Surga Itu Bernama Cappadocia

Surga Itu Bernama Cappadocia
pict by granada

Malam itu kami tiba di bandara kecil Cappadocia disambut dengan udara dingin diantara gerimis yang semakin menggigil. Bandara ini berada di tengah bukit bebatuan yang berjajar saling bersusulan dan jauh dari pemukiman. Bandara yang sangat efektif menurut saya. Turun dari pesawat, jalan sedikit masuk bandara langsung ambil bagasi dan menuju pintu keluar yang langsung tersambung dengan tempat parkir.

Di parkiran, bus kami sudah menunggu dengan driver yang ramah dan tentu saja ganteng he..he. Kami berlarian karena tidak tahan dengan gerimis dan suhu dingin yang melebihi dinginnya Istanbul. Saat menunggu penerbangan di sore harinya, di Istanbul sudah hujan deras dan ternyata berlanjut sampai di Cappadocia. Sudah suhunya dingin, hujan lagi, Alhamdulillah. Harusnya di bulan Desember itu salju sudah turun, tapi saat kami tiba tidak menemukannya kecuali sedikit di pinggir bebatuan.

Alam Cappadocia Yang Mempesona

Arif Prasetyo Aji

Sepanjang jalan yang saya temukan adalah pegunungan batu yang eksotis, terpahat rapi dengan bentuk-bentuk indah sesuai imajinasi yang kita inginkan. Kata Mas Erdem, pemandu kita yang orang Turki dan fasih berbahasa Indonesia itu, bahwa pegunungan batu ini adalah asli bentukan alam. Biasanya kalau di Indonesia, kita melihatnya di gua-gua seperti Gua Gong di Pacitan atau Gua Maharani di Lamongan. Di gua-gua tersebut terpajang pahatan stalagtit dan stalagmit bentukan alam yang tersusun rapi dengan ditingkahi tetesan air jernih.

Cappadocia terletak sekitar 200 mil di selatan Ankara, ibukota Republik Turki, dan membentang antara Gunung Taurus dan Laut Hitam. Bebatuan sedimen yang terbentuk dari material vulkanik sekitar tiga sampai juta tahun yang lalu, terkikis oleh angin dan hujan sehingga membentuk seperti menara dan pilar. Wilayah Cappadocia dikelilingi beberapa kota, seperti Hacibektas, Aksaray, Nigde, dan Kayseri. Dan yang menjadi menarik adalah bahwa kota wisata ini bisa dikunjungi sepanjang tahun.

Jika ingin menikmati puncak musim dingin dimana wilayah ini diselimuti oleh salju, Anda dapat berkunjung pada bulan Januari. Namun jika ingin menikmati seutuhnya, datanglah di puncak musim panas di bulan Juni, dimana pada saat itu kawasan ini akan sangat ramai sekali dengan pengunjung, karena merupakan musim liburan sekolah. Alhamdulillah kesempatan kemarin bisa berkunjung ke Cappadocia di musim dingin, meski belum bersalju tapi suhunya yang mencapai 2 derajat sungguh menggoda he..he. Berharap nanti bisa datang lagi di musim semi, biar bisa merasakan sentuhan kehangatan Cappadocia.

Menyusuri Sejarah Romawi Kuno

Anda masih ingat dengan film animasi The Flinstones, film animasi yang menggambarkan peradaban manusia di zaman batu? Pada film tersebut digambarkan bagaimana manusia hidup di rumah batu, menggunakan peralatan rumah tangga yang terbuat dari batu pula. Nah, itulah kota tua Cappadocia, sebuah kota di Turki yang tergolong unik. Jika Anda berkunjung ke tempat ini, Anda akan melihat bangunan yang mayoritas terbuat dari batu yang dipahat dari zaman dulu. Pemandangan inilah yang akan mengingatkan Anda pada kota batu di film kartun Flinstones.

pict by: travelsus.com

Sungguh mengagumkan dan menimbulkan decak kagum karena bangunan gua dari batu yang ada di kota Cappadocia sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Untuk itulah, Cappadocia masuk dalam salah satu jajaran UNESCO World Heritage Site. Kota ini pertama kali diukir oleh bangsa Het dari kerajaaan Hittites lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Kerajaan Hittites merupakan salah satu imperium termaju di dunia kuno yang berkuasa dari 1700 SM sampai 1190 SM.

Bebatuan bentuakn alam itu ribuan tahun yang lalu sudah diukir menjadi rumah gua yang mereka tinggali dan juga terdapat gereja dan biara. Bayangkan, bangunan ini sudah ada sejak zaman kekaisaran Romawi. Namun masih terlihat dalam kondisi yang cukup baik, hingga detail interior di dalamnya. Pemerintah Turki membangun dan memelihara kawasan wisata Cappadocia dengan sangat baik. Tempat ini dapat dicapai dengan jaringan transportasi bus, kereta api, dan penerbangan dari kota Ankara dan Istanbul. Lebih lanjut, saat ini memang rumah-rumah di Cappadocia tidak lagi ditinggali oleh penduduknya. Namun mereka mengubahnya menjadi hotel mewah, museum, butik-butik, bahkan restoran.

Baca Juga:  SERUNYA MENAIKI BALON UDARA DI CAPPADOCIA

Penasaran Balon Udara

Sampai hari ini saya masih penasaran dengan balon udara di Cappadocia. Rata-rata orang yang saya tanya, mereka ingin naik balon udara ketika memilih trip Turki Cappadocia ini. “Jauh-jauh kami dari Australia karena ingin naik balon udara”, kata Pak Narto. Sambil tersenyum tiba-tiba Pak Taufik menimpali, “Di Bali ada lho pak naik balon udara seperti itu”. Diluar Cappadocia bisa jadi memang ada event naik balon udara tapi saya merasa tidak sekuat branding Cappadocia dalam hal ini. Balon udara itu ya Cappadocia, Cappadocia itu ya balon udara, sehingga ini tidak bisa dipisahkan.

pict by gavindo

Di hari kedua sebelum balik ke Istanbul, kami masih saja mengharap agar bisa naik balon udara. Kemudian Mas Erdem mengabarkan kalau semua balon udara hari ini masih belum bisa terbang karena faktor cuaca. Sentuhan magis Cappadocia itu ya naik balon udara, dengannya melihat pemandangan jajaran gunung bebatuan dari atas balon, duh senangnya. Manusia memang hanya bisa berikhtiar, Allah jugalah yang menentukan. Keesokan harinya saat kami menyusuri jalanan Istanbul, Mas Erdem mengabarkan, “Hari ini balon udara bisa terbang, teman-teman saya bersama tamunya bisa terbang semua hari ini”. Duaarr, “Mas Erdeeeeem”, kata ibu sebelah. “Nagapain juga dikabari pada kami, sudah tidak ada gunanya ini”, kata ibu satu lagi.

Ya, kalau Cappadocia itu surganya maka naik balon uadara itu magnetnya. Pesonanya tidak akan pernah tegantikan, seperti kamu, iya kamu, he..he. Maka siapapun yang sudah pernah ke Cappadocia dan belum bisa naik balon udara maka wajib remidi. Apalagi yang belum pernah, wajib datang ke sana deh, dijamin bahagia. Ups, bersam saya juga boleh. Nah, menariik ini karena bulan april nanti, Rihaal adakan trip Umroh Plus Turki Cappadocia VIP spesia Festival Tulip di Musim Semi yang insyaallah lebih eksotik.

Trip Turki 29 Desember 2017

Jangan khawatir soal makanan, insyaalah masih enak untuk dinikmati, dengan syarat lidah Anda rasa Internasional lho he..he. Anda harus coba kebab khas Kapadokya yang disajikan di kuali yang masih panas mengebul. Hmm, panas di tengah dingin yang menggigil, asyiknya. Kalau Anda tidak bawa uang juga jangan galau, banyak ATM di Kota Goreme yang siap memberi uang saku berapapun yang Anda inginkan. Soal belanja, harus kalau menurut saya di Kapadokya, beli saja yang tidak ada di Istanbul. Soal selfie, jangan ditanya lagi hamper semua tempat sangat cocok untuk berselfie ria.

 

 

writer: Arif Prasetyo AJi

Umroh Plus Turki Cappadocia, 29 Desember 2017 – 9 Januari 2018

255 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini