Tradisi Megibung, Wujud Nilai Religius dan Kebersamaan Warga Bali

Tradisi Megibung, Wujud Nilai Religius dan Kebersamaan Warga Bali

Sobat Rihaal – Masih tentang Rihaal Go To Indonesia Raya, kali ini Rihaal berkunjung ke Kota Denpasar, Bali. Berbicara tentang Bali ada satu tradisi menarik warga Muslim disana yang disebut Megibung. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun di Bali yang masih terjaga hingga sekarang. Kira-kira seperti apakah tardisi Megibung itu? Yuk simak penjelasannya dibawah

Berasal Dari Desa Karangasem

Dilansir dari situs Wikipedia, Megibung merupakan tradisi yang dimiliki oleh warga Karangasem. Desa yang terletak di ujung timur Pulau Dewata Bali, Indonesia. Diperkenalkan pertama kali oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem, pada tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. Saat itu kerajaan Karangasem memenangkan perang melawan Kerajaan Sasak di Lombok.

Kata Megibung berasal dari kata ‘gibung’ yang diberi awalan me-. Gibung artinya kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang, yakni saling berbagi antara satu orang dengan yang lainnya. Tradisi ini dilakukan dengan cara duduk dan makan bersama sambil berdiskusi. Keluarga, orang terdekat, sanak family, teman, dan seluruh warga muslim di Bali datang berkumpul dan membaur.

Menu Untuk Tradisi Megibung

Kini, tradisi Megibung bukan saja dilakukan untuk upacara adat, namun juga acara selamatan, menyambut tahun baru, Maulid Nabi Muhammad SAW, atau menyambut Ramadhan. Sebagai peneman diskusi, biasanya dalam satu wadah besar terdapat ayam bakar, sate lilit khas Bali, ikan asin, nasi putih, sambal terasi, lengkap dengan sayur, tahu dan tempenya. Setiap wadah akan dimakan bersama oleh 4 sampai 7 orang.

Fakta Menarik

Tujuan dari tradisi Megibung ini adalah untuk mengikat dan menjaga kebersamaan antar warga serta menjadi wadah agar masyarakat dapat bertukar pendapat. Sehingga tetap hidup rukun dan damai. Selain itu tradisi ini juga mempunyai aturan-aturan yang perlu diperhatikan.

Aturan tersebut yaitu, sebelum makan harus cuci tangan, tidak boleh menjatuhkan sisa makanan dari suapan, tidak boleh mengambil makanan yang ada di sebelahnya, tidak meninggalkan tempat apabila sudah kenyang, harus menunggu teman yang lainnya selesai, dan harus menjaga tata karma.

 

referensi : qubicle.id

246 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini