UMROH DAN HAJI SEBAGAI PENEBUS DOSA

UMROH DAN HAJI SEBAGAI PENEBUS DOSA

Sahabat pernah dengar hadits tentang Umroh dan Haji sebagai penggugur dosa?. Mimin yakin sahabat banyak yang sudah tau. Apalagi yang sudah umroh bareng Rihaal (*iklan dikit…hehehe).

Buat sahabat yang belum tau mimin tulisin haditsnya ya…

(عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ﴿العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, “Umroh satu ke Umroh lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” (H.R. Bukhari Muslim)

Nah sekarang fix ya… kalau sahabat semua sudah tau haditsnya. Jadi, bisa kita lanjut pembahasannya. Ini agak sedikit serius memang… tapi nggak perlu tegang juga sih… 😀

Keutamaan Umroh

Pada hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa di antara kedua umroh adalah penggugur dosa dan haji mabrur pahalanya Surga.

Pertanyaanya, Dosa besarkah? Atau dosa kecil?

Pada hadits di atas memang tidak secara explisit atau tidak secara jelas diungkapkan dosa kecil atau dosa besar. Namun para ulama menggolongkan penebusan dosa semacam ini ke dalam kategori amal shaleh atau ketaatan. Dan amal shaleh tersebut menurut Jumhur ahlus sunnah hanya dapat menebus dosa kecil saja, itupun dengan syarat menjauhi dosa-dosa besar.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa hadis, diantaranya :

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Artinya: “Shalat lima waktu, dan Jum’at satu ke Jum’at lainnya, dan Ramadhan satu ke Ramadhan lainnya adalah penebus dosa antara kesemuanya itu selagi seseorang menjauhi dosa-dosa besar”.

Beliau juga bersabda :

مَا مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا، إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ»

Artinya: “Tidaklah seorang Muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia membaguskan wudhunya, membaguskan khusyuknya dan rukuknya. Kecuali hal itu sebagai penebus dosa yang telah ia lakukan sebelumnya selagi ia tidak melakukan dosa besar, dan penebusan dosa itu berlangsung sepanjang zaman”.

Bagaimana nih sahabat? Sudah jelaskan? Kalau belum, bisa ditanyakan loh.

Sebagai tambahan, pernyataan ini juga diperkuat oleh perkataan Imam Nawawi rahimahullah dan Al-Qâdhi ‘Iyâdh rahimahullah. Mereka  berkata, “Semua dosa itu dapat diampuni dengan sebab amal shaleh kecuali dosa besar, karena dosa besar hanya dapat ditebus dengan taubat.

Selanjutnya, jika ada pertanyaan…

“Jika seseorang tidak memiliki dosa kecil karena dosa-dosa kecilnya telah tertebus dengan amal saleh lainnya seperti shalat lima waktu, Jum’at, puasa Arafah, Ramadhan dan lain-lain, dosa apakah yang akan ditebus oleh umroh tersebut ?”

Jawabannya …

“Jika seseorang tidak memiliki dosa kecil dan dosa besar, maka umroh satu ke umroh lainnya tersebut dicatat sebagai amal shaleh yang dengannya derajat seorang hamba menjadi tinggi. Dan jika ia tidak memiliki dosa kecil akan tetapi memiliki dosa besar maka diharapkan semoga dapat meringankannya.”

Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh as-Suyuthi rahimahullah pada salah satu faidah yang beliau nukil dari Imam Nawawi rahimahullah. Jika ada yang mengatakan, “Jika wudhu itu penebus dosa maka dosa apa yang akan ditebus oleh shalat ? Dan jika shalat itu penebus dosa, maka dosa apa yang akan ditebus oleh puasa Arafah, puasa ‘Asyura’ dan ucapan amin seorang Makmum yang bertepatan dengan ucapan amin Para Malaikat ? yang mana semua itu adalah penebus dosa sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi. Maka jawabannya adalah  semua amal shaleh itu adalah penebus dosa kecil jika dosa itu ada pada diri seorang hamba. Jika pada dirinya tidak terdapat dosa besar atau kecil, maka semua amal shaleh itu ditulis sebagai kebaikan yang dengannya derajat seorang hamba ditinggikan. Dan jika pada dirinya tidak ada dosa kecil, akan tetapi terdapat dosa besar maka kami berharap dapat meringankan dosa besar tersebut.

Kemudian apakah wujud penebusan dosa tersebut berupa penambahan berat timbangan kebaikan nanti pada hari kiamat atau penghapusan dosa ?

Jawabannya adalah penebusan dosa tersebut berupa penghapusan dosa. Sebagaimana yang telah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dalam hadits lain bahwa amal kebaikan itu dapat menghapus dosa seorang hamba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا

Artinya: “Dan iringilah perbutan jelek dengan perbuatan baik, maka perbuatan baik tersebut akan menghapusnya.”

Keutamaan Haji Mabrur

Dalam hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan keutamaan haji mabrûr yakni haji yang tidak tercampuri dengan dosa. Balasan bagi orang yang hajinya mabrûr tiada lain kecuali surga. Imam Nawawi rahimahullah menambahkan bahwa balasan bagi orang yang hajinya mabrur itu tidak hanya diampuni dosa-dosanya melainkan juga dimasukkan ke dalam surga.

Lantas, “Apakah kriteria haji mabrur itu ?

Banyak dari para alim menyatakan bahwa tanda haji mabrur adalah amal perbuatan seseorang setelah menunaikan ibadah haji lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Untuk lebih rincinya (terkait kemabruran haji) nanti bakal mimin bahas di artikel yang terpisah yaaa… 😀

Ibroh  Hadits

Kalau udah ngomong banyak tapi nggak ada apa yang dapat diambil dari omongan di atas bakal sia-sia rasanya. Untuk itu, mimin bakal rangkumin nih buat sahabat. Apa sih faidah atau ibroh dari hadits tentang keutamaan Haji dan Umroh tersebut. Dan beberapa di antara adalah:

  1. Amal shaleh dapat menebus dosa kecil, dan diantara amalan shaleh itu adalah umroh dan haji;
  2. Balasan haji mabrûr selain bisa menebus dosa juga bisa menjadi wasilah kita untuk masuk surga;
  3. Amal shaleh dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allâh Azza wa Jalla;
  4. Taubat merupakan penebus dosa kecil dan besar;
  5. Bagi seorang hamba jika ia terjatuh dalam dosa kecil maka hendaknya ia segera melakukan amal shaleh sebagai kaffarah-nya. Dan jika ia terjatuh dalam dosa besar maka hendaknya ia segera bertaubat. Sebelum ia lupa atas dosa tersebut dan sebelum ajal menjemputnya;
  6. Seorang Muslim dalam melakukan amal shaleh hendaknya diniatkan untuk mendapatkan Ridha Allah Ta’ala. Kemudian diniatkan sebagai wujud penebus dosa.

 

10 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini