lembap, atau terpapar gelombang elektromagnetik seperti dari televisi atau microwave.

Fasilitas atau kemudahan apa saja yang bisa kita dapatkan dengan e-paspor?

Banyak kemudahan yang bisa dirasakan para pemgegang paspor elektronik. Salah satunya adalah mudahnya mendapat persetujuan visa karena data biometrik si pemegang dapat diverifikasi langsung oleh negara yang akan dikunjungi. Bahkan WNI pemegang e-paspor dapat memperoleh bebas visa atau visa waiver dari negara Jepang, lho! Mantab!

Selain itu, untuk pemegang jenis elektronik ini juga bisa melewati autogate saat pemeriksaan imigrasi di bandara. Yang kemudian bisa menghemat waktu dibandingkan pemeriksaan manual yang antriannya panjang bingits.

Nah, dari segi biaya pembuatan sudah jelas e-paspor sedikit lebih mahal karena adanya sistem chip yang tertanam dalam paspor. Total pembuatan e-paspor berkisar 655.000 untuk paspor setebal 48 halaman. Nominal tersebut sudah termasuk biaya jasa sistem informasi keimigrasian. Sedangkan paspor biasa hanya membutuhkan biaya sekitar 155.000 untuk paspor 24 halaman dan 355.000 untuk 48 halaman.

Yups itulah selayang pandang tentang perbedaan antara paspor biasa dan paspor elektronik. Nah, kalau sahabat pada mau bikin paspor yang mana, nih? 😉

2,405 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini