Bersyukur, Bagai Memberi Pupuk Penyubur Tanaman Kebaikan

Bersyukur, Bagai Memberi Pupuk Penyubur Tanaman Kebaikan

Assalamua’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Sahabat rihaal yang dimuliakan Allah subhaanahu wata’aalaa. Nikmat Allah selalu mengucur deras kepada makhlukNya, layaknya sungai nikmat Allah tidak bisa dibendung dan tidak bisa dihalangi untuk sampai kepada ciptaanNya. Kita sebagai orang yang mengaku beriman kepadaNya dituntut untuk mengekspresikan rasa terimakasih kita dengan bersyukur. Lalu apa sih yang dimaksud dengan syukur itu? Mari kita kupas bersama-sama!

Sahabat rihaal,

Syukur didefinisikan oleh pakar Bahasa sebagai: bentuk pengakuan atas segala kebaikan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dan menyebarkannya disertai pujian bagi si pemberi. Dan tidaklah syukur ini disebutkan kecuali sebagai bentuk balasan atas kebaikan dan nikmat yang diberikan

Lalu menurut istilah, syukur diartikan sebagai: ketika seorang hamba menggunakan nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’aalaa dalam keta’atan kepadaNya.

Syukur adalah pekerjaan yang sangat luhur dan mulia, bahkan Allah sendiri menamai diriNya dengan nama Asy Syakuur (الشكور) yang berarti Dzat Yang Maha Bersyukur. Ya, Allah pun bersyukur kepada hambaNya dan bentuk syukurNya adalah dengan melipatgandakan pahala amal perbuatan hambaNya, sehingga kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan seseorang akan bertambah dan berkembang jika berada disisi Allah.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits nabi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَّ رَجُلًا رَأَى كَلْبًا يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ، فَأَخَذَ الرَّجُلُ خُفَّهُ فَجَعَلَ يَغْرِفُ لَهُ بِهِ حَتَّى أَرْوَاهُ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ “.

Artinya : Dari abu Hurairah dari Nabi – shollallahu ‘alaihi wa sallam – “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melihat seekor anjing yang sedang menjilati tanah karena dahaga, kemudian ia mengambil sepatunya yang kemudian mengisinya dengan air dan memberikannya kepada anjing tersebut sampai hilang dahaganya, kemudian Allah membalasnya dan memasukkannya ke dalam surga” (HR. Bukhari).

Dari hadits di atas kita melihat bahwa yang dilakukan lelaki tersebut hanyalah hal kecil, akan tetapi hal kecil itulah yang membuat Allah berterimakasih kepadanya dan membalasnya dengan balasan surga.

Sahabat rihaal, syukur memiliki beberapa keutamaan di antaranya:

  • Syukur adalah akhlak para nabi dan rasul.

Disebutkan dalam firman Allah:

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ

Artinya : “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah” (Q.S.An Nahl : 120-121).

Dan ketika Allah mensifati Nabi Nuh – ‘alaihis salaam- dengan firmannya:

إِنَّهُۥ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

“Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.(Q.S. Al Isra : 3)

  • Syukur menjadi sebab Allah menambahkan nikmatNya

Syukur adalah penyebab bertambahnya kebaikan pada seseorang, ketika dia bersyukur atas nikmat yang dia terima dari Allah, maka Allah pun akan menambahkan nikmatNya atas hamba tersebut disebabkan syukurnya. Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu Q.S. Ibrahim :7)

Setelah kita mengetahui makna dan keutamaan bersyukur, lalu bagaimana sih cara kita untuk bersyukur?

Sahabat rihaal,

Sesungguhnya wujud syukur kepada Allah bisa tercapai dengan 6 pekara berikut:

1. Menyadari adanya nikmat

Sesuai dengan definisinya yaitu syukur sebagai bentuk balasan nikmat, maka bagaimana seseorang bisa dikatakan bersyukur, jika dia sendiri tidak menyadari bahwa segala hal yang dia punya adalah nikmat?

2. Mengetahui bahwa segala nikmat berasal dari Allah

Rasa syukur memerlukan tempat berlabuh, dan tempat terbaik untuk kita melabuhkan rasa syukur kita adalah hanya kepada Allah SWT.

3. Mengekspresikan rasa butuh akan nikmat tersebut

Mengakui bahwa nikmat itu bisa sampai kepada seorang hamba bukan semata-mata karena hak yang ia punya, dan bukan pula karena usaha-usaha yang dia lakukan, akan tetapi murni karunia dan pemberian dari Allah.

4. Memuji Sang Pemberi nikmat

Caranya dengan sifat-sifat terbaik dalam kedermawanan atau dengan menyebut nikmat tersebut di antara manusia sambil menyandarkan datangnya nikmat itu kepadaNya.

5. Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak diridhoi Pemberinya

Sebaiknya manusia yang diberikan kemurahan nikmat, jangan sampai kita menggunakannya untuk hal-hal yang dilarang dan tidak diridhoi.

6. Melaksanakan keta’atan sebagai bentuk rasa terimakasih kepada Allah

Sebagaimana hadist Rasulullah bahawasanya Beliau berdiri untuk beribadat dari sebahagian waktu malam sehingga pecah-pecahlah kedua tapak kakinya. Saya (Aisyah) lalu berkata padanya:

“Mengapa Tuan berbuat demikian, ya Rasulullah, sedangkan Allah telah mengampuni untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang telah lalu dan yang kemudian?”

Maka beliau menjawab:

أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أكُونَ عبْداً شكُوراً؟

“tidak bolehkah jika aku ingin menjadi seorang hamba yang banyak bersyukurnya?”

Sahabat rihaal,

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita hamba-hambaNya yang senantiasa besyukur sehingga selalu bertambah kebaikan yang kita miliki.

wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh..

Info Paket Umroh & Wisata

146 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini