Peran Yusuf Qaradawi Dalam Lentera Pemikiran Dan Dakwah Islam

Peran Yusuf Qaradawi  Dalam Lentera Pemikiran Dan Dakwah Islam
sumber: google

Sobat RihaalBerbicara mengenai pergerakan Islam di Mesir, erat kaitannya dengan seorang tokoh terkenal bernama Dr. Yusuf Al Qaradhawi atau Syaikh Yusuf Qaradhawi. Beliau merupakan cendekiawan Muslim yang menempati posisi vital dalam pergerakan islam kontemporer yang mengilhami bangkitnya Islam modern saat ini.

Biografi Yusuf Al-Qaradawi

sumber: google

Syaikh Yusuf Qaradhawi lahir di Desa Shafat at-Turab, Kairo, Mesir pada tanggal 9 September 1926. Beliau memiliki nama lengkap Yusuf bin Abdullah bin Ali bin Yusuf. Sedangkan al-Qardhawi merupakan nama keluarga yang diambil dari nama daerah tempat mereka berasal yakni al-Qardhah. Ketika usianya belum genap 10 tahun, beliau telah menghafal Al-Quran. Seusai menamatkan pendidikan di Ma’had Thantha dan Ma’had Tsanawi, ia meneruskan pendidikan ke Fakultas Uhuluddin Universitas al-Azhar, Kairo.

Kehidupan Syeikh Yusuf al-Qardhawi

Qardhawi memiliki tujuh anak, empat putri dan tiga putra. Sebagai seorang ulama yang sangat terbuka, beliau membebaskan anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing.

Pada tahun 1961, Qardhawi mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.

Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai seorang ketua majelis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan dijadikan sebagai bahan referensi atas permasalahan yang terjadi. Namun ada banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya.

Dilansir dari biografiku.com, Qardhawi pernah memiliki masa lalu yang kelam seperti pernah mengenyam “pendidikan” penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dikuasai oleh Raja Faruk, beliau dipenjarakan pada tahun 1949 karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Kemudian pada bulan april tahun 1956, beliau ditangkap kembali saat terjadi Revolusi Juni di Mesir. Dan pada bulan Oktober, kembali Qardhawi mendekam di penjara militer selama dua tahun. Diceritakan, alasan dari penangkapan tersebut, karena khutbah-khutbah dari Qardhawi dinilai menciptakan opini umum tentang ketidakadilan rejim saat itu.

Pemikiran al-Qardhawi dalam Islam

Yusuf al-Qardhawi, seorang pemikir Islam Kontemporer berkebangsaan Mesir, adalah sosok yang sangat melegenda dalam pergerakan Islam kontemporer. Beliau menghabiskan waktunya untuk berkhidmat kepada Islam, berceramah, serta menyampaikan masalah-masalah aktual dan keislaman di berbagai tempat dan negara. Hal ini menjadikan pengaruh Qardhawi sangat besar di berbagai belahan dunia, khusunya dalam pergerakan Islam kontemporer melalui karya-karyanya yang mengilhami kebangkitan Islam Moderen.

Ada sekitar 125 buku yang telah beliau tulis dalam berbagai dimensi keislaman, sedikitnya ada 13 aspek kategori dalam karya-karya Qardhawi. Seperti masalah fiqh, ekonomi Islam, Ulum Al Quran dan As Sunnah, Akidah dan Filsafat, Pengetahuan Islam Umum, Sastra dan lain sebagainya.

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp