Pesona Alam Travertines di Kota Tua Hierapolis, Pamukkale

Pesona Alam Travertines di Kota Tua Hierapolis, Pamukkale
Situs Pemandian Air Hangat, Pamukkale (source: vilagutazo.blog.hu)

Bismillah… Jika sobat punya kesempatan main ke Turki, jangan sampai lewatkan destinasi wisata satu ini. Menjelajahi kota kuno, Pamukkale (Hieropolis).

Di kota ini sobat akan menikmati hamparan alam serba putih yang bukan hanya akan memanjakan mata, tetapi juga sekaligus melepas penat dengan berendam di kolam air hangatnya. Sangat cocok untuk liburan bersama teman atau keluarga. Waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung ke sana adalah musim semi (April-Mei) karena saat itu suhunya tidak terlalu panas dan nyaman untuk berjalan-jalan.

Pamukkale dalam bahasa Turki artinya Cotton Custle atau ‘Benteng Kapas’. Kota ini merupakan situs alam warisan dunia UNESCO (sejak 1988) yang terletak di Provinsi Denizli, bagian barat daya Turki. Kawasan dengan sumber air panas, travertines (batuan atau gunung kapur), dan hamparan bebatuan kalsium karbonat; yang secara geografis terletak di wilayah Turki Aegea bagian dalam, di lembah Sungai Menderes dengan iklim sedang. Kota Byzantium dari Hierapolis dan Yunani-Romawi kuno dibangun di kawasan ini yang secara keseluruhan panjangnya sekitar 2.700 m, lebar 600 m dan tinggi 160 m.

Kawasan sumber mata air panas populer ini diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk sekadar merendam kaki atau mandi di air yang kaya mineral.

pamukkalejpg-8LdH

Situs pemandian kolam air hangat, Pamukkale (source: holidayes.com)

Adapun Travertines atau gunung kapur raksasa terbentuk dari tempaan aliran sumber mata air panas. Akibat aliran air selama beratus tahun, banyak kolam-kolam yang terbentuk secara natural. Jika dilihat dari atas, bentuknya seperti teras siring berundak dengan warna serba putih. Keindahannya selalu membuat tempat ini ramai dipadati wisatawan.

Menurut cerita masyarakat setempat, kolam-kolam tersebut digunakan oleh raja-raja pada masa kerajaan Romawi kuno untuk berendam. Awalnya pengunjung pun boleh berendam di kolam alami tersebut, namun peraturan terbaru ada larangan untuk berenang atau berendam di sana. Peraturan tersebut bertujuan untuk menjaga aliran sumber air panas dan kolam tidak menjadi dangkal.

Selain situs pemandian air hangat, terdapat pula peninggalan-peninggalan sejarah berupa candi, gereja dan teater peninggalan sejarah Hierapolis yang masih terawat dengan baik. Teater Hierapolis memiliki keindahan terutama di bangunan panggungnya yang berhiaskan relief. Dibangun sekitar 200 SM dengan daya tampung sebanyak 20 ribu penonton.

gambar-utama

Teater Hierapolis, Pamukkale (source: ferdicullen.com)

Pada awal abad ke 3 SM, dibangun sebuh kuil oleh bangsa Phrygia di lokasi tersebut yang dipersembahkan untuk Hieron. Lokasi pembangunan kuil ini kemudian menjadi pusat peradaban manusia yang bernama Hierapolis. Lalu pada abad ke 2 SM, Hierapolis dikembangkan menjadi tempat pemandian Raja Pergamon, Eumenes II pada masa kejayaan Romawi.

Terdapat perbedaan pendapat mengenai nama Hierapolis. Sebagian meyakini bahwa Hierapolis diambil dari kuil Hieron yang didirikan di tempat tersebut, dan sebagian lain berpendapat nama tersebut diambil dari Hiera, istri Telephos yang mendirikan dinasti Attalid. Dinasti Attalid kemudian dikembalikan oleh raja terakhir ke Romawi dan di abad berikutnya sebagian besar kota telah berubah akar, dari Yunani ke peradaban Romawi.

Di abad ke 1 M, kota ini hancur oleh gempa bumi. Lalu kemudian dibangun kembali dengan gaya Romawi seutuhnya. Di dua abad berikutnya, Hierapolis semakin berkembang dengan Kaisar Hadrian dan ia membangun sebuah teater yang terkenal.

6-9

Reruntuhan Kota Hierapolis, Pamukkale (source: netz.id)

Hierapolis juga menjadi tempat tinggal bagi orang-orang Yahudi dan Kristen. Diperkirakan pada puncaknya, terdapat populasi sekitar 50.000 orang Yahudi. Hierapolis tercatat pula turut diperebutkan selama Perang Salib dan akhirnya mulai ditinggalkan menjelang akhir abad ke-14.

Pada awal abad ke-16, Hierapolis sekali lagi dilanda gempa, tetapi dengan tidak adanya penduduk yang mendiami kota, maka kerusakan tidak pernah diperbaiki. Reruntuhan kota hampir tak tersentuh sampai penggalian kembali yang dilakukan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Demikian ya sobat, sedikit paparan tentang destinasi wisata di kota kuno, Hierapolis alias Pamukkale, Turki. Semoga menjadi bekal wawasan sebelum mengeksplor lebih banyak lagi di sana… Jangan lupa selalu jadikan perjalananmu lebih bermakna dengan sebanyak-banyaknya mengambil dan menyebar kebaikannya. 😀

317 total views, 6 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini