Ungkap Sejarah Pembangunan Hippodrome Square di Istanbul Turki

Ungkap Sejarah Pembangunan Hippodrome Square di Istanbul Turki
photo by google

Jika kita mengunjungi Turki, tak jauh dari Haghia Sophia terdapat bangunan yang tak kalah menariknya, yaitu Hipprodrome Square. Dahulu masyarakat Turki menjadikan tempat ini sebagai Arena Pacuan Kuda Bangsa Romawi.

Hippodrome atau arena pacuan kuda di zaman Romawi lazim ditemukan di pusat-pusat kebudayaan Romawi kuno seperti Italia, Yunani, Afrika dan juga Turki. Bangsa Romawi selain gemar akan hiburan ala gladiator dan drama, mereka juga menyukai pacuan kuda.

Sejarah Hippodrome Square

Hippodrome ini dibangun pada tahun 203 SM oleh Septimus Severus seorang kaisar Romawi. Dan diperbesar oleh Kaisar Romawi Kristen pertama yaitu Constantine Agung. Pada tahun 600 H/1204 M, bangunan Hippodrome dihancurkan oleh pasukan Salib. Kemudian, setelah Byzantium dikalahkan oleh kekhalifahan Utsmani, kawasan Hippodrome diaktifkan kembali namun berubah fungsi menjadi lapangan kuda (horse square) untuk melatih kuda-kuda serdadu dinasti Utsmaniyah.

Pada masa Kekaisaran Romawi, Hippodrome berbentuk huruf U besar dan memiliki tribun khusus untuk Kaisar dan keluarganya. Hippodrome juga merupakan tempat dimana rakyat dapat membicarakan mengenai politik terhadap sesamanya dan kadang kepada Kaisar. Pada bagian Spina (tengah lapangan) terdapat patung-patung dan beberapa monumen yang didirikan oleh para kaisar. Arena pacuan kuda tersebut dapat memuat sekitar 100 ribu orang.

Monumen Hippodrome

Setelah jatuhnya Kekaisaran Byzantium, Kesultanan Ottoman yang menggantikannya tidak menyukai pacuan kuda, sehingga Hippodrome terlantar dan dibiarkan begitu saja.

Tercatat dalam sejarah bahwa bangunan Hippodrome memiliki tinggi sekitar 117 meter dengan panjang 480 meter. Yang kini lokasi air mancur Jerman itu merupakan pintu masuk ke Hippodrome, bagian pusatnya dihiasi dengan Obelisk Mesir, Tiang Serpent Constantine. Namun bangunan Hippodrome sekarang hanya menyisakan Obelisk Mesir, Tiang Serpent dan Obelist Constantine.

Obelisk Mesir

Obelisk ini merupakan hadiah dari gubernur Alexandria kepada Kaisar Thedosius Agung untuk menghiasi bagian tengahnya Hippodrome. Obelisk ini diukir dari granit merah muda. Pada awalnya didirikan di Kuil Karnak di Luxor selama masa pemerintahan Thutmosis III sekitar tahun 1490 SM.

Theodosius memotong obelisk ini menjadi tiga bagian dan membawanya ke Konstantinopel. Bagian atasnya masih terlestarikan dan saat ini berdiri di tempat dimana Theodosius menempatkannya yaitu di atas sebuah alas marmer.

 

 

 

Baca Juga : Hati-hati, 5 Makanan Khas Turki ini Bisa Bikin Kamu Ingin Balik Kesana

Tiang Serpent

Tiang Serpent dalam Bahasa Turki disebut dengan “Burmali Sutun” awalnya tiang tersebut didirikan tahun 479 SM tepat di depan Kuil Apollo di Delhi, Yunani. Tiang tersebut dibuat untuk menghormati Dewan Apollo atas kemenangan Yunani dari Persia. Yang kemudian tiang Serpent tersebut dipindahkan oleh Kaisar Constantine pada abad ke-4 SM ke Konstantinopel untuk menghiasi Hippodrome.

Awalnya tiang tersebut memiliki tinggi 8 meter, namun pada bagian kepala ular di atas tiang tersebut dipotong dikarenakan orang-orang tidak menyukai ular dan dianggap sebagai simbol setan. Akhirnya tiang Serpent hanya tinggal 5,3 meter.

Beberapa bagian kepala tersebut ditemukan dan diperlihatkan di Museum Arkeologi Istanbul. Saat ini yang tersisa dari Tripod Delfi tersebut adalah landasan atau dasarnya dikenal sebagai “Tiang Serpentina” atau “Tiang Ular”

Prophyrogenitus Obelisk

Obelisk Walled ini mempunyai tinggi 32 meter dibuat oleh penguasa kekaisaran Byzantium untuk Constantine Prophyrogenitus. Yang akhirnya Obelist tersebut diberikan nama Obelist Constantine. Konon pada Obelist tersebut ditempelkan lempengan perunggu yang menceritakan kemenangan Basil I, merupakan kakek dari Constantine VII. Namun lempengan tersebut akhirnya dicuri dan dileburkan oleh pasukan salib ke-4.

 

 

 

 

 

Milion

Milion ini merupakan pilar yang ternyata merupakan satu-satunya yang tersisa dari Milion (Pusat Pengukur Jarak). Milion berfungsi sebagai poros penentuan jarak dari semua kota yang berada di Kekaisaran Byzantium.

408 total views, 4 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini