Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Bolehkah?

Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Bolehkah?
sumber: google

Sobat Rihaal – Menjelang bulan Ramadhan, ada salah satu tradisi yang biasanya dilakukan oleh umat muslim di Indonesia, yaitu mengunjungi makam atau berziarah kubur (nyadran). Sebetulnya masih ada sebagian umat Muslim yang bingung mengenai hokum berziarah kubur. Ada yang mengatakan boleh, dan ada juga yang mengatakan tidak. Begitu pula dengan waktu pengerjaannya. Lantas, bagaimanakah hukumnya berziarah kubur menjelang Ramadhan?

Hukum Berziarah Menurut Islam

Tidaklah tepat jika kita meyakini bahwa waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat adalah menjelang bulan Ramadhan saja. Faktanya, kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Nabi SAW bersabda:

زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ

“Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian).” (HR. Muslim no. 976, Ibnu Majah no. 1569 dan Ahmad 1:145).

Dan ketika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar, sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari Islam yang menuntunkan hal ini.

Dari riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amal tersebut tertolak.”

Baca juga: Tiga Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah jadikan rumahmu seperti kubur, janganlah jadikan kubur sebagai ‘ied (perkumpulan di suatu tempat yang terus berulang baik tahunan, mingguan, bulanan atau semisal itu), sampaikanlah shalawat kepadaku karena shalawat kalian akan sampai padaku di mana saja kalian berada.” (HR. Abu Daud no. 2042 dan Ahmad 2:367)

Demikianlah sobat perihal hukum berziarah menjelang bulan Ramadhan. Dengan penjelasan dari hadits-hadits diatas, bahwa kita tidak boleh meyakini adanya waktu tertentu yang lebih utama untuk ziarah kubur. Kemudian tidak boleh juga bagi peziarah kubur dan yang lainnya untuk berdoa (meminta) kepada orang mati, memohon perlindungan (istighatsah) kepadanya, atau kebutuhan-kebutuhan yang lainnya. Karena semua perkara tersebut termasuk ibadah, sedangkan ibadah semuanya itu hanya untuk Allah Ta’ala

 

 

sumber: rumaysho

183 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini