[Part 1] Kisah Tentang Kiswah Ka’bah Yang Belum Banyak Orang Tahu

[Part 1] Kisah Tentang Kiswah Ka’bah Yang Belum Banyak Orang Tahu

Sahabat semua, pasti sudah tahu dan bahkan melihat kain yang satu ini. Ialah Kiswah Ka’bah. Kain penutup Ka’bah yang konon katanya terbuat dari bahan sutera murni yang diberi warna hitam. Kisah tidak dapat dipisahkan dengan Ka’bah, Mengapa? Yuk simak penjelasannya dibawah ini

Sejarah Kiswah Ka’bah

Kiswah atau Kuswah berasal dari kata kasa yang berarti Al-Libas atau pakaian, penutup. Kiswah terdiri dari lima potong, empat potong untuk ke empat sisi Ka’bah, dan satu lagi untuk menutupi pintunya, sepertiga bagian atas terdapat sabuk kiswah bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an.

“Adalah Rasulullah SAW membagi Khumus (seperlima) untuk Allah adalah untuk persenjataan, kiswah dan wewangian Ka’bah dan apa yang dibutuhkan Ka’bah.” Demikian perkataan Ibnu Abas sebagaimana dikutip oleh Imam Syaukani dalam Fathul Qadir menafsirkan [QS. Al Anfal (8) : 41]

Tujuan Pembuatan Kiswah

Tujuan pembuatan kiswah adalah untuk melindungi dinding Ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Selain itu, kiswah juga berfungsi sebagai hiasan Ka’bah. Sebagaimana firman Allah, “Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail : ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud” (QS. Al Baqarah (2) : 125)

Ukuran berat Kiswah adalah 670 kilogram, tebal 1,37 meter, sedangkan tinggi Kiswah adalah 14 meter, lebar Kiswah dari pintu 11,67 meter, antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani adalah 10,18 meter, Hijir Ismail adalah 9,90 meter, antara Rukun Yamani dan Rukun Syami adalah 12,04 meter. Sedangkan luas atap Kiswah adalah 658 meter persegi.

Periode Sebelum Rasulullah

Menurut beberapa literatur bahwa orang yang pertama kali menutup Ka’bah adalah Nabi Ismail. Ada juga yang berpendapat, bahwa yang pertama kali melakukannya adalah penguasa Yaman As’ad Al-Humairi pada tahun 220 SM. Selain itu, pada zaman Qushay bin Kilab, mereka telah mewajibkan bagi bangsanya untuk mengumpulkan sejumlah harta untuk mengganti Kiswah setiap tahunnya. Mereka menggantinya pada setiap bulan Asyura.

Lalu, bagaimana kisah Kiswah pada zaman Rasulullah? Tetap simak kelanjutan ceritanya di waktu berikutnya ya. Stay tune ^^

 

 

sumber : Ensiklopedia of Islamic Civilization

5 total views, 5 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini