Zona Main Anak di Masjid Putra Jaya Malaysia

Zona Main Anak di Masjid Putra Jaya Malaysia

Sobat Rihaal – Hmm, siapa yang anaknya pernah ditegur oleh seseorang atau takmir ketika di Masjid karena dianggap menggangu kekhusyukan ibadah?Di Masjid Putra Jaya ini malah menyediakan zona main untuk anak di dalam Masjid. Coba lihat keseruan anak-anak ini, mereka tetap bisa bermain sambil melihat pemandangan orang yang sedang beribadah.

Zona Main Anak

Pada awalnya mereka ikut sholat bersama orang tuanya, tapi karena waktu yang lama kadang anak-anak ini menemui titik kebosanan. Dan inilah solusi yang diberikan oleh Masjid yang terletak di pusat pemerintahan Malaysia ini.

Di halaman Masjid juga tersedia playground untuk anak-anak. Disana diletakkan beberapa mainan yang bisa memanjakan anak-anak untuk tetap berada di lingkungan Masjid. Disinilah anak-anak bersosialisasi dengan “kebaikan”. Berada dalam aktifitas amal ibadah, juga  lingkungan yang baik dan tentu orang-orang baik, insyaallah. Tentu dengan tetap memperhatikan kebutuhan anak untuk bisa “bermain”.

Tentang hal ini, dalam salah satu hadist riwayat Muslim disampaikan, “Sahabat Nabi yang bernama Rabi’ menceritakan bahwa pada suatu pagi hari Asyura Rasululah mengirim pesan ke kampung-kampung sekitar kota Madinah, yang bunyinya “Barang siapa yang sudah memulai puasa dari pagi tadi maka silahkan untuk menyelesaikan puasanya, dan bagi yang tidak puasa juga silahkan terus berbuka”. Sejak saat  itu kami senantiasa terus berpuasa pada hari Asyura, begitu juga anak-anak kecil kami banyak yang ikutan berpuasa dengan kehendak Allah, dan kami pun ke masjid bersama anak-anak. Di masjid kami menyiapkan mainan khusus buat anak-anak yang terbuat dari wool. Kalau ada dari anak-anak itu yang tidak kuat berpuasa dan menangis minta makan maka kamipun memberi makanan bukaan untuknya”.

Dan hari ini, alhamdulillah jama’ah Rihaal trip I’tikaf Ramadhan mendapatkan pelajaran berharga tentang bagaimana mengkondisikan anak untuk mencintai Masjid sedini mungkin. Karena masih ada sebagian orang tua yang tidak mau mengajak anaknya ke Masjid karena takut ditegur takmir dan atau khawatir merepotkan.

Kisah Hasan dan Husein

Dan saat shalat bersama anak-anak, Rasulullah SAW memberikan contohnya seperti tertera dalam hadist yang diriwayatkan Nasa’i dan Hakim berikut ini, “Sahabat Nabi yang bernama Syaddad ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah datang – ke masjid- mau shalat Isya atau Zuhur atau Asar sambil membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lalu Nabi maju kedepan untuk mengimami shalat dan meletakkan cucunya di sampingnya, kemudian nabi mengangkat takbiratul ihram memulai shalat.

Pada saat sujud, Nabi sujudnya sangat lama dan tidak biasanya, maka saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk melihat apa gerangan yang terjadi, dan benar saja, saya melihat  cucu nabi sedang menunggangi belakang nabi yang sedang bersujud, setelah melihat kejadian itu saya kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai shalat, orang-orang sibuk bertanya, “wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami sempat mengira telah terjadi apa-apa atau baginda sedang menerima wahyu”.  Rasulullah menjawab, “tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan saya tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya”.

Semoga kita bisa menjadikan anak-anak kita sebagai generasi muda yang hatinya terpaut dengan Masjid. Karena generasi inilah nanti yang termasuk dalam salah satu golongan diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan di hari kiamat. Jika tidak kita biasakan sejak sekarang, mau kapan lagi?

 

 

writer : Arif Prasetyo Aji

21 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini