Terungkap! Ini Penjelasan Ilmiah Fenomena Aneh di Jabal Magnet Kota Madinah

Terungkap! Ini Penjelasan Ilmiah Fenomena Aneh di Jabal Magnet Kota Madinah
photo by google

Jabal Magnet atau Gunung Magnet merupakan gunung yang terletak di Arab Saudi. Gunung ini sangat terkenal di kalangan para jamaah haji maupun umroh. Lokasi gunung ini terletak kira-kira di 60 kilometer dari kota Madinah dan didominasi warna hitam dan merah bata.

Sepanjang perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dari kota Madinah, kita akan disuguhi pemandangan kebun kurma dan hamparan bukit bebatuan. 10 kilometer menuju Jabal Magnet ada sebuah danau buatan yang besar.

Fenomena Aneh

Ada suatu keanehan yang akan kita rasakan ketika melewati jabal magnet ini. Seperti, mobil atau kendaraan-kendaraan yang melewati area ini dapat berjalan sendiri kearah berlawanan (mundur), kecepatan mobil yang semula 120 km per jam, lama-kelamaan kecepatannya akan turun 5 km per jam. Bahkan kendaraan sanggup mendaki tanjakan.

Tidak hanya itu, jarum penunjuk kompas pun tidak bekerja sebagaimana mestinya di kawasan ini. Arah utara-selatan menjadi kacau. Bahkan, data di telepon seluler pun bisa tiba-tiba hilang di lokasi ini.

Fenomena aneh ini menjadi daya tarik lebih bagi wisatawan maupun jamaah haji/umroh. Sehingga, pemerintah Arab Saudi sudah menyiapkan tenda-tenda untuk pengunjung. Disediakan pula mobil mini yang bisa disewa untuk sekedar merasakan tarikan medan magnet di kawasan ini.

Penemu Jabal Magnet

Menurut penduduk Saudi, Jabal Magnet ini ditemukan oleh suku bernama Manthiqa Baidha atau suku perkampungan putih. Diceritakan, jabal magnet ini awalnya tanpa sengaja ditemukan oleh seorang suku Arab Badui. Saat itu seorang Arab Badui menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil.

Namun karena sudah kebelet, ia mematikan mesin mobil tetapi lupa tidak memasang rem tangan. Dan saat ia telah selesai, betapa terkejutnya arab badui tersebut melihat mobilnya berjalan sendiri dan semakin kencang. Dia berusaha mengejar, tetapi tidak berhasil. Mobilnya pun akhirnya berhenti setelah terjerembab ke tumpukan pasir yang ada di kawasan tersebut.

Baca juga : Ini Salah Satu Gunung yang Akan Kita Temukan di Surga

Penjelasan Ilmiah Fenomena Jabal Magnet

Dilansir dari faktailmiah.com, fisikawan Brock Weiss dari Universitas Negara bagian Pennsylvania mengatakan “Kuncinya adalah lereng yang bentuknya sedemikian hingga memunculkan efek seolah anda menaiki tanjakan. “

Pengukuran GPS yang dilakukan oleh Weiss dan ilmuan lainnya, menunjukkan jika elevasi daerah dasar tanjakan, sesungguhnya lebih tinggi dari elecasi daerah puncak tanjakan. Jalannya sesungguhnya menurun.

Namun ternyata, dengan penelitian yang lebih canggih dan obyektif, dalam kasus Jabal Magnet dan ratusan gunung sejenis di penjuru dunia ini bukan kesalahan dari Hukum Gravitasi Newton tetapi atas pemikiran manusia itu sendiri yang mudah tertipu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengujian yang dilakukan sederhana sekali, hanya melakukan pengukuran GPS di titik dasar dan puncak tanjakan. Kita pun bisa mencoba sendiri jika memiliki GPS. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa SGS (Saudi Geological Survey) tidak pernah heboh mengenai fenomena Jabal Uhud ini.

Ada sebagian orang yang mengambil penjelasan ilmiah dalam bentuk pengaruh lava berusia ratusan juta tahun. Tetapi penjelasan tersebut salah, karena fenomena jabal magnet ini juga terjadi di tempat lain yang bukan gunung berapi.

Kebanyakan dari kita, tidak menyadari jika otak manusia juga mudah dibohongi. Sehingga berfikir jika hokum fisika dapat berubah, namun pada kenyatannya tidak. Ini hanyalah penyimpangan sudut pandang dan sudut yang ganjil.

Apa yang dimiliki oleh semua lokasi gravitasi terbalik ini, adalah cakrawala yang sepenuhnya atau sebagian besar terhalangi. Akibatnya, sulit bagi mata manusia untuk menilai kemiringan sebuah permukaan.

Tidak adanya titik referensi yang handal, diperkuat ilusinya oleh indera keseimbangan tubuh. Khususnya apabila kemiringan lereng ini kecil. Akibat lain dari tidak adanya referensi adalah benda yang secara normal dianggap tegak lurus tanah (seperti pepohonan) yang dikira tegak lurus, padahal sebenarnya dia berbaring. Ilusi ini serupa dengan ilusi kamar Ames. Dimana bola dapat terlihat bergulir melawan gravitasi.

331 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini