Sungguh Shafaa Dan Marwa Adalah Sebahagian Dari Syi’ar Allah

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya:  “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka Barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, Maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. dan Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah[2]: 158)

Ayat di atas menyebutkan, bahwa Shafa dan Marwah merupakan salah satu tempat yang digunakan sebagai bagian dari ritual dalam melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Ritual yang dilakukan di timpat ini adalah Sa’i, yaitu lari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’ dilakukan setelah melakukan thawaf di ka’bah. Namun, tidak ada sa’I dalam thawaf sunnah. Adapun untuk tata caranya, ibadah sa’I dilakukan atau dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwah. Sama dengan Thawaf, Sa’I juga dilakukan sebanyak tujuh kali terhitung dari Bukit Shafa ke Bukit Marwahdihitung satu kali, dan dari Bukit Marwah ke Bukit Shofa terhitung dua kali, dan seterusnya hingga pada kali ke tujuh, berakhir di Bukit Marwah. Jarak dari Bukit Shofa ke Marwah sekitar 400 meter, jadi untuk total jarak tempuh yang dilalui Jemaah hamper mencapai 3 kilo meter.

Sa’i antara shafa dan marwah merupakan rukun haji bagi jemaah haji dan umroh. Apabila dalam melaksanakan haji maupun umroh kita meninggalkan rukin ini, maka tidak sah haji maupun umrohnya. Kewajiban ini sebagaimana disebutkan pada sebuah hadits  riwayat Imam Ahmad, sebagai berikut;

رأيت رسول الله صلي الله عليه و سلم يطوف بين الصفا و المروة والناس بين يديه وهو وراءهم و هو يسعي حتي أري ركبتيه من شدة السعي يدور به إزاره وهو يقول اسعوا فإن الله كتب عليكم السعي

Artinya: “Aku melihat Rasulullah Saw melakukan Sa’I antara Shafa dan Marwah, sementara manusia ada di depan beliau, dan nabi berada dibelakang mereka. Ketika nabi melakukan Sa’I, dan kain ihram beliau melambai ke kiri dan ke kanan. Rasulullah Saw bersabda:” bersa’ilah kalian, karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’I atas kalian.” (HR. Ahmad)

Shafa secara Etimologi berarti al-Hajaratu al-Amlas,, yang berarti batu yang licin dan al-Hajaratu al –‘Aridh, yang berarti batu datar yang lebar. Bukit Shafa memiliki tinggi sekitar dua meter, dengan lebar 3 meter. Dan jarak Shafa ke ka’bah mencapai kurang lebih 130 meter.

Adapun untuk Marwah, secara etimologi adalah Hijaratun Baidhun, yang memiliki arti batu lonjing seperti telur. Dan jarak marwah ke Ka’bah sendiri mencapai 300 meter.

Keduua bukit ini menyimpan berbagai kejadian dan peristiwa bersejarah di dalam sejarah Islam, di antaranya adalah;

Di Bukit ini adalah lokasi Rumah Al-Arqam ibnu Abi al-Arqam, yang mana merupakan tempat dakwah Rasulullah Saw dan para sahabatnya secara sembunyi-sembunyi. Ada sekitar 40 orang masuk Islam di Rumah ini, termasuk masuk Islamnya Umar bin Khattab ra.

Di Bukit ini pula Rasulullah Saw pernah mengumpulkan penduduk Makkah dan beliau berceramah, yang kemudian khutbahnya ditanggapi negative oleh Abu Lahab beserta Istrinya. Abu Lahab mengatakan: Untuk sekedar ini kami dikumpulkan?!. Kemudian turunlah surat Al-Lahab yang berbunyi; “celaka kedua tangan Abu Lahab sungguh ia celaka.”

Di Bukit ini pula Isti dari pembesar kota Makkah Abu Sufyan memeluk Islam. Rasulullah Saw bersabda, barang siapa yang berada di rumah Abu Sufyan mereka akan selamat.

Demikianlah singkat pengenalan tentang Shafa dan Marwah. Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit pengetahuan bagi kita semua. Amiin.

Sumber: Encyclopedia of Islamic Civilization

198 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini