Tempat Ibrahim As Berpijak

Tempat Ibrahim As Berpijak

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Dan Jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat Sholat. Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah –Ku untuk orang-orang thawaf, yang i’tikaf, yang rukuk dan yang sujud.” (QS. Al-Baqarah [2]: 125)

Al-Maqam menurut bahasa diartikan sebagai “tempat berpijak”. Jadi, Maqam Ibrahim merupakan sebuah bangunan kecil yang di dalamnya terdapat batu pijakan yang dibawa oleh Nabi Ismail (anak Nabi Ibrahim) ketika membangun Ka’bah. Batu inilah yang digunakan oleh Nabi Ibrahim sebagai pijakan saat membangun Ka’bah untuk melengkapi setiap dari bongkahan bangunan Ka’bah. Semakin tinggi tumpukan batu yang disusun sebagai pondasi dan dinding Ka’bah, ditinggikan pula batu pijakan Nabi Ibrahim as.

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir (700-774 H), bahwa batu itulah yang dipakai oleh nabi Ibrahim untuk meninggikan Ka’bah oleh tangannya sendiri dengan posisi berdiri, tanpa mewakilkan kepada orang lain. setiap selesai dari satu sisi, berpindah ke sisi yang lain pada posisi berthawaf, dibantu oleh Nabi Ismail as untuk memindahkan alas tempat berdiri Nabi Ibrahim as. Hal tersebut mereka lakukan sampai selesai.

Ibnu katsir juga menyebutkan ,pada mulanya maqam ini menempel di dinding Ka’bah sebagai tempat berpijak Nabi Ibrahim dalam meninggikan Ka’bah. Kemudian di zaman Khalifah Umar ra, maqam ini digeser mundur untuk memperluas area agar  orang-orang  bisa lebih leluasa dalam melakukan thawaf.

Pada batu pijakan tersebut, nampak bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim, hal ini dikarenakan batu ini digunakan terus menerus sebagai pijakan saat Nabi Ibrahim berdiri. Batu Maqam Ibrahim ini masih ada hingga saat ini. Dan kini batu itu dilapisi dengan perak. Tidak diketahui berapa ukuran dari batu pijakan ini. Namun yang pasti, bekas telapak kaki Ibrahim memiliki spesifikasi dengan panjang 27 cm, lebar 14 cm dan kedalaman 10 cm. Dan adapun untuk bangunan pelindung batu itu dibuat seperti sangkar burung atas perintah khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi.

Bangunan pelindung Maqam Ibrahim dari masa ke masa terus mengalami perubahan. Pada mulanya Maqam Ibrahim diletakkan pada sebuah bangunan lemari perak yang diatasnya dibuat peti berukuran 6×3 meter dengan luas kotak 18 meter.  Namun, karena bangunan yang ada ini memenuhi area thawaf dan mempersulit jemaah yang melakukan thawaf. Maka pada tahun 1387 H  berdasarkan atas kesepakatan Rabitah al-Alam Al-Islami yaitu seuatu organisasi liga umat islam dunia, bangunan ini diubah menjadi kotak kaca kristal yang diliputi dengan besi di atas batu marmer berukuran 180 x130  cm. Kemudian oleh pemerintah Arab Saudi, kotak yang berbentuk sangkar tersebut dilapisi emas, dan diluarnya dilapisi kaca bening dengan ketebalan 10 mm yang tahan terhadap panas dan anti pecah. Sehingga, area thawaf lebih luas lagi. Dan Saat ini, jarak antara Maqam Ibrahim dengan sudut Ka’bah (rukun Hajar Aswad) mencapai kurang lebih 14,5 meter.

Lantas apa sih keistimewah atau keutamaan dari bangunan ini, sehingga diletakan berdekatan dengan Ka’bah. Dan apa fadhilah dari bangunan ini?

Ibnu Jarir At-Tabari (224-310 H) mengatakan, kita diperintahkan untuk shalat, tapi kita tidak diperintahkan untuk mengusapnya, karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Demikian pula dinyatakan dalam sebuah riwayat lain, Umar ibn Khattab ra bertanya: “ Wahai Rasulullah Saw, ini adalah Maqam Nabi Khalilu Rabbina Ibrahim, apakah kita akan menjadikan tempat ini sebagai tempat sholat? Rasulullah Saw bersabda: “Tentu, lalu turunlah ayat “Wattakhidzu min maqami Ibrohima Mushala”.

“ Sesungguhnya Rasulullah Saw setelah selesai melakukan Thawaf, beliau menghampiri Maqam Ibrahim dan membacakan Watakhidzu min Maqami Ibrahima Mushala, kemudian beliau melakukan Sholat dua rakaat dengan membaca surat al-Fatihah dan al-Kafirun pada rakaat pertama dan membaca surat al-Fatihah dan al-Ikhlas pada rakaat kedua. (HR. An-Nasai).

demikian informasi singkat mengenai Maqam Ibrahim. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua yang akan mengunjungi Baitullah al-Haram. amiin

Sumber: Encyclopedia of Islamic Civilization, Wikipedia

233 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini