Yuk Bantu Saudara Kita yang Membutuhkan Dengan Berzakat

Yuk Bantu Saudara Kita yang Membutuhkan Dengan Berzakat

Sobat Rihaal – zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib kita laksanakan. Berzakat sama pentingnya dengan kita berpuasa dan shalat 5 waktu. Oleh karena itu, Allah Ta’ala sering mengiringi penyebutan zakat dalam Al Qur’an dengan shalat  agar kita tidak hanya memperhatikan hak Allah saja, akan tetapi juga memperhatikan hak sesama.

Mengapa Perlu Berzakat?

Selain ada zakat Fitrah yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya, kali ini akan dibahas juga tentang zakat Mal. Zakat Mal (harta) merupakan zakat yang wajib dikeluarkan apabila sudah mencapai nisab (mencapai jumlah tertentu). Landasan kewajiban zakat terdapat dalam Al Qur’an, surat Al-Baqarah:267

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan, janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Syarat-syarat Zakat Mal

Harta yang kita zakatkan harus merupakan harta yang halal. Bukan dari hasil mencuri, korupsi, dan tindakan lainnya yang dilarang oleh agama. Kemudian, untuk syarat-syarat harta yang wajib untuk dizakatkan adalah sebagai berikut:

  1. Merupakan kepemilikan penuh, artinya harta yang akan dizakatkan adalah milik orang yang hendak berzakat.
  2. Harta yang dapat berkembang, artinya memiliki potensi untuk terus menghasilkan
  3. Sudah mencapai nisab. Nisab adalah standar minimal yang dikenakan. Jika belum mencapai nisab, tidak ada kewajiban atas hartanya untuk zakat mal. Hitungan nisab zakat mal setiap harta berbeda-beda
  4. Melebihi kebutuhan pokok, artinya orang yang wajib mengeluarkan zakat mal adalah orang yang kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi.
  5. Melebihi kebutuhan pokok, artinya orang yang wajib mengeluarkan zakat mal adalah orang yang kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi.
  6. Tidak berhutang dan kepemilikan hartanya sudah sampai satu tahun atau disebut dengan istilah haul.

Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Berdasarkan penjelasan dalam Al Qur’an surat At Taubat ayat 60, yaitu menjelaskan, “ Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya untuk (memerdekakan) budak, orang yang berutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan, Allah Maha

 

sumber: abiummi.com

26 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini