Zakat itu Bukti cinta

Zakat itu Bukti cinta

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…

Apa kabar sahabat Rihaal yang dimuliakan Allah, semoga senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan dan kian barokah. Aamiin

Sahabat, mari luangkan waktu untuk memperkaya ilmu dan wawasan kita tentang ilmuNya, ilmu untuk meraih ridhaNya melalui ibadah kita. Bismillah, mari membahas tentang zakat. Zakat sebagaimana kita tahu termasuk ibadah wajib kita pada Allah, termasuk dalam 5 rukun Islam. Kenapa kita harus mempelajarinya? Karena ada sebuah kaidah yang mengatakan “ilmu sebelum amal”, artinya sebelum beramal kita harus tau dulu ilmunya. Ibadah yang Allah perintahkan pasti ada tuntunannya baik dari nash Al-Qur’an maupun dari hadist Rasulullah SAW, maka kita wajib memahaminya agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Sahabat, tahukah bahwa kata zakat yang disebutkan dalam Al-Quran terdapat sebanyak 26 ayat yang tersebar pada 15 surat? Silakan sahabat membuka mushafnya masing-masing lalu cari ayat-ayat yang dimaksud untuk memastikannya. Jangan lupa untuk baca juga terjemahannya ya…

Ayat dan surat tersebut antara lain Q.S Al Baqoroh ayat: 42, 84, 110, 177, 277; Q.S Annisa ayat: 77 dan 162; Q.S Al-Maidah ayat: 12 dan 55; Q.S Al-A’raaf ayat: 156; Q.S At-Taubah ayat: 5, 11, 18, dan 71; Q.S Al-Anbiya ayat: 73; Q.S Al-Hajj ayat: 41 dan 78; Q.S An-Nur ayat: 37 dan 56; Q.S Annaml ayat: 3; Q.S Luqman ayat: 4; Q.S Al-Ahzab ayat: 37; Q.S Fushilat ayat: 7; Q.S Al-Mujadillah ayat: 13; Q.S Al Muz’amil ayat: 20; Q.S Al-Bayyinah ayat: 5.

Berikut salah satu dalil yang menunjukkan bahwa kita wajib berzakat:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui”. (Q.S At-Taubah: 103)

Juga hadits riwayat muttafaq alaih yang artinya: “Islam didirikan diatas lima dasar: Mengikrarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji, dan berpuasa pada bulan Ramadhan”. (HR Muttafaq’alaih)

Dari dalil tersebut jelaslah bahwa zakat itu benar perintah Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus tunduk dan mengikuti perintah Allah ini, apalagi zakat adalah termasuk rukun islam yang ke 3.

Zakat Fitrah

Sahabat, insyaa Allah sebentar lagi Ramadhan akan berakhir dan kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Sahabat pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah zakat fitrah. Zakat yang wajib dikeluarkan sebelum shalat ied.

“Sungguh berbahagialah orang yang mengeluarkan zakat (fitrahnya), menyebut nama Tuhannya (mengucap takbir, membesarkan Allah) lalu ia mengerjakan sholat (iedul fitri)”. (Q.S. al-A’la: 14-15)

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang shaum dari segala perkataan yang keji dan buruk yang mereka lakukan selama mereka shaum, dan untuk menjadi makanan bagi orang orang yang miskin”. (HR Abu Daud)

Dalil tersebut menunjukkan wajibnya zakat fitrah untuk setiap orang muslim. Adapun tentang zakat mal (harta), berikut dalilnya dari firman Allah SWT.
 وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ. يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS. at-Taubah: 34-35)

Ayat tersebut menerangkan tentang siksaan yang diberikan kepada orang-orang yang menyimpan harta tapi tidak mau menafkahkannya pada jalan Allah (berzakat). Dengan demikian ayat ini juga menunjukkan bahwa zakat harta atau zakat mal itu wajib hukumnya.

Golongan Penerima Zakat

Sahabat, selain harus tau kewajiban kita mengeluarkan zakat, kita juga perlu tau siapa saja yang berhak menerimanya. Para penerima manfaat dari zakat yang kita keluarkan ini disebut mustahik. Berikut orang-orang yang disebutkan Allah sebagai penerima zakat.

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu´allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS at-Taubah: 60)

Itulah dalil yang menerangkan siapa saja yang berhak menerima zakat, yaitu orang fakir, orang miskin, Amilin, Muallaf, Riqob, Ghorimin, Fii Sabilillah, dan Ibnu sabil.

Nah, sahabat… demikian pembahasan tentang dalil kenapa kita harus berzakat, sebagai salah ibadah wajib kita kepada Allah selain shalat, puasa (Ramadhan), dan haji (bila mampu). Insyaa Allah akan kita bahas bersama tentang rincian zakat apa saja yang harus kita keluarkan di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat dan menambah ketaqwaan kita pada Allah SWT… Mengeluarkan zakat berarti menaati perintah Allah, taat pada perintah Allah berarti membuktikan cinta kita padaNya…

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp