Parenting strategis 2016 (Kemandirian finansial di usia baligh

Umroh jogja
Umroh jogja

Cepat sekali waktu berlari hingga tanpa terasa anak pertama sudah baligh dan adik adiknya mendekati masa akil baligh . Perjalanan liburan akhir tahun ini sebagiannya terisi dengan diskusi strategis tentang tujuan , target dan model pendidikan untuk anak anak kami . Sepanjang Jalur jogja – kudus – pacitan – jogja – kudus – Nganjuk – Sragen – solo – jogja.

Upaya evaluasi Home education biasa kami lakukan di bbrp Cut off waktu :
1. Ramadhan Syawal
2. Tahun baru Hijriyah
3. Tahun ajaran baru juni Juli
4. Libur akhir tahun .

Tentang apa apa yg sdh kami lalui kmaren , juga ttg apa apa yang akan kami lakukan kedepan.

Yang biasanya roadmap HE HS SSS – “Home education – Home schooling dan sekolah suka suka ” secara global kita standart kan waktunya sesuai Dg usia anak pertama . Mas umar Shodiq tahun ini menjelang usia 15 tahun – sudah baligh – dan menyisakan PR bagi kami bab kemandirian finansial .

Kemandirian finansial di usia 15 thn ? Apakah tidak terlalu berlebihan ? Tidak .. Sama sekali tidak . Kenapa ? Ketika sdh baligh –secara ideal — baligh adalah batasan kesiapan diri menerima beban kehidupan, beban syariah secara penuh sudah berada di pundaknya . Pendek kata ketika baligh tanggung jawab atas diri sudah melekat . Tidak ada beda usia lagi – baligh adalah dewasa. Usia 15, usia 17, usia 25 , usia 40 adalah sama.

Sejarah salafusholih dan generasi para sahabat mencontohkan Hal serupa . Sahabat Usamah bin zaid Bin haritsah Ra, memasuki medan perang usia 15 tahun dan menjadi pemimpin pasukan kaum muslimin di usia 18 thn .

Roadmap parenting kami bagi dalam bbrp periodisasi , secara garis besar sbb : Kita hitung Mundur ya :

🌷Usia 15 thn : sdh baligh , tahapan minimal anak anak – semoga Allah mudahkan –

1. Matang kepribadian, mental dewasa , Bisa membedakan Al haq dan Yg bathil . Tau batasan pergaulan, Anak punya pendirian , tdk mudah terbawa arus , anak mempunyai sikap . (Psikolog dan emosional ) ini pelajaran sepanjang masa

2. Menutup aurot pasti , sholat jamaah di awal waktu di masjid pasti. Rajin puasa Senen Kamis , Tilawah quran menjadi kebutuhan ( aqiqah ) ini juga kurikulum sepanjang hidup .

3. banyak bergaul dg Ahlinya, prepare mandiri financial , mempunyai skill sbg dasar kompetensi.

Setelah anak anak menyelesaikan kurikulum quran di usia 10 tahun , PR selanjutnya adalah bagaimana menyiapkan atau mendidik anak anak. “Bisa mencari uang ”

Apakah uang harus dicari ? Ya setidaknya kl mau sedekah , mau haji umroh , mau rumah mobil , harus pakai uang . Disini lah entry point : berpenghasilan – menjadi generasi yang kuat – bersandar pada QS An Nisa :9

Quote from the Holy Quran An-Nisaa (4:9)

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Penjelasan ayat ini kita nukilkan cerita tentang sahabat Nabi yang terkemuka, yaitu Sa’ad bin Abu Waqqash. Pada suatu hari dia ditimpa sakit, padahal harta bendanya banyak. Lalu dia meminta fatwa kepada Rasulullah Shalla’l-Lahu ‘alaihi wa Sallam karena dia bermaksud hendak mewasiatkan harta bendanya itu seluruhnya bagi kepentingan umum. Mulanya beliau hendak mewasiatkan seluruh harta bendanya, tetapi dilarang oleh Rasulullah Shalla’l-Lahu ‘alaihi wa Sallam. Kemudian dia berniat hendak memberikan separuh saja; itupun dilarang, kemudian hendak diberikan sebagai wasiat sepertiga saja, lalu berkatalah Rasulullah Shalla’l-Lahu ‘alaihi wa Sallam:

“Sepertiga, dan sepertiga itupun sudah banyak! Sesungguhnya jika engkau tinggalkan pewaris-pewaris engkau itu di dalam keadaan mampu, lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka dalam keadaan melarat, menadahkan telapak tangan kepada sesama manusia.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kembali ke roadmap parenting usia 15 thn . Ttg bagaimana menyiapkan anak anak untuk mempunyai kemandirian dan kekuatan finansial .

Alhamdullilah bekal ilmu AL quran sudah dimiliki, setidaknya sdh selesai setoran Ziyadah 30 juz dan sdh paham untuk terus murojaah dan menjaga hafalannya. Skill selanjutny yg harus diasah adalah kemampuan bahasa, komunikasi, berjaringan dan negosiasi. Penguasaan bahasa Arab dan Inggris menjadi kurikulum dasar setelah AL quran .

Semoga progam dhobit di ma’had Imarot bandung atau ma’had Abu Bakar solo – dua tahun bisa memberikan dasar penguasaan bahasa Arab . Sekaligus kuliah dan bergaul Dg usia mahasiswa , bagi umar akan mengasahnya dlm komunikasi , membentuk jaringan dan negosiasi .

Lalu apa setelah itu — anak anak bukan anak lagi ya – usia 10-15 thn – jika terlambat Seperti PR kami ini .. Setidaknya kita kejar di usia 15-17 , anak sudah terlatih Dg skill khusus yang menjadi core competence diri , dasar penguasaan ilmu alat .. Ya tadi ilmu alat yang bisa digunakan untuk mencari uang …

*semoga tdk ada yg gerah Dg kata “mencari uang” 😄

Skill apa itu ? Ada banyak pilihan sesuai bakat minat anak :

1. Memasak dan menjahit , skill kewanitaan utama – yakin nanti akan sangat diperlukan ketika Mereka dewasa. Hatta ibu direktur pun .. Anak anak dan suami pasti tambah cinta jika sesekali ibunya yg memasak .

2. Skill media : menulis , fotografi ,shooting , desain grafis . Dll tidak diragukan lagi — tentunya 20 thn mendatang akan semakin menggila .

3. Skil public speaking : da’i , motivator , guru , Coach , fasilitator , anggota dewan , direktur , dokter dll sangat membutuhkan kompetensi ini. Pilih mana Anda : dokter yang judes atau dokter yang ramah –asyik diajak ngobrol

4. Skill IT : digital marketing , kondisi Indonesia saat ini sama Dg kondisi Amerika 10 thn lalu atau China 5 tahun lalu , dg potensi pasar yg puluhan kali lipat — Indonesia menjadi the big future market . Jadi tdk heran jika Alibaba dll sdh mulai membuka kantor di Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia di laman laman mereka .

5. Intuisi bisnis : bagai menegakkan benang basah dan mengukir di atas batu.

Saya tuliskan 4 skill saja yang terdeteksi ada minat dari anak anak saya . Tentunya masih banyak skill lain yg bisa digunakan sbg kompetensi dasar untuk mandiri , untuk berpenghasilan . Kata lain – skill untuk cari uang.

Action nya bgmn ?

Perkenalkan anak anak Dg sang ahli / maestro – untuk belajar banyak dan belajar langsung dari mereka . Ikutkan mereka dlm forum forum keahlian tsb. Terlebih lagi jika skill tsb dimiliki oleh orang tua, anak anak harus lebih unggul Dr orang tua . Orang tua memastikan diri mendidik langsung anak anak Dg skill yg dimiliki .

Targetnya jelas – anak anak mempunyai skill khusus sbg core competence yang ke depannya akan dikembangkan hingga bisa mandiri secara finansial.

Dua tahun fokus pada mengasah skill tersebut Insha Allah skiil akan terbentuk tajam . Mengasah sambil Action adalah terbaik . Belajar IT sekaligus bisnis online , menjahit sekaligus mengajarkan , kursus desain sekaligus kerja part time sbg asisten Team desain .. Dll

Yuks berburu skill mencari uang — jgn lupakan dua point dasar sebelumnya ya .

Yuks berburu para ahli yang mau berbagi ..

Bunda Rita .
Direktur marketing rihaal ,
Tour & education .
Tambahan :
Tahapan sebelumnya — Insha Allah ditulis kapan kapan nggih — untuk Detailnya :

🌷Usia 5-10 thn : fokus qur’an sebagai dasar iman , ilmu dan pembentukan Akhlaq
🌷Usia 3-5 tahun : Fathering , belajar banyak dari sosok ayah , lekat Dg ayah , mandiri , tangguh , sosialisasi dan jaringan
🌷Usia 0-2 tahun : Full bersama bunda , the best moment Utk dasar dasar bonding , dasar dasar kasih sayang , emosional , kecerdasan dan percaya diri .

7 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini