Telah Datang Kepada Kami Purnama Dari Tsaniyah Wada

طلع البدر علينا من ثنيات الوداع

وجب الشكر علينا ما دعا لله داع

أيها المبعوث فينا جئت بالأمر المطاع
جئت شرفت المدينة مرحبا يا خير داع

Siapa yang tak tahu dan tak kenal tentang syair di atas? tentunya, syair ini sangat familiar di telinga kita. Karena syair ini erat kaitannya dengan kisahhijrah Rasulullah Saw.

Namun tahukah kita? apa itu Tsaniyah Wada? Dimanakah letaknya? Dan kenapa dinamakan demikian?. Banyak pendapat dari kalangan sejarawan maupun kalangan ahli kisah mengenai Tsaniyah Wada ini. Berikut penjabarannya;

Kata “Tsaniyah” secara etimologi berarti jalan di pegunungan atau bukit, dan kata “Wada’” memiliki arti perpisahan. Sedangkan yang di maksud dengan “Tsaniyah Wada’ “ adalah situs bersejarah yang terletak dekat pintu masuk Kota Madinah.  Pendapat lain mengatakan, Tsaniyah wada, dengan difathahkan “waw” itu berarti nama dari sebuah tempat perpisahan, yaitu tsaniah Masyrafah di Madinah yang dilewati bagi siapa yang ingin ke Makkah. Adapun pendapat lain berkata:  yang dilewati bagi siapa yang ingin ke Syam.Adapun pengertian lainnya adalah jalan di atas bukit atau jalan di atas gunung. Jika dikatakan bahwa seseorang mendaki Tsaniyah (gunung), itu artinya ia mendaki dengan kesulitan.

Terdapat perbedaan pendapat pula, terkait alasan kenapa dinamakan Tsaniyah Wada’. Di antaranya:

  1. Dinamakan tsaniyah wada’ karena menunjukkan di mana tempat para musaffir berpisah.
  2. DinamakandemikiankarenamerupakantempatperpisahanbagiparamusafirdariMadinahmenujukeMakkah
  3. Karena namaituadalahnamajahiliyah yanglebihdikenal. Iyadzberkata: TsaniyahWada’terletak di M
  4. Dan ada yang mengatakan: Tsaniyah Wada’ merupakan tempat perpisahan Rasulullah saw kepada sebagian muslimin yang tinggal di Madinah yang akan ditinggalkan oleh Rasulullah dan sebagian sahabat lainnya yang akan pergi dari Madinah.
  5. Adapula yang menyatakan bahwa itu merupakan nama tempat perpisahan di Madinah.

Dan pendapat yang shohih adalah pendapat yang menyatakan bahwa nama ini merupakan nama yang telah ada sebelumnya dari masa jahiliyah. Dinamakan demikian karena merupakan tempat perpisahan para musafir. Demikianlah sebagaimana yang dinyatakan oleh para ahli siroh dan sejarah.

Banyak pula pendapat terkait dimana sebenarnya tempat Tsaniyah Wada’, namun mayoritas sejarawan sepakat dan sependapat bahwa Tsaniyah Wada’ terletak di Madinah Munawwarah. Salah satunya terletak di jalan sebelah utara dekat dengan pintu Syam. Dan Tsaniyah yang kedua terletak pada sisi Selatan dalam perjalanan ke Makkah. DanKeduanya dinamai dengan Tsaniyah Wada’. Dan Tsaniyah Wada saat ini merupakan tempat yang berada di atas bukit yang terletak di samping atau belakang stasiun  (Abu ‘Ala) di luar Bab al-Syam yang disebut al-Qarin.

Di Madinah terdapat beberapa tsaniyah. Tiga di antaranya adalah yang paling terkenal.

Pertama : Tsaniyah wada’ Syamiyah, merupakan tsaniyah yang paling terkenal. Tsaniyah ini terletak di sebelah kanan ketika kita keluar dari terowongan al Manakhah, dan  di persimpangan jalan antara jalan Sayyidu Syuhada’ dan jalan Abu Bakar As-Shidiq (sultanah), jaraknya kurang lebih 1 km dari/ menuju Masjid Nabawi.

Kedua: di bagian Selatan Madinah. tepatmya sebelah timur laut dari benteng Quba yang berada setelah Masjid Jum’ah, berjarak sekitar 3 Km dari Masjid Nabawi, tempat tersebut dilewati oleh orang yang akan berpergian ke Makkah dari arah tersebut.

Ketiga: DI jalan lama menuju Makkah, yang melewati Badar. Tsaniyah ini merupakan landasan untuk turun menuju sumur Urwah. Dan tempat ini juga melewati mereka yang akan berpergian ke Makkah dari Arah tersebut. Dan seiring pembukaan dan pengembangan jalan-jalan baru, Tsaniyah –tsaniyah tersebut dihilangkan tanpa tersisa bekasnya.

Selain perbedaan pendapat tentang Tsaniyah Wada’ banyak pula ulama yang mengomentari periwayatan dari riwayat kisah hijrah dan Syair ini. Hafidz Al-Iraqi mengomentari riwayat ini sebagai riwayat Mu’dhal, sebab perawi kisah ini yaitu Ubaidillah bin Aisyah (salah satu guru Imam Bukhari) meninggal tahun 228 H. Jadi, ada jarak yang panjang. Begitupun pendapat al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Fath, yang mengatakan bahwa “Abu Sa’id mengeluarkan dalam Syaraful Mushtafa dan kami meriwayatkannya dalam Fawaidul Khal’i dan Jalr Ubaidullah bin Aisyah secara munqathi (terputus sanadnya). Sedangkan Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya. Ia berkata, “Abdullah bin Muhammad bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Zuhri, dari Saib bin Yazid yang menuturkan, “aku ingat saat aku keluar bersama-sama kecil ke bukit Tsaniyatil Wada’ untuk menyambut kedatangan Rasulullah Saw dari perang tabuk.” Jadi penyambutan kedatangan Rasulullah Saw, terjadi bukan setelah Hijrah akan tetapi setelah peperangan Tabuk.

Wallahu a’lam…

Sumber: Madinah2013 , Ar.wikipedia , kisah Muslim

230 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini