Apa Munajatmu? Dimana Munajatmu ? Kepada Siapa Munajatmu?

Apa Munajatmu? Dimana Munajatmu ? Kepada Siapa Munajatmu?

Sobat Rihaal – Pernahkah Sobat kehilangan semangat, banyak masalah dalam hidup, dan tidak tahu harus kemana untuk mengadu dan meminta? Ya, hanya kepada Allah tempat kita mengadu dan meminta apapun. Kepada Allah kita bermunajat. Seperti apa munajat sesungguhnya?

Apa itu Munajat ?

Munajat dalam KBBI artinya doa sepenuh hati kepada Tuhan untuk mengharapkan keridaan, ampunan, bantuan, hidayat, dan sebagainya. Saya jadi teringat dengan pembicaraan saya dengan teman beberapa waktu yang lalu. Saya katakan,

“Kalau kamu lagi ada masalah, umroh saja, di tanah suci bermunajatlah yang lama yang khusyu’ dan tidak usah memikirkan apapun selain ibadahmu saat itu”.

Lalu ternyata saran itu dilakukan. Beberapa saat kemudian menunaikan ibadah umroh. Yup, saya ndak akan cerita bagaimana akhirnya dia punya “krentek” untuk umroh.

Yang jelas kalau kita dalam kondisi seperti itu, perlu “berbicara” kepada Allah. Yup, di dalam Qur’an surat Al Insyirah, Allah janjikan, “Bersama kesulitan ada kemudahan”. Dan ingat, ayat ini diulang dua kali. Artinya apa, Allah selalu menyediakan dua pintu solusi untuk masalah kita, apapun.

Hmm, jadi apakah mungkin seorang manusia dapat bercakap-cakap dengan Allah SWT. Trus bagaimana jika kita ingin curhat kepada Allah? Sementara seperti kita ketahui, Nabi pun hanya beberapa yang dapat langsung berbicara dengan Allah. Seperti Nabi Adam as atau dari belakang tabir seperti Nabi Musa as dan Rasulullah Muhammad SAW ketika di sidhrotul muntaha.

Seorang ulama menyebutkan

“Jika kita ingin berbicara kepada Allah, berdo’alah/sholatlah. Dan jika kita ingin mendengar Allah maka bacalah Alquran. Karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar Maha melihat, Maha mengetahui yang Nampak dan yang tersembunyi”.

“Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. Al Hajj, 22 : 61)

Berkenaan dengan ini, pernah datang seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya :

“Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat atau memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?”

Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al Baqarah, 2 : 186)

Menurut riwayat lain, ayat ini turun berkenaan dengan sabda Rasulullah SAW,

“Janganlah kalian berkecil hati dalam berdo’a, karena Allah SWT telah berfirman “Ud’uuni astajiibu lakum” yang artinya berdo’alah kamu kepada-Ku, pasti aku akan mengijabahnya(QS. Al Mu’minun, 40 : 60).

Berkatalah salah seorang di antara mereka : “Wahai Rasulullah! Apakah Tuhan mendengar do’a kita atau bagaimana?” Sebagai jawabannya, turunlah ayat ini. (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir yang bersumber dari Ali)

Dimana munajatmu? Pict : Jamaah Rihaal trip Lailatul Qadar 29 Mei 2019

“Berbicara” dengan Allah

Dalam Hadis Qudsi dijelaskan bagaimana kita sebenarnya “berbicara” dengan Allah ketika kita sedang sholat, atau lebih tepatnya ketika kita membaca surah Al Fatihah.

Allah Ta’ala berfirman,

“Aku membagi sholat antara Aku dan hambaKu menjadi dua bagian, dan bagi hambaKu apa-apa yang dia minta. Maka apabila ia mengucapkan (Alhamdullillahi Rabbil ‘Alamiin) – Allah Ta’ala berfirman : hamdani ‘abdi. HambaKu telah memujiKu. Dan apabila ia mengucapkan (Arrahmaanirrahiim) – Allah Ta’ala berfirman : ‘Atsna alayya ‘abdi, HambaKutelah menyanjungKu. Dan apabila ia mengucapkan (Maaliki Yaumiddiin) – Ia berfiman : HambaKu telah memuliakanKu, dalam riwayat lain: Majjadani abdi, HambaKu telah mengagungkanKu. Maka apabila ia mengucapkan (Iyyaaka Na’budu Wa Iyyaaka Nastai’en) – Ia berfirman : Hadza bayni wa bayna abdi, wa li abdi ma sa’ala, Ini adalah antara Aku dan antara hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta. Maka apabila ia mengucapkan (Ihdinash-shiraathal Mustaqiim Shiraathalladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril Maghduubi ‘Alaihim Waladhdhoolliin) – Ia berfiman :Hadza li abdi,wali ‘abdi ma saala, Ini adalah untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang ia minta” (HR. Muslim)

Karena itu perbanyaklah do’a, karena do’a itu ibadah dan Allah mendengar do’a-do’a kita. Dan perbanyaklah mendengar atau membaca kalam Allah yaitu Al Qur’an. Dengan demikian kita seakan-akan terus “berdialog dan berbicara” dengan Allah dalam keseharian kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang diridhoi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Penulis : Arif Prasetyo Aji

Editor : Rihaal Media

Baca juga :

Ujian atau Cobaan Adalah Tanda-tanda Kasih Sayang Allah SWT

(Part 2) Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji

Info Paket Umroh & Wisata

96 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini