Tradisi Unik Penyambutan Ramadhan Di Beberapa Negara

Tradisi Unik Penyambutan Ramadhan Di Beberapa Negara

Waaahhh nggak terasa ya sahabat… Ramadhan sudah di depan mata… sudahkah kita siap menyambutnya? (*jawab dikolom komentar ya…..)

Ngomong-ngomong tentang penyambutan, intip yuk keunikan penyambutan Ramadhan di beberapa negara. Meskipun kita belum kesana, tapi setidaknya kita tau dulu keunikannya…. kali aja tahun depan kita dapat berkunjung kesana… Amiin

Bersama Rihaal tentunya… #eaaa

ada banyak negara yang memiliki tradisi dalam penyambutan bulan suci Ramadhan. Dan  beberapa negara yang akan kita bahas di sini, di antaranya adalah:

  1. Mesir

Di Bumi Musa ini, umumnya masyarakat Mesir menyambut bulan Ramadhan dengan memasang lampu khas di hampir setiap rumah warganya. Lampu tradisional ini bernama Fanus. Biasanya lampu ini mulai banyak dijajakan di pasaran menjelang tibanya bulan suci Ramadhan. Tak hanya terpajang di depan rumah warga, lampu ini juga menghiasi jalanan di gang-gang warga. Jika malam telah tiba, sorotan sinar warna –warni yang terpancar dari cahayanya terlihat begitu indah nan meriah.

Namun, tahukah sahabat? Kalau ternyata tradisi ini sudah berlangsung cukup lama loh… sejak kapan?  Tradisi ini sudah berjalan sejak zaman Dinasti Fatimiyah. Dimana Dinasti Fatimiyah sendiri memasuki Mesir pada tahun 972 M. Ini berarti tradisi pemasangan lampu Fanus dalam menyambut bulan suci Ramadhan telah berlangsung kurang lebih sekitar 1000 tahun lalu. Waw…luar biasa bukan?!  Tradisi yang tak tergerus oleh zaman dan waktu.

Adapun tradisi lainnya, berada di dataran tinggi Muqattam, sebuah daerah yang terdapat di kota Cairo (ibu kota Mesir), terdapat sebuah  meriam yang difungsikan sebagai sebuah penanda imsak dan berbuka puasa.

Ini bukan meriam biasa loh sahabat, karena tak hanya bernilai sejarah, meriam ini juga punya nama. Bukan “meriam belina” pastinya, melainkan “Hajjah Fatimah” namanya. Nama ini tetap digunakan hingga saat ini, meski meriam sudah pernah diganti.

keunikan dari Negri seribu menara ini juga terjadi pada setiap berbuka di sepanjang Ramadhan. Selalu ada hidangan kasih sayang yang tersaji di berbagai tempat. Tak hanya di masjid-masjid, atau restoran, melainkan juga di pinggir-pinggi jalan. Menu yang ditawarkanpun cukup beragam, bahkan tak jarang menunya sudah sekelas hotel berbintang. Banyak pula pemuda yang berbagi takjil di jalanan yang sengaja disediakan bagi para muslimin yang sedang berada di perjalanan.

  1. Palestina

Siapa yang tak kenal dengan negeri Palestina? Negeri yang penuh dengan konflik di  sepanjang tahunnya. Namun, di sini saya tidak akan membahas konflik yang terjadi di Palestina. Melainkan tradisi penyambutan bulan suci Ramadhan di sana.

Meski pun negeri ini sering terjadi konflik, namun perayaan dalam penyambutan bulan suci Ramadhan tidak kalah meriah dengan negeri tetangganya yaitu Mesir.

Sama dengan tradisi penyambutan di negara tetangganya, negeri Palestina juga memiliki tradisi menyalakan lampu tradisional menjelang tiba bulan suci Ramadhan. Tak hanya dipajang di rumah warganya, melainkan juga terpajang di sudut-sudut kota negeri Palestina.

Tidak hanya kemeriahan lampu yang ditawarkannya, namun juga tradisi berbelanja menjelang bulan Ramadhan juga menghiasi tradisi kota-kota di Palestina. Tradisi berbelanja ini didominasi dengan berbelanja makanan. Dan salah satu makanan khas yang menjadi simbol datangnya bulan suci Ramadhan adalah Qatayef, yakni makanan berjenis pancake yang bentuknya menyerupai kerang berisi kacang atau keju manis yang digoreng. Biasanya makanan ini cocok jika dipadukan dengan hidangan sirup gula. Dan umumnya makanan ini special hanya dikonsumsi di hari pertama Ramadhan saja.

  1. Suriah

Berbeda dengan dua negara sebelumnya, pada negara ini tidak ada pemasangan lampu khusus yang menghiasi di setiap sudut kota ataupun tradisi berbelanja. Tradisi dalam penyambutannya cukup unik. Yakni hanya dengan berlandaskan kebaikan, belas kasih, dan hormat terhadap sesama dengan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan berkomunikasi dan berinteraksi  ringan terhadap sesama. Komunikasi ini dapat dilakukan baik dengan interaksi langsung seperti bersalaman dan berbincang, atau melalui teknologi meliputi SMS, telpon, atau email. Tahukah sahabat ? jika tradisi ini sudah dilakukan secara turun menurun. Namun, belum diketahui secara pasti, sejak kapan atau kapan pertama kali tradisi ini ada. Yang jelas, tradisi ini biasa dilakukan dua hari sebelum Ramadhan.

  1. Yaman

Hal unik lainnya terjadi di bumi Yaman. Penyambutan Ramadhan dilakukan dengan cara memakai celak mata. Tradisi perayaan sebelum Ramadhan dengan menggunakan celak mata ini hanya dilakukan oleh para pemuda (laki-laki). Masyarakat Yaman meyakini, bahwa cara ini juga dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dalam penyambutan Ramadhan.

 

Demikianlah beberapa tradisi di beberapa negara. Nah tentunya negara kita juga memiliki tradisi yang tidak kalah uniknya dalam penyambutan bulan suci.

Pertanyaan buat sahabat nih….Gimana nih tradisi penyambutan di kota sahabat-sahabat….? (*tulis di kolom komentarya….)

 

113 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini