[Part 2] Kisah Tentang Kiswah Kabah di Zaman Rasulullah

[Part 2] Kisah Tentang Kiswah Kabah di Zaman Rasulullah
sumber : vid.alarabiya

Sahabat, masih melanjutkan artikel sebelumnya tentang Kiswah Ka’bah, kali ini kita akan membahas mengenai Kiswah Ka’bah di zaman Rasulullah. Menurut sumber, pergantian Kiswah diganti tiga kali dalam setahun, dan menggunakan kiswah yang berbeda-beda warna. Bagaimana kelanjutan kisahnya hingga yang digunakan hanya Kiswah berwarna hitam saja? Yuk simak uraian lengkapnya dibawah

Kiswah di Zaman Rasulullah

Pada saat Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah) Rasulullah SAW memberi Kiswah Ka’bah yang berasal dari negeri Yaman, kemudian di zaman Umar dan Utsman, Rasulullah membuat Kiswah dari negeri Mesir. Pada zaman itu, pergantian Kiswah dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Kemudian di zaman Al-Ma’mun penggantian Kiswah Ka’bah diganti tiga kali dalam setahun. Warna merah pada hari Tarwiyah, Kiswah Mesir di bulan Rajab, dan warna putih pada saat momen Idul Fitri.

Hingga di zaman Muhammad Subuktain, Kiswah Ka’bah berwarna hitam sampai sekarang. Kemudian di tahun 1344 H terjadi perselisihan yang menyebabkna pemerintah Mesir melarang pengiriman Kiswah. Tidak tinggal diam, kemudian Raja Abdul Aziz Ali Su’ud mendirikan perusahaan tenun Kiswah di tahun 1927 H. Sebagian besar perajinnya berasal dari negara India.

Setelah perselisihan berakhir, akhirnya di tahun 1381 H, pemerintah Mesir melanjutkan kembali pengiriman Kiswah Ka’bahnya. Dan mereka semua sepakat jika pergantian Kiswah Ka’bah hanya dilakukan sekali yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Artikel Terkait : [Part 1] Kisah Tentang Kiswah Kabah yang Belum Banyak Orang Tahu

Ayat Al Quran di Kiswah Ka’bah

Salah satu pengertian ayat Al Quran yang tertera di sisi Pintu Multazam ialah, “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.” (QS. Al-Baqarah [2] : 125)

Kemudian, di kedua sisi Hijir Ismail ayat-ayat yang tertulis ialah “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah” (QS. Al-Baqarah: 189-199)

Dan di sisi belakang pintu Ka’bah, tertulis ayat “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS. Al-Hajj : 27).

 

Sumber : www.republika.co.id

122 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini