Yakin ! Pondasi Utama Membangun Keluarga Sakinah

Yakin ! Pondasi Utama Membangun Keluarga Sakinah

Sobat Rihaal – menyimak ceramah dari Ust. Syatori untuk Trip 13 Februari mengenai Mentoring Keluarga, ada pesan menarik yang dapat kita ambil. Beliau bercerita mengenai keyakinan dalam berumah tangga.

Diawali dengan kisah Masjid Ghomamah. Ada dua riwayat mengenai masjid ini. Yang pertama, diceritakan Rasul SAW melaksanakan solat Istisqa’ di wilayah ini. Seperti diketahui jika bangunan Masjid Ghomamah ini dahulunya adalah sebuah lapangan yang gersang. Setelah Rasul melaksanakan solat Istisqa’ kemudian datanglah awan mendung.

Kemudian cerita yang kedua, diceritakan Rasul melaksanakan solat ‘Ied di kawasan Masjid Ghomamah ini bersama dengan sahabat. Akan tetapi para sahabat merasakan khutbah Rasul sangat lama, dan cuaca saat itu juga panas, sehingga para sahabat mulai kepanasan. Mengetahui hal itu, Rasul berdoa kepada Allah SWT dan kemudian datanglah awan mendung yang menaungi mereka dari panas. Akhirnya para sahabat pun kembali tenang.

Lalu pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita diatas?

Cerita diatas mengajarkan kepada kita, bahwa kita harus yakin. Yakin bahwa yang kita lakukan benar pasti ditolong oleh Allah SWT. Begitupun yakin kita jadikan sebagai modal untuk membina rumah tangga. Kita harus meyakini jika pasangan yang diberikan kepada kita adalah pasangan terbaik yang diberikan oleh Allah SWT.

Seperti kita menginginkan keluarga yang Sakinah. Kata sakinah diambil dari QS. Ar. Ruum (30):21 yang berbunyi “Litaskunu ilaiha” yang artinya supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Jadi tugas seorang suami atau istri adalah sama-sama memberikan ketenangan untuk pasangannya.

Ada kisah juga seorang suami yang berkata “ ketika istriku marah sekalipun, saya tidak akan terpancing untuk marah. Kenapa? Karena istri merupakan Litaskunu ilaiha yang memberikan ketenangan bagi suami. Oleh karena itu, saya tetap tenang agar istri saya tetap amanah dengan tugasnya “

Kisah lain datang dari Nabi SAW yang tidak mudah menyalahkan istrinya. Suatu hari, Rasul pulang larut malam dan pintu rumah sudah dikunci. Kemudian Nabi tidur diluar rumah dengan bersandar ke dinding. Aisyah yang terbangun, kemudian hgeran karena Nabi belum kunjung pulang. Kemudian Aisyah pun keluar rumah dan mendapati Nabi yang sedang tidur diluar. Aisyah pun akhirnya meminta maaf kepada Nabi karena tidak bangun ketika Nabi pulang. Akan tetapi, Rasulullah justru tidak marah. Beliau justru meminta maaf karena pulang terlalu larut. Pelajaran yang bisa kita ambil yaitu betapa Nabi dan istrinya tidak pernah saling menyalahkan, akan tetapi justru saling meminta maaf satu sama lain.

Lalu siapa itu suami ? dan siapa itu istri?

Jika dilihat dari pengertian islam, suami atau istri adalah sosok yang dihadirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pintu surga bagi satu sama lain. Kita perlu memahami bahwa, dibalik seperti apapun istri atau suami kita, sebenarnya disitu ada surga.

Lalu apakah mendapatkan suami/istri yang kurang menyenangkan adalah sebuah kerugian? Atau sebuah keuntungan?

Kita analogikan jika kita membeli jeruk, kemudian mendapatkan jeruk yang rasanya asam. Kira-kira itu sebuah keuntungan atau sebuah kerugian? Jika kita menjawab dengan akal naluriah manusia pada umumnya, maka kita akan menjawab itu sebuah kerugian. Akan tetapi, jika kita menjawab dengan menggunakan hati yang didasari pula dengan iman, maka itu sebuah keuntungan. Mengapa? Karena ketika kita mendapatkan buah jeruk yang asam itu, kita telah menyelamatkan saudara kita. Karna yang asam telah kita ambil, maka saudara kita akan mendapatkan yang manis.

Begitu pula dalam berumahtangga. Bagaimana kita memandang pasangan hidup tergantung suasana hati kita. Jadi, ketika berumahtangga didasari dengan iman, maka Insha Allah rumah tangga itu tidak hanya ada di dunia tetapi akan dikekalkan oleh Allah SWT sampai ke akhirat. Aamiin aamiin ya Rabbal’alamin..

41 total views, 19 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini