SELAT BOSPHORUS

SELAT BOSPHORUS

Bosphorus berasal dari bahasa Yunani Kuno: bous yang berarti sapi dan poros yang berarti cara melewati sungai. Selat Bosphorus berada di Istanbul dan menghubungkan laut Marmara dengan Laut Hitam.

Selat Bosphorus merupakan selat yang membatasi dua benua, Asia dan Eropa. Pada simpul pertemuan dua benua ini terhampar lekuk indah Istanbul, kota yang syarat dengan peradaban dunia. Dua buah jembatan melintasi selat ini guna menghubungkan Turki Asia dan Turki Eropa.

Awal mula terbentuknya Selat Bosphorus, sampai detik ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli geologi. Menurut suatu pendapat, ribuan tahun yang lalu, Laut Hitam terputus dengan Laut Aegea. Dalam teori banjir Laut Hitam yang diterbitkan pada tahun 1997 oleh William Ryan dan Walter Pitman dari Columbia University, Selat Bosphorus terbentuk sekitar tahun 5.600 SM. Ketika itu, air dari Laut Mediterania / Laut Marmara naik dan tumpah ke daerah yang sekarang menjadi Laut Hitam, yang pada saat itu masih berupa dataran rendah dan berair tawar. Sepanjang sejarahnya Selat Bosphorus memiliki peranan yang penting dalam peradaban dunia, sebagai penghubung Laut Tengah dengan Laut Hitam.

Nilai strategis dari selat Bosphorus telah menjadikan laut ini sebagai salah satu faktor yang menyebabkan permusuhan di antara beberapa negara, karena keinginan dari masing-masing negara untuk mengontrol wilayah ini. Sehingga terjadilah peperangan, seperti yang terjadi antara Rusia dan Turki pada Tahun 1877-1878 dan serangan sekutu di Dardanella selama pertempuran tahun 1915 di Gallipoli dalam Perang Dunia 1.

Pada abad ke 16-18, Turki Utsmani berhasil mengkontrol Seluruh wilayah Laut Hitam dan melarang kapal-kapal perang Rusia melewatinya. Kemudian pada tahun 1833, di bawah perjanjian Hunker Iskelasi, atas permintaan Rusia, wilayah Selat Bosphorus dan laut Dardanella ditutup untuk angkatan laut negara lain. Namun, setelah perang Dunia 1, pada tahun 1920, di bawah Perjanjian Sevres, Selat ini didemiliterisasi dan dijadikan sebagai salah satu wilayah international di bawah kendali liga bangsa-bangsa.

Pada tahun 1923, di bawah Perjanjian Lausanne, Selat Bosphorus diserahkan pada pemerintahan Turki, dengan syarat kapal pesiar asing dan kapal komersial diberikan kebebasan untuk melewati selat ini. Namun, Turki menolak syarat tersebut dan tetap menempatkan pasukan militernya di wilayah Selat Bosphorus, sampai tahun 2008, konsensi yang berlaku di Selat Bosphorus adalah wilayah ini termasuk wilayah internasional, dan Turki tetap mempunyai hak untuk membatasi lalu lintas dari negara-negara non-Laut Hitam dan musuh tradisionalnya, yaitu Yunani

Pada beberapa tahun terakhir, Selat Bosphorus menjadi wilayah yang sangat penting bagi industri minyak. Selat ini dan Selat Darnella menjadi jalur lalu lintas bagi pengekspor minyak, seperti minyak-minyak dari Rusia, yang berasal dari pelabuhan seperti Novorossyisk, yang diekspor ke negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Jembatan Bosphorus memiliki panjang 1047 meter dan jembatan Fatih 1090 meter. Kedua jembatan ini telah menjadi ikon Selat Bosphorus dan kota Istanbul. Keduanya dibangun dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Jembatan Bosphorus selesai dibangun pada tahun 1973, sedangkan jembatan Fatih selesai dibangun pada tahun 1988. Keduanya hanya berjarak sekitar 5 kilometer.

Kedalaman Selat Bosphorus bervariasi, antara 36 sampai 124 meter (rata-rata 65 meter). Lokasi yang terdalam terletak antara Kandili dan Bebek, dengan rata-rata kedalaman sekitar 110 meter. Bagian yang dangkal sebagian besar terletak di luar lokasi Kadikoy Inciburnu pada rute sebelah utara dengan kedalaman 18 meter, dan di luar lokasi Asiyan Point pada jalur yang terletak di sebelah selatan dengan kedalaman 13 meter.

Di sepanjang tepian Selat Bosphorus terdapat permukiman penduduk yang cukup padat. Pada malam hari akan terlihat indah oleh pancaran sinar lampu-lampu dari rumah penduduk serta lampu kota. Sedangkan, di siang harinya, akan terlihat indah oleh hamparan taman yang dihiasi beraneka ragam bunga dengan berbagai macam warna di pinggir selat. Bagian lain yang menarik dari Selat Bosphorus adalah terowongan kereta api Marmaray yang membelah yang membelah selat Bosphorus dan menghubungkan Turki Eropa dengan Turki Asia. Sekitar 1400 meter dari terowongan ini berada di bawah Selat Bosphorus, dengan kedalaman sekitar 55 meter.

Wisatawan yang ingin menjelajahi Selat Bosphorus dapat menggunakan kapal feri yang tersedia hampir setiap saat. Perjalanan menelusuri Selat Bosphorus dapat dimulai dari Eminonu sampai ke Laut Hitam. Sepanjang Perjalanan wisatawan akan disuguhi pemandangan yang indah, seperti Istana Dolmabahce dan Istana Beylerbey, yang terletak tidak jauh dari jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa.

Ada satu fenomena menarik yang ditemukan oleh seorang ilmuan yang mengadakan penelitian dengan terjun ke dalam Selat Bosphorus. Ia menyaksikan bahwa di dalam selat Bosphorus terdapat semacam pembatas antara dua jenis air yang tidak bercampur. Penelitian ini diperkuat dengan pendapat dari sebagian kalangan, yang meyakini bahwa Selat Bosphorus adalah salah satu tempat yang diisyaratkan oleh surat ar-Rahman. Allah Berfirman:

مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ ١٩  بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ ٢٠

Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing . (Q.S ar- Rahman [55]: 19-20)

Fenomena ini sesungguhnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Keberadaan semacam pembatas di Selat Bosphorus diakibatkan oleh perbedaan berat jenis dari kedua air yang dimaksud. Dengan demikian terjadilah peristiwa alami ini, yaitu terpisahnya dua jenis air yang bertemu.

Demikianlah sekilas penelusuran dari sejarah Selat Bosphorus.

280 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini